Sulap Triliunan

Kamis, 29 Desember 2022 | 08:00 WIB
Sulap Triliunan
[]
Reporter: Djumyati Partawidjaja | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setiap tahun, kasus-kasus investasi yang berujung bodong selalu saja mewarnai negeri ini.

Bentuknya pun bermacam rupa, walau orang yang menjadi aktor pelakunya mungkin berbeda-beda. Tapi ujungnya selalu sama, kebanyakan investor kecil selalu gigit jari dan menelan kerugian.

Kalau dulu produk-produk yang ditawarkan memang datang dari “produsen gelap” yang tidak terdaftar di otoritas pengawas keuangan, makin ke sini produk-produk investasi pun makin canggih.

Untuk para investor, menjadi tidak terlalu mudah juga untuk membedakan tawaran mana saja yang berpotensi akan bermasalah.

Sebut saja di tahun 2018, kasus Asuransi Jiwasraya yang gagal bayar produk-produk saving plan-nya. Perusahaan dan produk yang legal di OJK ini pun sempat menyeret 13 manajer investasi, direksi-direksi, bahkan pejabat Otoritas Jasa Keuangan ke pengadilan.

Beberapa masih mendekam dalam penjara, beberapa sudah ada yang lepas dari jerat hukum. Sebagian investor atau pemegang produk pun, sudah mendapatkan skema restrukturisasi penggantian.

Tapi ternyata diam-diam kasus Jiwasraya ini juga menyeret beberapa perusahaan asuransi lain. Salah satunya adalah Wanaartha Life, yang izinnya dicabut OJK awal Desember 2022 lalu.

Pencabutan izin dari OJK ini akhirnya membuka luka lama yang terpendam, para pembeli produk di Wanaartha Life pun bergejolak.  

Kumpulan investor yang terpencar di mana-mana itu rupanya dibuai janji manis manajemen Wanaartha.

Selama ini mereka selalu dikirimi email atau surat yang meminta para pemegang produk mau bersabar. Bahkan pada saat sebagian aset asuransi ini diambil negara karena dianggap sebagai aset Jiwasraya.

Walhasil, entah kapan Wanaartha Life bisa membayar kewajibannya yang konon senilai Rp 15 triliun, karena asetnya yang tersisa hanya ratusan miliar.

OJK pun terkesan lepas tangan, karena para investor digiring untuk berurusan dengan tim likuidator yang akan segera dibentuk. Menurut OJK selama ini manajemen Wanaartha Life membuat pembukuan ganda sehingga lepas dari pengawasan.

Saya ragu tim likuidator mampu menemukan aset-aset tersembunyi Wanaartha yang sudah bertahun-tahun tidak ketahuan rimbanya.

Jadi kalau saja kasus ini menjadi kasus pidana penipuan biasa dan kewajibannya diselesaikan tim likuidator, maka uang triliunan rupiah akan raib dengan sah. 

Bagikan

Berita Terbaru

Saham Tiga Bank Besar Diborong Investor Asing Dua Hari Beruntun, Sinyal Pemulihan?
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:05 WIB

Saham Tiga Bank Besar Diborong Investor Asing Dua Hari Beruntun, Sinyal Pemulihan?

Peluang kembalinya dana asing ke sektor perbankan tetap terbuka setelah tekanan jual mereda dan ketidakpastian kebijakan mulai berkurang.

Gerak Ekonomi Bak Meniti Tali
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:05 WIB

Gerak Ekonomi Bak Meniti Tali

Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi diuji risiko global dan fiskal.                                  

ESDM Masih Evaluasi Izin Impor BBM Shell Indonesia
| Jumat, 06 Februari 2026 | 06:50 WIB

ESDM Masih Evaluasi Izin Impor BBM Shell Indonesia

Produk Shell Super tercatat tidak tersedia di wilayah Jabodetabek dan hanya dapat ditemukan di Jawa Timur.

Momen Puasa dan Lebaran Mengerek Kinerja Sarimelati Kencana (PZZA)
| Jumat, 06 Februari 2026 | 06:50 WIB

Momen Puasa dan Lebaran Mengerek Kinerja Sarimelati Kencana (PZZA)

Secara historis periode Ramadan-Lebaran memberikan kontribusi positif terhadap total penjualan tahunan perusahaan.

Pertamina Bangun Kilang Baru Produksi Bioavtur
| Jumat, 06 Februari 2026 | 06:48 WIB

Pertamina Bangun Kilang Baru Produksi Bioavtur

Pertamina membidik pengembangan bioavtur dari minyak jelantah dengan menyasar pemakaian oleh maskapai dalam negeri dan bisa menembus pasar ekspor.

Kenaikan Harga Komoditas Rawan Profit Taking
| Jumat, 06 Februari 2026 | 06:45 WIB

Kenaikan Harga Komoditas Rawan Profit Taking

Permintaan kuat, pasokan ketat picu lonjakan komoditas. Namun profit taking hantam harga. Ketahui prospek dan strategi investasi terbaik Anda.

Pebisnis Logistik Incar Pertumbuhan 6%-8%
| Jumat, 06 Februari 2026 | 06:45 WIB

Pebisnis Logistik Incar Pertumbuhan 6%-8%

Proyeksi kinerja logistik Indonesia pada 2026 menunjukkan prospek cerah dengan perkiraan pertumbuhan 6%-8%,

Kinerja Bank Besar Mulai Tunjukkan Perbaikan
| Jumat, 06 Februari 2026 | 06:45 WIB

Kinerja Bank Besar Mulai Tunjukkan Perbaikan

​Kinerja bank besar membaik di akhir 2025. Lonjakan laba kuartalan, terutama di Bank Mandiri, menumbuhkan optimisme perbankan memasuki 2026.

Pemerintah Buka Dialog Soal Evaluasi RKAB 2026
| Jumat, 06 Februari 2026 | 06:41 WIB

Pemerintah Buka Dialog Soal Evaluasi RKAB 2026

APBI meminta pemerintah meninjau ulang rencana pemangkasan signifikan produksi batubara karena berdampak pada operasi

Tax Ratio Indonesia Semakin Jeblok
| Jumat, 06 Februari 2026 | 06:36 WIB

Tax Ratio Indonesia Semakin Jeblok

Tax ratio 2025 terendah dibanding tiga tahun sebelumnya, yakni periode 2022-2024, dengan rerata sebesar 10,22% dari PDB 

INDEKS BERITA

Terpopuler