Tak Kenal Musim, Pasar Mobil Premium Stabil

Kamis, 25 Juli 2019 | 05:40 WIB
Tak Kenal Musim, Pasar Mobil Premium Stabil
[]
Reporter: Agung Hidayat, Kenia Intan | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha otomotif boleh jadi ketar-ketir mengenai realisasi target penjualan akhir tahun nanti. Maklum, tren penjualan mobil semester I-2019 belum menanjak. Namun khusus di pasar mobil premium, terutama mobil sport, relatif lebih stabil.

Anton Jimmi, Marketing Director PT Toyota Astra Motors (TAM) menandaskan, permintaan mobil sport selalu ada. "Kebanyakan pemilik mobil sport mempunyai lebih dari satu brand dan mereka kadang menambah mobil sebagai bagian dari koleksinya," kata dia sewaktu ditemui di ajang pameran otomotif GIIAS 2019, Selasa (23/7).

Pasar mobil sport juga tak mengenal musim puncak penjualan atau peak season. Penjualan jenis kendaraan tersebut biasa melejit pada saat model baru rilis di pasaran. Sebaliknya jika tak ada model anyar, penjualan akan berjalan datar.

Tipikal konsumen mobil sport yang tidak loyal pada satu merek, menyebabkan peluang APM maupun importir umum (IU) memiliki peluang yang sama besar untuk mencuil pasar. Mereka juga nyaris tidak memerlukan momentum khusus untuk memperkenalkan model baru.

Adapun pada kesempatan GIIAS 2019 kali ini, TAM memperkenalkan mobil sedan sport Toyota GR Supra bermesin 3.000 cc dengan kisaran harga jual Rp 2 miliar per unit. Menurut catatan sejumlah diler TAM, sejauh ini terdapat 10 calon pembeli yang tertarik memesan Toyota GR Supra.

Kemunculan Toyota GR Supra sekaligus menandai kembalinya mobil sport itu di pasar otomotif Tanah Air. TAM terakhir kali memproduksi model Supra pada tahun 2002. Sementara awal mula perusahaan tersebut memproduksinya pada tahun 1978. Sebelum hadir kembali di pasar Indonesia, Toyota GR Supra unjuk gigi di ajang Detroit Motor Show, Amerika Serikat pada Januari 2019.

Tak cuma Toyota GR Supra, manajemen TAM juga memamerkan mobil sedan sport GT 86. Perusahaan tersebut menargetkan penjualan sebanyak lima unit per bulan.

Pabrikan mobil sport dan mobil premium yang lain, Lexus, belum meluncurkan model baru untuk kategori mobil sport. Perusahaan ini mengandalkan Lexus Luxury Medium Sedan ES 250 yang dibanderol Rp 1,1 miliar per unit. Kendaraan ini melengkapi varian sedan Lexus ES yang sudah menyapa pasar di pameran otomotif GIIAS 2018.

Kendaraan SUV

Meskipun tidak ada model baru, Lexus juga yakin mengenai kestabilan pasar mobil sport. "Secara global permintaan baik karena konsumen mobil ini memang high end dan tidak gampang terganggu krisis ekonomi sehingga relatif aman dalam membelanjakan kendaraan," tutur Adrian Tirtadjaja, General Manager Lexus Indonesia.

Selain model sedan, Lexus memiliki Lexus RN Premium LX 570 Sport yang mewakili segmen sport utility vehicle (SUV). Kendaraan tersebut merupakan varian dari SCJV Premium LX yang sudah lebih dahulu meluncur di pasar Tanah Air pada Januari 2019.

Sementara PT Garuda Mataram Motor pemegang merek Audi, menyodorkan SUV terbaru bergaya coupe dengan empat pintu yakni Audi Q8. "SUV ini dilengkapi sistem konektivitas yang canggih dan ketangguhan di medan off road," beber Jonas Chendana, Chief Operations Officer PT Garuda Mataram Motor.

Audi Q8 memiliki perbedaan dengan pendahulunya. Kendaraan terbaru tersebut memiliki panjang 4,99 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1,71 meter. Bodinya lebih bongsor jika dibandingkan dengan Audi Q7. Harga jual Audi Q8 sekitar Rp 2,455 miliar on the road (OTR).

Bagikan

Berita Terbaru

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Bagaimana Dampaknya ke Pengusaha dan Buruh?
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:37 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Bagaimana Dampaknya ke Pengusaha dan Buruh?

Serikat Pekerja menilai adanya aturan dana cadangan pesangon terbilang sangat baik karena hak pesangon pekerja yang terkena PHK terjamin aman.

AALI Buyback Rp 400 miliar, Murni Undervalued atau Cuma Pemanis?
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:19 WIB

AALI Buyback Rp 400 miliar, Murni Undervalued atau Cuma Pemanis?

Secara matematis penyusutan jumlah saham AALI dapat meningkatkan EPS sekitar 2,5% jika seluruh saham buyback jadi treasuri dan laba bersih tetap

Biar Anak Tidak Kaget saat Mengelola Uang Sendiri
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Biar Anak Tidak Kaget saat Mengelola Uang Sendiri

Pemerintah berencana membuka rekening tabungan perdana bagi masyarakat usia 17 tahun. Simak tahapan memberi tanggungjawab finansial ke anak!

Ada Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun di Pasar Nego, Haji Isam Resmi Masuk?
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Ada Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun di Pasar Nego, Haji Isam Resmi Masuk?

Haji Isam lewat PT Jhonlin Baratama sudah bersepakat untuk membeli 10.084.088.370 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Investasi Transisi Energi Butuh Kepastian Regulasi dan Dukungan Danantara
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Investasi Transisi Energi Butuh Kepastian Regulasi dan Dukungan Danantara

Berbagai kajian memperkirakan ada peluang investasi dengan nilai signifikan untuk menggarap berbagai jenis proyek transisi energi di Indonesia.

GOTO Mau Pangkas 32,18 Miliar Saham Treasuri, Bagaimana Efeknya?
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:00 WIB

GOTO Mau Pangkas 32,18 Miliar Saham Treasuri, Bagaimana Efeknya?

Penarikan 32,18 miliar saham treasuri GOTO akan mengurangi jumlah saham beredar. Alhasil, dengan asumsi laba tetap, EPS akan meningkat.

Lengkap Sudah, Seluruh Saham BUMN Karya Kena Suspensi Setelah PTPP Ikut Disetop Bursa
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Lengkap Sudah, Seluruh Saham BUMN Karya Kena Suspensi Setelah PTPP Ikut Disetop Bursa

Sederet investor institusi asing dan lokal hingga investor individu nyangkut di saham PTPP akibat suspensi. 

Harga Batubara Di Atas US$ 150, Cek Saham Pilihan Analis untuk Kuartal IV
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Harga Batubara Di Atas US$ 150, Cek Saham Pilihan Analis untuk Kuartal IV

Dampaknya harga batubara terhadap ASP dan laba emiten bergantung pada kalori, porsi ekspor, serta waktu penyesuaian harga jual.

Manuver ULTJ Akuisisi FFI: Ujian Valuasi Premium dan Dilusi Saham
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Manuver ULTJ Akuisisi FFI: Ujian Valuasi Premium dan Dilusi Saham

Jika Frisian Flag Indonesia dikonsolidasikan, pendapatan ULTJ berpotensi meningkat lebih dari dua kali lipat. 

Menakar Prospek Saham Saham Sektor Properti Seiring Stimulus Perumahan 2027
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Menakar Prospek Saham Saham Sektor Properti Seiring Stimulus Perumahan 2027

Analis merekomendasikan netral bagi sektor properti, karena tekanan daya beli masyarakat dan suku bunga kredit KPR yang masih relatif tinggi.

INDEKS BERITA

Terpopuler