Survei: Jika Pandemi Usai, 9 dari 10 Pekerja Ingin Tetap Mendapat Opsi WFH

Kamis, 15 Oktober 2020 | 09:57 WIB
Survei: Jika Pandemi Usai, 9 dari 10 Pekerja Ingin Tetap Mendapat Opsi WFH
[ILUSTRASI. Aktivitas sebuah keluarga di rumah tinggal]
Reporter: Nathasya Elvira | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - LONDON (Reuters) – Sembilan dari 10 pekerja ingin mendapat kebebasan untuk memilih bekerja dari rumah atau dari kantor, setelah  pembatasan sosial dilonggarkan. Setelah pandemi, para pekerja juga berharap mendapatkan keleluasaan untuk mengatur jam kerjanya, demikian hasil survei yang digelar Cisco Systems.

Pandemi dengan cepat mengubah perilaku orang untuk bekerja di rumah. Penelitian menunjukkan, dua pertiga pekerja memberi apresiasi lebih besar terhadap manfaat dan tantangan atas work from home.

Baca Juga: Di tengah pandemi, tuntutan kepuasan pelanggan jasa internet meningkat

Menurut penelitian Workforce of the Future yang dilakukan oleh Cisco Systems terhadap 10.000 orang di 12 pasar di Eropa, Timur Tengah, dan Rusia, 5% pekerja telah menerapkan kerja dari rumah sebelum lockdown diberlakukan. Kini, 87% pekerja menginginkan kebebasan untuk memilih di mana, bagaimana, dan kapan mereka bekerja, baik dari kantor atau bekerja jarak jauh.

Wakil Presiden Cisco, Gordon Thomson mengatakan, Rabu (14/10), perusahaan harus melakukan konfigurasi ulang cara mereka beroperasi untuk membantu memenuhi tuntutan baru para pekerja, yang memprioritaskan komunikasi dan kolaborasi yang efektif di atas segalanya. Dia menambahkan, teknologi juga akan digunakan untuk memastikan karyawan dan data mereka aman di lingkungan kerja yang dipilih.

Baca Juga: PSBB transisi Jakarta jilid 2 dimulai, ini protokol kesehatan yang harus dipatuhi

Teknologi yang akan digunakan harus mampu memantau proses kerja karyawan di rumah, serta dapat memeriksa apakah mereka menerapkan jaga jarak sosial dan mengenakan masker di wilayah kantor.

“Ini bukan hanya tentang menghubungkan orang lagi, ini tentang pengalaman yang anda berikan kepada orang-orang saat mereka terhubung,” katanya dalam sebuah wawancara.

“Kami berinvestasi jauh lebih banyak pada bagian analitis yang ada di balik konektivitas.”

Selanjutnya: Ini peluang bisnis baru yang menjanjikan saat pandemi, penasaran?

 

Bagikan

Berita Terbaru

Multifinance Perkuat Strategi Pendanaan
| Senin, 27 April 2026 | 04:50 WIB

Multifinance Perkuat Strategi Pendanaan

Sumber pendanaan juga berasal dari sukuk dan obligasi.                                                   

MD Entertainment (FILM) Siapkan Film Baru
| Senin, 27 April 2026 | 04:20 WIB

MD Entertainment (FILM) Siapkan Film Baru

Untuk menjaga momentum, manajemen MD Entertainment telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk merilis film baru pada momentum libur berikutnya.

Operator Minat Ikut Lelang Frekuensi Baru
| Senin, 27 April 2026 | 04:10 WIB

Operator Minat Ikut Lelang Frekuensi Baru

Pelelangan ini dilakukan demi mendorong perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas layanan mobile broadband di seluruh wilayah Indonesia.

Reksadana Primadona Saat Ketidakpastian Melanda di Awal Tahun 2026
| Minggu, 26 April 2026 | 14:10 WIB

Reksadana Primadona Saat Ketidakpastian Melanda di Awal Tahun 2026

Pasar modal bergejolak, tapi ada cara lindungi modal Anda. Reksadana pasar uang tawarkan stabilitas di tengah ketidakpastian.

Pendapatan Naik, Laba DCI Indonesia Tertekan Lonjakan Beban
| Minggu, 26 April 2026 | 14:02 WIB

Pendapatan Naik, Laba DCI Indonesia Tertekan Lonjakan Beban

Pendapatan DCII melesat 10,92%, tapi laba justru anjlok. Temukan penyebab di balik fenomena ini dan dampaknya pada saham DCII.

NAYZ Punya Bos Baru, Perusahaan Asal Singapura Mencaplok 41,18% Saham
| Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

NAYZ Punya Bos Baru, Perusahaan Asal Singapura Mencaplok 41,18% Saham

Saiko Consultancy akan menjadi pengendali baru NAYZ, membawa potensi besar bagi saham makanan bayi ini.

Rupiah Memburuk, Investor Asing Kabur, IHSG Ambruk
| Minggu, 26 April 2026 | 13:41 WIB

Rupiah Memburuk, Investor Asing Kabur, IHSG Ambruk

IHSG ambruk 6,61% sepekan, investor asing lepas Rp 2 triliun. Kalkulasi terbaru menunjukkan risiko kerugian yang harus diwaspadai.

Dividen Jumbo Menanti, Simak Emiten yang Siap Menebar Cuan Pekan Depan
| Minggu, 26 April 2026 | 11:58 WIB

Dividen Jumbo Menanti, Simak Emiten yang Siap Menebar Cuan Pekan Depan

Waspada dividen trap! Jangan sampai modal Anda tergerus setelah menikmati dividen. Ketahui strategi menghindarinya.

Mengenal Sinyal untuk Waspada Tawaran Produk Bank
| Minggu, 26 April 2026 | 09:05 WIB

Mengenal Sinyal untuk Waspada Tawaran Produk Bank

Tergiur pada bunga tinggi bisa berujung dana simpanan raib. Simak cara memeriksa produk perbankan!  

Uji Ketangguhan Bitcoin, Ungguli Emas saat Perang AS-Iran Meletus
| Minggu, 26 April 2026 | 07:35 WIB

Uji Ketangguhan Bitcoin, Ungguli Emas saat Perang AS-Iran Meletus

Kinerja Bitcoin lebih unggul ketimbang emas selama perang di Timur Tengah. Perubahan fundamental atau sekadar kebetulan teknikal?

INDEKS BERITA