Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga emas jelang dua minggu di akhir Agustus diperkirakan masih akan melanjutkan penguatannya seiring ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Timur Tengah. Pergerakannya bahkan diproyeksi bisa menuju kisaran US$ 4.500 per ons troi.
Mengutip Reuters, pada Jumat (14/8) pekan lalu, harga emas spot naik 0,6% ke US$ 4.375,50 per ons troi, sebelumnya turun 1,3% karena profit taking dan sentuh harga tertinggi sejak 5 Juni. Harga kontrak berjangka emas AS naik 0,4% lebih tinggi pada US$ 4.437,30.
Penguatan harga emas ini mendapat dukungan dari penurunan tak terduga dalam data nonfarm payrolls AS pada bulan Juli, dan angka inflasi minggu ini yang sebagian besar sesuai dengan ekspektasi.
Hal ini secara signifikan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan, dengan sebagian besar analis sekarang memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kisaran suku bunga saat ini sebesar 3,50% hingga 3,75%.
Di sisi lain, Lukman Leong Chief Analyst Doo Financial Futures mengatakan bahwa memang secara teknikal harga emas diperkirakan masih akan naik. Kenaikannya pun bisa menuju titik resistance teknikal yang penting, yakni di kisaran US$ 4.500 per ons troi.
Baca Juga: ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia
Tetapi memang ketidakpastian geopolitik masih yang tinggi akan mempengaruhi harga minyak dunia dan juga prospek penurunan The Fed. Walau begitu, Lukman melihat harga emas yang sudah priced in saat ini, yaitu di kisaran US$ 80 hingga US$ 90 per barel, akan menjadi katrol kenaikan harga emas.
"Saya melihat harga emas akan bisa melanjutkan kenaikan sejauh harga minyak dunia tidak kembali naik dan bertahan di atas US$ 100 per barel," jelas Lukman kepada KONTAN, Minggu (16/8).
Lebih lanjut, pada dua pekan ke depan, pasar masih akan memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 33% pada bulan September dibandingkan 55% minggu lalu, menurut data FedWatch Tool dari CME. Mereka juga memperkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga, harga emas karenanya masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut.
Sebagaimana diketahui, suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi juga memperkirakan penguatan emas masih bisa berlanjut.
Dia memproyeksikan harga emas dunia berpotensi bergerak dalam rentang US$ 4.186 hingga US$ 4.572 per ons troi pekan ini, tergantung arah pergerakan pasar dan eskalasi geopolitik global.
"Harga emas dunia pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level US$ 4.375 per ons troi. Jika mengalami tekanan pada awal pekan, harga emas diperkirakan turun menuju US$ 4.279 pada Senin dan berpotensi mencapai US$ 4.186 dalam sepekan," urainya saat dihubungi KONTAN.
