Strategi Transformasi Bisa Pacu Prospek Emiten Grup Pertamina

Kamis, 23 April 2026 | 07:01 WIB
Strategi Transformasi Bisa Pacu Prospek Emiten Grup Pertamina
[]
Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kinerja emiten energi Grup PT Pertamina (Persero) belum moncer di sepanjang tahun 2025. Seperti kinerja PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Di rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar Selasa (21/4), manajemen melaporkan laba bersih PGEO sekitar US$ 137,67 juta pada 2025. Selain itu, RUPST juga menyetujui laporan total pendapatan PGEO pada 2025 sebesar US$ 432,73 juta. 

Laba bersih PGEO di tahun 2025 merosot 14,2% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 160,49 juta pada 2024. Sedangkan pendapatan PGEO hanya tumbuh satu digit, 6,3% yoy dari US$ 407,12 pada tahun 2024. 

Hampir serupa, laba bersih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyusut 36,54% yoy jadi US$ 215,4 juta pada 2025. Padahal, pendapatan entitas usaha Pertamina di bidang industri gas ini masih  tmbuh 5% yoy menjadi US$ 3,9 miliar pada akhir 2025.

Baca Juga: Pertumbuhan dari Ekspansi Jaringan jadi Amunisi Perusahaan Gas Negara (PGAS)

Sementara itu, PT Elnusa Tbk (ELSA) hanya mencetak laba bersih Rp 718,41 miliar pada 2025, naik tipis 0,66% yoy dari Rp 713,67 miliar di 2024. Di lain sisi, pendapatan ELSA melejit 8,25% yoy jadi Rp 14,49 triliun di tahun lalu.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana melihat, kinerja emiten Grup Pertamina masih menghadapi sejumlah tekanan pada 2025. 

Hendra melihat, PGAS tertekan dari sisi margin akibat kenaikan biaya pasokan, terutama pergeseran ke LNG yang lebih mahal.

Lalu, PGEO terdampak rugi selisih kurs dan beban keuangan berbasis dolar AS. ELSA relatif lebih defensif, namun tetap terkena kenaikan biaya operasional. 

Fase pemulihan

Memasuki 2026, Hendra melihat arah perbaikan mulai terlihat seiring strategi transformasi yang dijalankan masing-masing emiten.

PGAS, misalnya, mulai mendorong ekspansi ke segmen gas industri melalui Pertagas serta membuka peluang bisnis energi masa depan seperti hidrogen dan biometana. 

Adapun, PGEO melanjutkan ekspansi kapasitas melalui proyek panas bumi seperti Lumut Balai yang jadi bagian dari roadmap peningkatan kapasitas hingga 1 gigawatt.

Lalu, ELSA mengedepankan efisiensi sebagai operator berbiaya rendah yang dinilai mampu memberikan dampak cepat terhadap peningkatan margin. "Efisiensi ELSA paling cepat tercermin ke laba," ujar Hendra, Rabu (22/4).

Baca Juga: Eksekusi Proyek Pembangkit, Kinerja PGEO bisa Terungkit

Senior Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, prospek ketiga emiten Pertamina tetap menarik, meski karakternya berbeda. "PGEO terlihat paling solid karena ekspansi kapasitas dan pendapatan berbasis kontrak yang stabil," ujarnya.

Menurut Sukarno, saat ini PGAS berada dalam fase pemulihan dengan ditopang pertumbuhan volume dan ekspansi ke segmen gas industri, meski margin masih terbatas. 

ELSA cenderung bersifat siklikal karena kinerjanya mengikuti aktivitas hulu migas. PGEO dinilai paling defensif di tengah kondisi pasar saat ini yang masih volatil.

Dus, Sukarno merekomendasi beli PGEO dengan target harga Rp 1.300 per saham. PGAS dan ELSA direkomendasikan trading buy. Target harga masing-masing di kisaran Rp 2.000–Rp 2.100 dan Rp 770–Rp 800 per saham.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Rupiah dan IHSG Dibayangi Tekanan
| Kamis, 17 September 2026 | 08:53 WIB

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Rupiah dan IHSG Dibayangi Tekanan

Suku bunga The Fed diperkirakan berada di kisaran 4,00%-4,25% pada akhir 2026 dan tetap berada di kisaran tersebut hingga akhir 2027.

Tok, The Fed Naikkan Suku Bunga, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (17/9)
| Kamis, 17 September 2026 | 08:43 WIB

Tok, The Fed Naikkan Suku Bunga, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (17/9)

Setelah putusan The Fed, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali rawan terkoreksi pada Kamis (17/9)

AUTO dan DRMA Adu Mekanik Menangkap Peluang Kenaikan Permintaan Komponen EV
| Kamis, 17 September 2026 | 08:42 WIB

AUTO dan DRMA Adu Mekanik Menangkap Peluang Kenaikan Permintaan Komponen EV

Transisi EV bagi PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) bukan berarti bisnis ICE langsung tergantikan.

BPJS Kesehatan Terganjal Gap Arus Kas Rp 2 Triliun
| Kamis, 17 September 2026 | 08:42 WIB

BPJS Kesehatan Terganjal Gap Arus Kas Rp 2 Triliun

Faktor pemicu gap arus kas BPJS Kesehatan antara lain tunggakan peserta hingga inflasi medis, tidak ada penyabab tunggal.

CLEO Bidik Pertumbuhan Kinerja Dua Digit Tahun di Tahun 2026
| Kamis, 17 September 2026 | 08:37 WIB

CLEO Bidik Pertumbuhan Kinerja Dua Digit Tahun di Tahun 2026

Simak jurus produsen air minum dalam kemasan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencapai pertumbuhan kinerja dua digit pada 2026.

Produsen Laptop AXIO Mengincar Penjualan Rp 2,8 Triliun
| Kamis, 17 September 2026 | 08:35 WIB

Produsen Laptop AXIO Mengincar Penjualan Rp 2,8 Triliun

Produsen perangkat teknologi PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) masih melihat ruang pertumbuhan bisnis perangkat komputasi pada paruh kedua 2026. 

Kualitas Kredit Mikro BBRI Membaik, Analis Proyeksi Harga Saham Menuju Rp 4.100
| Kamis, 17 September 2026 | 08:11 WIB

Kualitas Kredit Mikro BBRI Membaik, Analis Proyeksi Harga Saham Menuju Rp 4.100

Strategi pencadangan BBRI dinilai konservatif, terutama terhadap eksposurnya pada beberapa emiten BUMN yang berpotensi merestrukturisasi kredit.

Bos Ditangkap KPK, Prospek SMRA Terancam
| Kamis, 17 September 2026 | 08:09 WIB

Bos Ditangkap KPK, Prospek SMRA Terancam

Prospek PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) terancam meredup usai petingginya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Jumlah  IPO di Pipeline OJK Masih Ada Tujuh Perusahaan
| Kamis, 17 September 2026 | 08:06 WIB

Jumlah IPO di Pipeline OJK Masih Ada Tujuh Perusahaan

Tujuh calon emiten tersebut memiliki perkiraan target dana maksimum yang akan dihimpun dari IPO sebesar Rp 4,02 triliun.​

Menakar Manfaat Bursa Mineral
| Kamis, 17 September 2026 | 08:06 WIB

Menakar Manfaat Bursa Mineral

Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) dapat menjadi referensi harga domestik bagi emiten produsen mineral

INDEKS BERITA

Terpopuler