Telkom (TLKM) Teken Perjanjian dalam Rangka Merger Telkomsel dan Indihome

Kamis, 06 April 2023 | 09:37 WIB
Telkom (TLKM) Teken Perjanjian dalam Rangka Merger Telkomsel dan Indihome
[ILUSTRASI. Entitas hasil penggabunganTelkomsel dan Indihome rencananya akan di launching pada Juli 2023. DOK/Telkomsel]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proses merger antara Telkomsel alias PT Telekomunikasi Seluler dengan Indihome memasuki babak baru.

Paling anyar, Kamis (6/4) PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) meneken Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-Off Agreement) dengan Telkomsel. 

Yang menjadi objek pemisahan tidak murni (spin off) tersebut adalah IndiHome yang saat ini berstatus sebagai unit usaha TLKM. 

Berdasarkan Perjanjian Pemisahan Bersyarat tersebut, nilai dari segmen usaha IndiHome yang akan dipisahkan adalah sekitar Rp 58,25 triliun.

Merujuk keterbukaan informasi yang dipublikasikan hari ini (6/4) sebagai bagian dari rencana spin off, Telkom dan Telkomsel juga telah menandatangani beberapa perjanjian komersial lain yang terkait.

Wholesale Agreement tersebut terkait dengan penyediaan infrastruktur, TSA 1 terkait dengan penyediaan layanan fixed broadband core dan TSA 2 terkait dengan penyediaan layanan IT system. 

Baca Juga: Rapor Keuangan 2022 Emiten Nikel, Aset INCO Terbesar tapi Laba Bersih NCKL Tertinggi

Nah, pemegang saham Telkomsel yang lain, yakni Singapore Telecom Mobile Pte Ltd (Singtel) juga telah memutuskan akan ikut melakukan penyertaan modal dengan melakukan setoran secara tunai kepada Telkomsel.

Nilai setorannya menggunakan valuasi Telkomsel yang sama dengan yang dijadikan acuan pada saat Telkom melakukan spin off, yaitu sebesar Rp 2,71 triliun.

Walhasil, kelak komposisi kepemilikan Singtel di Telkomsel pun menciut dari 35% menjadi 30,10%. Sementara kepemilikan Telkom di Telkomsel naik dari 65% menjadi 69,90%.

Sebelumnya Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menargetkan aksi korporasi berupa merger Telkomsel dan Indihome bisa rampung pada Mei 2023. Berikutnya entitas hasil merger akan di launching pada Juli 2023.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Lewat Olahraga, Bos Valbury Asia Futures Ini, Bangun Kedekatan dan Soliditas Tim
| Sabtu, 18 April 2026 | 10:20 WIB

Lewat Olahraga, Bos Valbury Asia Futures Ini, Bangun Kedekatan dan Soliditas Tim

Ini membuka ruang komunikasi yang lebih jujur dan nyaman, sehingga masukan atau ide dari rekan-rekan bisa tersampaikan dengan lebih cepat.

Polemik Haji Klik Cepat
| Sabtu, 18 April 2026 | 07:15 WIB

Polemik Haji Klik Cepat

Polemik war ticket haji menegaskan satu hal: persoalan antrean memang mendesak, tetapi solusi tidak boleh lahir dari ketergesaan.

Mengkreasi Instrumen Moneter Valuta Asing
| Sabtu, 18 April 2026 | 07:05 WIB

Mengkreasi Instrumen Moneter Valuta Asing

Status finansial SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dalam valas lebih kokoh dari sekuritas dan sukuk valas BI.​

Dampak Geopolitik, Industri Barang Mewah Melambat, Pertumbuhan Cuma 2%-4%
| Sabtu, 18 April 2026 | 07:00 WIB

Dampak Geopolitik, Industri Barang Mewah Melambat, Pertumbuhan Cuma 2%-4%

Ketidakpastian global pukul industri barang mewah. Proyeksi pertumbuhan hanya 2-4% di 2026. Bagaimana nasib koleksi Anda ke depan?

Rupiah Loyo, Bank Perketat Risiko Kredit
| Sabtu, 18 April 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Loyo, Bank Perketat Risiko Kredit

Pelemahan rupiah belum berdampak signifikan ke NPL bank, namun debitur berpendapatan rupiah dengan utang valas patut waspada. Simak risikonya!

Nilai Tukar Rupiah Terjun Lagi, Ini Pemicu Pelemahan Sepekan Terakhir
| Sabtu, 18 April 2026 | 06:00 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terjun Lagi, Ini Pemicu Pelemahan Sepekan Terakhir

Rupiah kembali melemah 0,29% ke Rp 17.189 per dolar AS. Perang Timur Tengah dan risiko fiskal domestik jadi biang keroknya.

Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 10% Tahun Ini
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:47 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 10% Tahun Ini

DRMA akan mencari jalan untuk mencapai target ini meski konflik Timur Tengah akan memengaruhi permintaan produk otomotif.

Bisnis Ponsel Metrodata Electronics (MTDL) Masih Berdering
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:37 WIB

Bisnis Ponsel Metrodata Electronics (MTDL) Masih Berdering

Ada tren penjualan ponsel mereka dengan merek Infinix laris manis dengan pertumbuhan penjualan dobel digit.

Peluang OCBC Akuisisi Bisnis Ritel HSBC Indonesia
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:30 WIB

Peluang OCBC Akuisisi Bisnis Ritel HSBC Indonesia

OCBC berpeluang besar mengakuisisi bisnis ritel HSBC Indonesia senilai Rp 6 triliun. Simak strategi besar di balik langkah ini.

Gadai Kendaraan Terus Tumbuh
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:00 WIB

Gadai Kendaraan Terus Tumbuh

Bisnis gadai kendaraan tumbuh hingga 80% di awal 2026. Temukan bagaimana ini bisa jadi solusi dana cepat bagi UMKM dan individu.

INDEKS BERITA

Terpopuler