Suku Bunga Stabil, Reksadana Pendapatan Tetap Ciamik

Senin, 25 Februari 2019 | 07:00 WIB
Suku Bunga Stabil, Reksadana Pendapatan Tetap Ciamik
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Reksadana pendapatan tetap berpotensi mencetak kinerja positif pada tahun ini. Performa reksadana jenis ini akan disokong oleh keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atawa BI 7-day reverse repo rate (BI 7-DRR) di level 6%.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, suku bunga BI yang stabil otomatis akan menjadi penyokong kinerja positif reksadana pendapatan tetap. Maklum saja, yang selama ini ditakutkan oleh pelaku pasar adalah gara-gara suku bunga naik, maka harga obligasi, yang merupakan portofolio utama reksadana ini, turun. Bila kondisi tersebut terjadi, otomatis kinerja reksadana pendapatan tetap bakal kurang oke.

Selain itu, prospek kinerja reksadana pendapatan tetap di tahun ini sangat menarik karena kini yield dalam posisi tinggi. "Jadi, sepanjang suku bunga tidak naik, harga obligasi akan stabil," kata Wawan, Jumat (22/2).

Bahkan, ia memprediksi, tahun ini ada peluang bank sentral Indonesia akan menurunkan tingkat suku bunga. Mengingat, ancaman kenaikan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve sudah mereda. Dengan begitu, prospek kinerja reksadana pendapatan tetap bakal semakin cerah.

Meski begitu, peluang terjadinya penurunan tingkat suku bunga di semester pertama tahun ini cenderung minim. Toh, kinerja reksadana pendapatan tetap di tahun ini bakal tetap tumbuh.

Wawan memperkirakan, secara rata-rata reksadana pendapatan tetap bisa mencatatkan kinerja sebesar 8% sepanjang 2019. Ini dengan asumsi BI 7-DRR stabil di level 6%.

Namun, bila ternyata Bank Indonesia mengerek naik tingka suku bunga hingga menjadi sebesar 6,5%, kinerja reksadana pendapatan tetap diprediksi hanya akan mencetak dengan kisaran 6%–7%. Sebaliknya, jika bank sentral memilih menurunkan suku bunga acuan hingga 5%, kinerja reksadana pendapatan tetap bakal melompat hingga 9%–10% di tahun ini.

Wawan mengamati, dengan adanya potensi penurunan suku bunga, maka reksadana pendapatan tetap yang mayoritas portofolionya berisi obligasi tenor panjang bisa memberi keuntungan lebih tinggi ketimbang reksadana yang portofolionya obligasi dengan tenor pendek. Wawan menyarankan investor bisa menahan investasi di reksadana pendapatan tetap dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Bagikan

Berita Terbaru

SOHO Lepas Seluruh Kepemilikan Pfizer Indonesia
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:59 WIB

SOHO Lepas Seluruh Kepemilikan Pfizer Indonesia

PT Soho Global Health Tbk (SOHO) melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Pfizer Indonesia kepada Pfizer Corporation Hong Kong Limited. ​

SIDO Tebar Dividen Interim Rp 300 Miliar
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:52 WIB

SIDO Tebar Dividen Interim Rp 300 Miliar

Emiten produsen jamu dan farmasi tersebut akan menyalurkan dividen Rp 300 miliar. Setiap pemegang saham akan menerima dividen Rp 10 per saham.​

 Guyuran Duit Danantara Tak Menjamin Bursa Kembali Berjaya
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Guyuran Duit Danantara Tak Menjamin Bursa Kembali Berjaya

Kucuran dana jumbo Danantara ke pasar modal belum tentu cukup menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) Mengoptimalkan Bisnis Kuliner
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:43 WIB

Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) Mengoptimalkan Bisnis Kuliner

Melihat strategi PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) dalam mengembangkan toko roti dan kue

Jumlah ISPA Imbas Karhutla Sentuh 333.470 Kasus
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Jumlah ISPA Imbas Karhutla Sentuh 333.470 Kasus

Kasus tersebut tersebar di 68 kabupaten dan kota di tujuh provinsi terdampak kabut asap.            

Menembak Asap
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Menembak Asap

Mengikuti emosi panas, memang sedap sekali meluapkan amarah pada pihak-pihak lain. Padahal, harusnya kita akui bukti-bukti di meja sendiri.

Tegaskan Pembayaran Gaji PNS Transfer Langsung
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Tegaskan Pembayaran Gaji PNS Transfer Langsung

Mekanisme transfer langsung juga diterapkan untuk tunjangan profesi guru yang masih berstatus sebagai pegawai daerah

Kenaikan Margin, Kinerja Positif AKRA Berpotensi Berlanjut
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:14 WIB

Kenaikan Margin, Kinerja Positif AKRA Berpotensi Berlanjut

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melaporkan hasil kinerja keuangan yang solid hingga akhir kuartal III-2026. 

Pemerintah Tambah Rp 400 Triliun Kuota Kredit Rakyat
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Pemerintah Tambah Rp 400 Triliun Kuota Kredit Rakyat

Penambahan palfon kredit rakyat sebesar Rp 400 triliun ini tidak akan menambah beban APBN           

Uang Melimpah, Ekonomi Belum Bergairah
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Uang Melimpah, Ekonomi Belum Bergairah

Ikuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) semakin menggunung hingga mencapai Rp 10.587,9 triliun pada September 2026,

INDEKS BERITA

Terpopuler