Tantangan Perekonomian Global 2026

Jumat, 07 November 2025 | 04:16 WIB
Tantangan Perekonomian Global 2026
[ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Rapat Terbatas Bersama Jajaran Menteri Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jumat (27/06) membahas berbagai langkah strategis dalam merespons dinamika perekonomian global.]
Wawan Sugiyarto? | Analis DJPPR Kementerian Keuangan dan Alumni Program PhD QUT Brisbane Australia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua tahun terakhir seolah menandai babak baru dalam sejarah ekonomi global, bukan karena krisis, melainkan karena perlahan tapi pasti dunia memasuki era pertumbuhan rendah dan ketidakpastian tinggi. Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya 2,4% pada 2025 dan 2,3% pada 2026, jauh di bawah rata-rata historis pra-pandemi sebesar 3%. IMF sedikit lebih optimistis, dengan proyeksi 3,2% dan 3,1%, namun tetap menegaskan bahwa dunia sedang bergerak ke arah low-growth equilibrium. Apa yang kita saksikan bukan sekadar perlambatan siklus ekonomi, melainkan pergeseran struktur global, dari keterbukaan menuju fragmentasi, dari efisiensi menuju ketahanan (resilience), dan dari konsensus multilateral menuju kompetisi geoekonomi.

Katalis utama perubahan ini datang dari Amerika Serikat, negara yang selama tujuh dekade menjadi simbol globalisasi. Pemerintahan baru di Washington menegaskan kebijakan America First 2.0, menaikkan tarif efektif rata-rata hingga 16%, tertinggi sejak 1936. Negara-negara Asia seperti India, Jepang, Korea Selatan dan Indonesia bahkan menghadapi tarif lebih tinggi, antara 17%-36%. Dampaknya sistemik. Rantai pasok global yang dibangun selama tiga dekade terakhir kini terpecah. 

Baca Juga: Akui Bukan SWF Biasa, Mari Kupas Jati Diri BPI Danatara

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Jangan Serakah Serok Beli Saham dan Panic Sell Berlebihan
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Jangan Serakah Serok Beli Saham dan Panic Sell Berlebihan

Dengan kondisi pasar saham yang memerah, bagaimana saran keputusan investasi saat ini?              

Bencana dan Relevansi Instrumen Pembayaran
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Bencana dan Relevansi Instrumen Pembayaran

Preferensi masyarakat terhadap pembayaran tunai banyak dipengaruhi oleh kenyamanan dan kemudahan yang dirasakan.

Meredam Inflasi
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Meredam Inflasi

Masalahnya, lonjakan harga pangan semakin menjadi persoalan, karena terjadi saat daya beli masyarakat masih melemah.

BPJS Disuntik Dana Rp 20 Triliun: Efek ke Kinerja MIKA, SILO, dan HEAL Tak Serupa
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:57 WIB

BPJS Disuntik Dana Rp 20 Triliun: Efek ke Kinerja MIKA, SILO, dan HEAL Tak Serupa

Perbedaan porsi pasien jadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor dalam menilai potensi dampak tambahan dana BPJS Kesehatan.

Analisis Kinerja & Saham PWON: Marketing Sales Turun namun Tertolong Recurring Income
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Analisis Kinerja & Saham PWON: Marketing Sales Turun namun Tertolong Recurring Income

Keberlanjutan insentif PPN DTP dan stabilitas suku bunga sebagai faktor yang dapat mendorong pemulihan permintaan properti.

Mengukur Efek Volatilitas Harga Minyak Dunia ke Saham MEDC, ENRG, dan RATU
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Mengukur Efek Volatilitas Harga Minyak Dunia ke Saham MEDC, ENRG, dan RATU

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi emiten yang paling langsung terpapar pergerakan harga minyak.

Peluang dan Risiko Saham Valuasi Rendah
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Peluang dan Risiko Saham Valuasi Rendah

Tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat sejumlah saham kini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) di bawah rata-rata. 

Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar

Volatilitas DSSA cenderung lebih tinggi dibandingkan saham berkapitalisasi besar lain yang punya basis pemegang saham lebih luas.

Efek Kredit Rakyat Rp 400 Triliun Diramal Terbatas
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:03 WIB

Efek Kredit Rakyat Rp 400 Triliun Diramal Terbatas

Secara nominal, kredit Rp 400 triliun setara sekitar 1,5% dari produk domestik bruto (PDB)          

Kinerja Bukalapak Kembali Keok, Penurunan Investasi Menjadi Biang Kerok
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Kinerja Bukalapak Kembali Keok, Penurunan Investasi Menjadi Biang Kerok

Kerugian investasi menekan kinerja PT Bukalapak.com (BUKA), hingga berbalik mencatatkan rugi bersih.

INDEKS BERITA

Terpopuler