The Fed Mulai Tapering, Pasar Obligasi Negara Tetap Kebal

Jumat, 05 November 2021 | 05:35 WIB
The Fed Mulai Tapering, Pasar Obligasi Negara Tetap Kebal
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku pasar akhirnya mendapatkan jawaban mengenai kepastian soal rencana tapering The Fed. Toh, analis yakin sentimen ini tidak akan berpengaruh besar ke pasar obligasi negara.

Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual menilai, tapering yang berjalan saat ini berbeda dengan tapering di 2013. "Jadi, tahun ini, hanya tapering. Berbeda dengan 2013, tapering diiringi tantrum alias gejolak di pasar karena kebijakan mendadak," kata dia, Kamis (4/11). 

David melihat, pasar sudah priced-in dengan sentimen tapering. Kondisi dalam negeri juga cukup positif. Indonesia masih mencetak surplus neraca dagang, berbeda dengan di 2013 yang defisit 3%. 

Baca Juga: Banyak penerbitan obligasi korporasi, cermati tips berikut untuk memilih

Pengendalian Covid-19 juga masih berjalan baik dan konsumsi masyarakat mulai naik. Ditambah yield SBN masih menarik. "Jadi tidak ada alasan investor melakukan aksi jual, karena fundamental cukup baik," tutur David. 

Selain itu, kepemilikan investor asing di SBN juga mengerdil. Merujuk data DJPPR, per 3 November, kepemilikan asing di SBN cuma sebesar Rp 934,41 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun, telah terjadi outflow Rp 39,5 triliun. Dalam seminggu, asing telah keluar Rp 15,79 triliun. 

Persentase kepemilikan investor asing juga turun jadi 21,24%, dari sebelum pandemi Covid-19 sebesar 35%-40%.Karena itu, David yakin tapering tidak memiliki andil besar pada outflow dana investor asing tersebut. 

David memprediksi, belum akan ada perubahan pada arah aliran dana investor asing dalam satu-dua bulan ke depan. "Ini tidak hanya di Indonesia, tapi semua emerging market," jelas David. Ia juga menilai, porsi kepemilikan investor asing di SBN sebesar 20%-25% sudah ideal. 

Sedikit info, The Fed memutuskan memulai tapering bulan ini dan mengurangi stimulus secara bertahap sebesar US$ 15 miliar. Jadi bulan ini, The Fed cuma membeli obligasi pemerintah US$ 60 miliar dan mortgage-backed securities US$ 30 miliar. Sebelum ini, The Fed membeli obligasi pemerintah US$ 70 miliar dan mortgage-backed securites US$ 35 miliar.

Baca Juga: Target sudah terpenuhi, pemerintah batalkan enam lelang SBN di sisa tahun ini

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA