Tak Hanya Taipan dan Perusahaan Besar, Kita Semua Bisa Berdonasi Melawan Corona

Jumat, 20 Maret 2020 | 10:09 WIB
Tak Hanya Taipan dan Perusahaan Besar, Kita Semua Bisa Berdonasi Melawan Corona
[ILUSTRASI. Penyaluran bantuan lebih dari 25.000 unit alat kesehatan pelindung diri yang dikirimkan menggunakan mobil operasional J&T Express melalui Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) (12/3). DOK/J&T Express ]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tidak boleh dibiarkan sendirian menangani penyebaran wabah virus corona (COVID-19).

Sebab, pemerintah punya keterbatasan, terutama soal anggaran untuk menyediakan peralatan kesehatan yang dibutuhkan untuk mengatasi pandemi virus corona.

Dus, dirangkum dari berbagai sumber, belakangan berbagai penggalangan dana dilakukan, baik oleh organisasi dan individu.

Misalnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang menggalang dana untuk menyediakan peralatan kesehatan bagi para tenaga medis.

Gandi Sulistiyanto, Managing Director Grup Sinar Mas menyebut sejumlah perusahaan besar sudah menyatakan akan berkontribusi dalam gerakan tersebut.

Baca Juga: Jangan Panik, Stok Pangan Aman Sampai Agustus

“Nama perusahaan-perusahan yang sudah konfirmasi akan berdonasi diantaranya, Sinar Mas, PT Adaro Energy Tbk, Artha Graha Peduli Foundation, PT Djarum, Agung Sedayu Group, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Puradelta Lestari Tbk, beserta Triputra Group. Kami masih menunggu pengusaha lain untuk kepedulian sosial ini.” ujarnya.

Sejumlah pesohor di negeri ini juga sudah memulai penggalangan donasi untuk mengatasi penyebaran dan dampak virus corona.

Sebut saja YouTuber Arief Muhammad dan Atta Halilintar yang secara terpisah menggalang dana lewat kitabisa.com.

Lalu, ada selebritis Nikita Mirzani dan Rachel Vennya, serta Maia Estianty yang tidak ingin ketinggalan bahu-membahu membantu mengatasi pandemi corona.

Baznas hingga Shopee

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga membuka penerimaan donasi untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam menghadapi wabah virus corona.

Lewat Baznas Tanggap Bencana (BTB), badan sosial itu membagikan bantuan kepada mustahik, terutama usia rentan lewat pembagian masker dan sajadah pribadi.

Baznas juga melakukan edukasi dan penyemprotan disinfektan di area publik.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, bisa menyalurkan bantuannya melalui rekening Dompet Kemanusiaan dan Bencana Baznas. 

Bisa melalui BNI Syariah dengan nomor rekening 090.000.5574 atau BCA dengan nomor rekening 686.073.7777. Keduanya atas nama Baznas.

Donatur juga bisa menyalurkan donasinya lewat layanan digital Dompet Bencana dan Kemanusiaan yang bisa diakses di situs resmi Baznas.

Setelah itu, donatur bisa melakukan konfirmasi dengan menghubungi nomor Whatsapp 0878 7737 3555 atau melalui email layananmuzaki@baznas.go.id.

Shopee, salah satu marketplace yang beroperasi di Indonesia juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 1 miliar kepada Palang Merah Indonesia ( PMI) melalui Yayasan BenihBaik.

Baca Juga: Cash is The King, Ini Strategi Menempatkan Dana di Tengah Pandemi Corona

"Semoga donasi yang kami berikan melalui PMI dan Benihbaik.com bisa sedikit meringankan beban masyarakat Indonesia di tengah situasi sulit sekarang," kata Pandu Sjahrir, Presiden Komisaris SEA Group Indonesia, induk perusahaan Shopee dalam keterangan resmi, Kamis (19/3).

Nah, pengguna marketplace itu juga bisa ikut dalam program Donasi 1 juta boks masker untuk Indonesia di aplikasi Shopee.

Caranya, pilih menu Pulsa, Tagihan & Tiket. Lalu, di menu Donasi & Keuangan, Anda akan menemukan menu Donasi masker.

Pengguna bisa ikut menyumbang dengan nominal mulai dari Rp 5.000.

Meski tidak ikut menggalang dana publik, sejumlah perusahaan merogoh koceknya sendiri untuk berpartisipasi membantu melawan virus corona.

Perusahaan ekspedisi J&T Express misalnya, menyalurkan bantuan berupa lebih dari 25.000 unit alat kesehatan pelindung diri melalui Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) (12/3). 

Bantuan-bantuan itu dikirimkan menggunakan mobil operasional J&T Express.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Guncangan Trump Jilid II: Antara Perang Dagang, Operasi Militer, dan Nasib Ekonomi RI
| Senin, 19 Januari 2026 | 09:43 WIB

Guncangan Trump Jilid II: Antara Perang Dagang, Operasi Militer, dan Nasib Ekonomi RI

Produsen lokal RI semakin tergencet oleh banjir barang murah dari Tiongkok, mulai dari tekstil (TPT), besi baja, hingga kendaraan listrik (EV).

Harga Perak Menggila! Sempat Anjlok Lalu Melawan ke US$ 93,92, Bakal Kemana Lagi?
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:45 WIB

Harga Perak Menggila! Sempat Anjlok Lalu Melawan ke US$ 93,92, Bakal Kemana Lagi?

Harga perak diprediksi bakal mencari level keseimbangan baru yang lebih tinggi akibat keterbatasan pasokan.

Danantara Tumpuan Realisasi Investasi
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:38 WIB

Danantara Tumpuan Realisasi Investasi

Ivestasi masih akan sangat ditentukan oleh faktor kepastian kebijakan dan eksekusi proyek di lapangan.

Pengangguran Jadi Risiko Utama Perekonomian RI
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:30 WIB

Pengangguran Jadi Risiko Utama Perekonomian RI

Bonus demografi belum diimbangi penciptaan lapangan kerja berkualitas mengancam ekonomi             

Normalisasi Diskon Dimulai, Sektor Otomotif Masuk Fase Penyesuaian di 2026
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:28 WIB

Normalisasi Diskon Dimulai, Sektor Otomotif Masuk Fase Penyesuaian di 2026

Diskon besar-besaran membuat penjualan mobil roda empat (4W) secara wholesale pada Desember 2025 melesat 27% secara bulanan.

IHSG Rekor, Rupiah Makin Loyo Dekati Rp 17.000, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:19 WIB

IHSG Rekor, Rupiah Makin Loyo Dekati Rp 17.000, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada Kamis (15/1), kurs rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) melemah semakin mendekati Rp 17.000, tepatnya ke Rp 16.880. 

Ekonomi RI Merana Saat Macan Asia Menyala
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:01 WIB

Ekonomi RI Merana Saat Macan Asia Menyala

Malaysia, Singapura, dan Vietnam mencetak pertumbuhan ekonomi solid di 2025. Temukan pendorong utama yang membuat mereka jadi magnet investasi.

BWPT Masuki Fase Turnaround Neraca, Deleveraging Jadi Katalis Revaluasi
| Senin, 19 Januari 2026 | 07:54 WIB

BWPT Masuki Fase Turnaround Neraca, Deleveraging Jadi Katalis Revaluasi

Rencana ekspansi kapasitas pabrik secara bertahap hingga 2028 diproyeksikan bakal menopang pertumbuhan volume produksi dan laba secara organik.

Harga Saham SOLA Terjungkal Usai ARA, Waktunya Serok atau Kabur?
| Senin, 19 Januari 2026 | 07:38 WIB

Harga Saham SOLA Terjungkal Usai ARA, Waktunya Serok atau Kabur?

Hingga kuartal III-2025 SOLA berhasil mencetak pertumbuhan double digit pada sisi top line maupun bottom line.

Invesco Hingga JP Morgan Borong Saham ASII, Simak Prospeknya
| Senin, 19 Januari 2026 | 07:22 WIB

Invesco Hingga JP Morgan Borong Saham ASII, Simak Prospeknya

Penjualan mobil ASII tahun 2025 turun 15,2% YoY menjadi 409.379 unit, dengan pangsa pasar turun ke 51% dari 56%.

INDEKS BERITA

Terpopuler