Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini

Senin, 17 Agustus 2026 | 12:46 WIB
Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini
[ILUSTRASI. Emas (Public gold/Public gold )]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga emas jelang dua minggu di akhir Agustus diperkirakan masih akan melanjutkan penguatannya seiring ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Timur Tengah. Pergerakannya bahkan diproyeksi bisa menuju kisaran US$ 4.500 per ons troi.

Mengutip Reuters, pada Jumat (14/8) pekan lalu, harga emas spot naik 0,6% ke US$ 4.375,50 per ons troi, sebelumnya turun 1,3% karena profit taking dan sentuh harga tertinggi sejak 5 Juni. Harga kontrak berjangka emas AS naik 0,4% lebih tinggi pada US$ 4.437,30.

Penguatan harga emas ini mendapat dukungan dari penurunan tak terduga dalam data nonfarm payrolls AS pada bulan Juli, dan angka inflasi minggu ini yang sebagian besar sesuai dengan ekspektasi.

Hal ini secara signifikan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan, dengan sebagian besar analis sekarang memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kisaran suku bunga saat ini sebesar 3,50% hingga 3,75%.

Di sisi lain, Lukman Leong Chief Analyst Doo Financial Futures mengatakan bahwa memang secara teknikal harga emas diperkirakan masih akan naik. Kenaikannya pun bisa menuju titik resistance teknikal yang penting, yakni di kisaran US$ 4.500 per ons troi.

Baca Juga: ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia

Tetapi memang ketidakpastian geopolitik masih yang tinggi akan mempengaruhi harga minyak dunia dan juga prospek penurunan The Fed. Walau begitu, Lukman melihat harga emas yang sudah priced in saat ini, yaitu di kisaran US$ 80 hingga US$ 90 per barel, akan menjadi katrol kenaikan harga emas.

"Saya melihat harga emas akan bisa melanjutkan kenaikan sejauh harga minyak dunia tidak kembali naik dan bertahan di atas US$ 100 per barel," jelas Lukman kepada KONTAN, Minggu (16/8).

Lebih lanjut, pada dua pekan ke depan, pasar masih akan memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 33% pada bulan September dibandingkan 55% minggu lalu, menurut data FedWatch Tool dari CME. Mereka juga memperkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga, harga emas karenanya masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui, suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi juga memperkirakan penguatan emas masih bisa berlanjut.

Dia memproyeksikan harga emas dunia berpotensi bergerak dalam rentang US$ 4.186 hingga US$ 4.572 per ons troi pekan ini, tergantung arah pergerakan pasar dan eskalasi geopolitik global.

"Harga emas dunia pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level US$ 4.375 per ons troi. Jika mengalami tekanan pada awal pekan, harga emas diperkirakan turun menuju US$ 4.279 pada Senin dan berpotensi mencapai US$ 4.186 dalam sepekan," urainya saat dihubungi KONTAN.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya
| Senin, 17 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya

Lonjakan kapasitas produksi para produsen nikel berpotensi menekan harga acuan LME dan dapat membatasi ASP yang diterima NCKL.

Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini
| Senin, 17 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini

Risiko geopolitik tentu masih menjadi katalis utama pergerakan harga emas, khususnya jika gangguan masih terjadi di Selat Hormuz dan Laut Merah.

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia
| Senin, 17 Agustus 2026 | 07:00 WIB

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia

Lima ETF emas mencuri perhatian investor pada awal peluncuran 10 Agustus 2026. Daya tahan instrumen baru ini mulai diuji.

Kemerdekaan Ekonomi
| Senin, 17 Agustus 2026 | 05:10 WIB

Kemerdekaan Ekonomi

BPS menunjukkan ekonomi Indonesia sebenarnya masih tumbuh cukup kuat. Pada kuartal II-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan.

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal

Tantangan terbesar RWA pada validasi aset, yaitu memastikan token didukung aset riil dengan nilai yang sesuai.

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James

Pengalaman panjang di industri keuangan membuat Direktur Keuangan Krom Bank semakin selektif dalam mengelola portofolio investasinya.

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin

​Mencari orang yang pintar, visioner dan berwawasan luas itu memang sulit. Namun, jauh lebih sulit lagi mencari orang yang bijak.

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan

Bata ringan bukan hanya material konstruksi, ia juga bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

 
Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat

Bioskop makin ekspansif mengembangkan bisnis dengan menggarap lini usaha non penayangan film. Seperti apa peluangnya?

Saat Bank Berebut Pasar Paylater
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Saat Bank Berebut Pasar Paylater

Paylater perbankan terus memperbesar pijakan di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi.

INDEKS BERITA

Terpopuler