Telkom Indonesia (TLKM) Menuai Berkah dari Jual Saham Anak Usaha

Selasa, 09 November 2021 | 04:20 WIB
Telkom Indonesia (TLKM) Menuai Berkah dari Jual Saham Anak Usaha
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan mendapat imbas positif dari initial public offering (IPO) anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Usai IPO, Mitratel akan menambah jumlah menara telekomunikasi 6.000 unit.  

Analis Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan menyebut, TLKM telah merapikan tata organisasinya, antara lain denggan cara menempatkan aset menara di Mitratel, yang akan mengelola segmen infrastruktur. 

Sementara segmen bisnis data seluler diberikan ke Telkomsel, internet rumah dikelola Indihome, dan data center pada di Telkom Sigma.

Baca Juga: Berpotensi diuntungkan dari IPO Mitratel, simak rekomendasi saham Telkom (TLKM)

Menurut Steven, keuntungan pelepasan Mitratel akan masuk ke pendapatan lain-lain dan hanya sekali pengakuan. "Jadi, jika melihat kinerja TLKM lebih baik atau tidak, harus melihat bisnis utama lain, seperti Telkomsel, Indihome dan data center," kata Steven, Senin (8/11).

Analis RHB Sekuritas Michael Wilson juga berpendapat, IPO Mitratel akan positif bagi harga saham TLKM ke depan. "Kontribusi pendapatan Mitratel ke Telkom Rp 5 triliun per tahun. Seharusnya, efek pelepasan Mitratel ini unlock value ke TLKM 15% untuk peningkatan harga saham," kata dia, Senin (8/11).

Analis Ciptadana Sekuritas Gani dalam risetnya juga sepakat menyebut harga saham TLKM bisa lebih atraktif. Pasalnya, valuasi Mitratel sekitar 10 kali EV/EBITDA, atau dua kali lipat dari valuasi TLKM saat ini, sekitar 4,8 kali pada 2022. Asumsi ini mempertimbangkan jumlah menara Mitratel sebanyak 28.000 unit dengan rasio sewa 1,57 kali.

Di luar efek IPO, menurut Michael, prospek TLKM pada semester II-2021 akan ditopang oleh kapasitas yang lebih tinggi, seiring re-farm 2.3 Ghz. Ini akan memberi output lebih baik dan meningkatkan market share TLKM. 

Bisnis non seluler

Pada kuartal III-2021, Michael menyebut, average revenue per user (ARPU) segmen selular masih menantang. "Apalagi, kompetisi paket data masih berlanjut dan pertumbuhan Indihome melambat," terang Michael.

Baca Juga: Mitratel siap berpisah dari Telkom Indonesia (TLKM), intip rekomendasi saham TLKM

Jumlah pelanggan baru Indihome pada semester I-2021 bertambah 284.000 pengguna, jauh dari target 1 juta di tahun ini. Walau begitu, Gani melihat pertumbuhan pengguna baru ini yang melambat dikompensasi dengan naiknya ARPU Indihome yang lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal II, yakni Rp 270.000, atau naik 12,5% secara yoy. 

Menurut Gani, ARPU Indihome masih bisa naik di paruh kedua tahun ini. Tapi, jumlah pengguna baru akan sama dari semester I tahun ini. 
TLKM saat ini juga aktif berinvestasi di perusahaan rintisan teknologi melalui MDI Ventures. TLKM akan meningkatkan dana kelolaan di MDI dari saat ini US$ 900 juta. Portofolio MDI antara lain Nium dan Kredivo serta dua startup lainnya. 

Jika Kredivo IPO, ini akan membawa keuntungan investasi US$ 100 juta bagi TLKM. Ini dengan hitungan market value US$ 2,5 miliar. "Tapi, ini merupakan investasi jangka panjang," jelas Michael.

TLKM juga mengembangkan bisnis data center lewat neuCentrix dan Telin. Pada segmen data center, TLKM mengoperasikan 26 data center. Di mana 21 domestik, sisanya di luar negeri. Total kapasitas 43 MW dengan tingkat utilisasi 76% di Indonesia dan 80% di luar negeri. 

TLKM saat ini sedang menyelesaikan tier 3 dan 4 baru Hyperscale Data Center seluas  65.000 m². Proyek ini akan selesai pada akhir 2021 dengan kapasitas 25 MW. Di tahap akhir, data center ini memiliki total kapasitas 75 MW. 

Tahun ini, Gani memperkirakan laba bersih TLKM mencapai Rp 22,13 triliun dan tahun depan mencapai Rp 23,20 triliun. Steven memprediksi pendapatan dan laba bersih TLKM tahun ini masing-masing di Rp 141,04 triliun dan Rp 21,76 triliun. Sementara di 2022, pendapatan dan laba TLKM mencapai Rp 148,56 triliun dan Rp 24,44 triliun. 

Baca Juga: Valuasi Menarik, Saham IPO Mitratel Layak untuk Investasi

Gani dan Steven merekomendasikan beli saham TLKM dengan target harga Rp 4.350 dan Rp 4.020. Michael juga menyarankan beli tapi tengah review target harga.  

Bagikan

Berita Terbaru

Produktivitas dan Bisnis Hilir SSMS Melonjak, Harga Sahamnya bisa Ikut Terdongkrak?
| Minggu, 15 Februari 2026 | 16:52 WIB

Produktivitas dan Bisnis Hilir SSMS Melonjak, Harga Sahamnya bisa Ikut Terdongkrak?

Dengan konsolidasi lahan SML, kini PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mengelola total 94.900 hektare kebun sawit.

DRMA Targetkan Pendapatan Rp 6,5 Triliun, Ini Jurus Hadapi Industri Otomotif Lesu
| Minggu, 15 Februari 2026 | 10:18 WIB

DRMA Targetkan Pendapatan Rp 6,5 Triliun, Ini Jurus Hadapi Industri Otomotif Lesu

DRMA bidik pendapatan Rp 6,5 triliun pada 2026. Diversifikasi produk EV dan akuisisi Mah Sing jadi strategi utama. Akankah target ini terwujud?

Terkoneksi Jaringan Hashim Djojohadikusumo, INET dan WIFI Kebut Ekspansi
| Minggu, 15 Februari 2026 | 10:00 WIB

Terkoneksi Jaringan Hashim Djojohadikusumo, INET dan WIFI Kebut Ekspansi

INET fokus sebagai penyedia infrastruktur digital (backbone), sedangkan WIFI memanfaatkan jaringan tersebut untuk menyasar pasar ritel.

Penjualan Terjun 80%, POLY Kini Menghadapi Gugatan PKPU dari Pemegang Saham Sendiri
| Minggu, 15 Februari 2026 | 08:21 WIB

Penjualan Terjun 80%, POLY Kini Menghadapi Gugatan PKPU dari Pemegang Saham Sendiri

Kini, POLY hanya mengandalkan pabrik di Kaliwungu, Kendal, dengan tingkat utilisasi hanya sekitar 30%

Mereka yang Menorehkan Cuan di Notes Leather
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:52 WIB

Mereka yang Menorehkan Cuan di Notes Leather

Aktivitas menulis di buku catatan ini, belakangan banyak dilakukan berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pekerja kantoran.

Karbon Biru, Harta Karun Jumbo yang Tersembunyi di Pesisir Indonesia
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:52 WIB

Karbon Biru, Harta Karun Jumbo yang Tersembunyi di Pesisir Indonesia

Pemerintah menyiapkan ekosistem karbon biru sebagai bagian strategis upaya pengurangan emisi dan perdagangan karbon. Potensinya sangat besar.

Jaga Penyerap Karbon
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:52 WIB

Jaga Penyerap Karbon

Ekosistem lamun merupakan penyerap karbon yang sangat efisien, terutama pada sedimen, yang mampu menyimpan karbon dalam jangka waktu ribuan tahun.

Sinyal Winter Seasons, Cari Aman di Pasar Aset Kripto
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:51 WIB

Sinyal Winter Seasons, Cari Aman di Pasar Aset Kripto

Harga Bitcoin cs rontok bersamaan dengan likuiditas global yang menyusut di awal tahun 2026. Masih ada yang layak beli?

Investasi Emas Fisik atau Digital, Ini Pertimbangannya!
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:51 WIB

Investasi Emas Fisik atau Digital, Ini Pertimbangannya!

Banyak yang masih ragu: pilih tabungan emas fisik atau digital. Cek perbandingannya di sini!        

DANA Hitung Transaksi, Sambil Menggerakkan Konservasi
| Minggu, 15 Februari 2026 | 05:30 WIB

DANA Hitung Transaksi, Sambil Menggerakkan Konservasi

DANA berupaya membuktikan bahwa transaksi keuangan berbasis aplikasi dapat menjadi pintu masuk edukasi lingkungan. 

 
INDEKS BERITA

Terpopuler