KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia pada Januari 2026 kembali mencatat surplus. Namun, nilainya menyusut tajam dibandingkan bulan sebelumnya, di tengah dinamika dagang global dan ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, surplus Januari 2026 tercatat sebesar US$ 0,95 miliar. Capaian ini lebih rendah dibandingkan surplus Desember 2025 yang mencapai US$ 2,51 miliar. Meski menipis, catatan tersebut memperpanjang tren surplus perdagangan Indonesia menjadi 69 bulan beruntun sejak Mei 2020.
