Trada Alam Minera (TRAM) Bidik Dana Segar Rp 10 Triliun

Sabtu, 06 Juli 2019 | 08:51 WIB
Trada Alam Minera (TRAM) Bidik Dana Segar Rp 10 Triliun
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trada Alam Minera Tbk sedang membutuhkan banyak anggaran. Perusahaan pertambangan batubara dan transportasi laut itu ingin mencari pendanaan sebesar Rp 10 triliun.

Upaya perburuan dana tersebut melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) II sebanyak-banyaknya 100 miliar lembar saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Saham baru tersebut setara dengan 201,43% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Hanya saja, manajemen Trada Alam Minera belum dapat menyampaikan target pelaksanaan rights issue. "Untuk agenda pastinya belum, masih feasibility study," ujar Soebianto Hidayat, Direktur Utama PT Trada Alam Minera Tbk ketika ditemui di Jakarta, Jumat (5/7).

Selain rights issue, laporan manajemen Trada Alam Minera dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Juli 2019 juga menyebutkan rencana penerbitan Waran Seri III sebanyak-banyaknya 14 miliar unit. Waran tersebut dapat dikonversikan menjadi 14 miliar unit saham baru.

Rencana penerbitan saham baru dan waran ada dalam agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLB) Trada Alam Minera kemarin. Sejalan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dalam rangka PUT II, Trada Alam Minera mengubah pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar sesuai dengan aturan yang berlaku.

RUPSLB juga meminta persetujuan pemegang saham mengenai peluang untuk menggunakan seluruh atau sebagian besar kekayaan perusahaan untuk jaminan utang. Acuannya pasal 102 Undang-undang 40/2007 tentang Perseroan Terbatas.

Duit hasil penerbitan saham baru nanti, untuk mendukung lini bisnis tambang. Tujuan Trada Alam Minera adalah mengerek kapasitas produksi. "Kami mau membangun infrastruktur pertambangan baru dan jalan baru," terang Soebianto.

Dalam catatan KONTAN pada Mei 2019 lalu, Trada Alam Minera memang sedang menyiapkan anggaran untuk menindaklanjuti kerjasama dengan anak usaha Adaro Group yang bernama PT Alam Tri Abadi. Kongsi kedua perusahaan mencakup pengembangan logistik, pelabuhan dan jalan di area pertambangan Kalimantan.

Sementara sepanjang tahun ini Trada Alam Minera mengejar produksi 5 juta ton batubara atau hampir dua kali lipat lebih banyak ketimbang realisasi produksi tahun lalu yakni 2,6 juta ton. Dari Januari-Juni 2019, perusahaan berkode saham TRAM di BEI tersebut sudah mengeduk sekitar 2,1 juta ton batubara.

Trada Alam Minera menambang melalui PT Gunung Bara Utama. Dana belanja modal anak usaha tersebut sebesar US$ 10 juta-US$ 15 juta.

Batal merilis surat utang

Selain Penawaran Umum Terbatas (PUT) II, awalnya rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLB) PT Trada Alam Minera Tbk Jumat (5/7) juga bertujuan untuk meminta restu penerbitan surat utang berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) atau dalam mata uang rupiah dengan nilai setara. Transaksi material lebih dari 50% ekuitas itu membidik dana hingga US$ 250 juta.

Trada Alam Minera bahkan sudah pernah mempublikasikan rencana penerbitan surat utang dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Mei 2019. Menurut prospektus tersebut, bunga maksimal surat utang 12,5% dengan jatuh tempo lima tahun sejak dirilis.

Trada Alam Minera bisa menjaminkan aset tetap, saham entitas anak atau jaminan lain yang ditentukan kemudian. Andaikata terjadi kelalaian, perusahaan atau anak usaha wajib melunasi jumlah terutang.

Namun manajemen Trada Alam Minera mengurungkan niat untuk merilis surat utang. "Belum ada rencana, kami lebih memilih rights issue," tutur Soebianto.

Bagikan

Berita Terbaru

Transaksi Agen Bank Masih Tumbuh
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Transaksi Agen Bank Masih Tumbuh

Jaringan agen bank kian berkembang, mengerek volume transaksi sekaligus memperluas jangkauan layanan perbankan kepada masyarakat.

Kinerja Emiten Restoran Tak Seragam, FORE Melaju Kencang saat PZZA dan MAPB Tertekan
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Kinerja Emiten Restoran Tak Seragam, FORE Melaju Kencang saat PZZA dan MAPB Tertekan

Keberhasilan emiten restoran lebih banyak ditentukan oleh kemampuan menjaga efisiensi operasional dibandingkan mempercepat ekspansi gerai.

Net Sell Kembali Lagi, Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Net Sell Kembali Lagi, Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sejumlah analis menilai, menjelang akhir pekan, peluang IHSG melanjutkan koreksi pada hari ini masih terbuka.

Memburu Dividen, Menanti Capital Gain
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Memburu Dividen, Menanti Capital Gain

Besarnya imbal hasil (yield) dividen ternyata belum cukup mengimbangi penurunan harga sepanjang tahun ini.

Andalkan Layanan Premium, Kinerja SILO Masih Moncer
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:17 WIB

Andalkan Layanan Premium, Kinerja SILO Masih Moncer

Strategi peningkatan layanan spesialis dan optimalisasi jaringan rumah sakit menjadi pendorong prospek emiten rumah sakit ini.

Masih Jadi Buruan, Saham PT Timah (TINS) Catat Net Foreign Buy Terbesar Kedua di BEI
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:16 WIB

Masih Jadi Buruan, Saham PT Timah (TINS) Catat Net Foreign Buy Terbesar Kedua di BEI

Aksi beli investor asing lebih merupakan konfirmasi bahwa sentimen pasar sedang positif terhadap saham TINS.

Purbaya Optimistis Tax Ratio Menyentuh 11% PDB
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Purbaya Optimistis Tax Ratio Menyentuh 11% PDB

Tax ratio Indonesia pada semester I-2026 mencapai 9,32%, tertinggi dalam dua tahun terakhir         

Konsumsi Naik, Tapi Daya Beli Belum Pulih
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Konsumsi Naik, Tapi Daya Beli Belum Pulih

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II-2026 melambat dibanding kuartal sebelumnya             

Pekerja Bergeser  ke Sektor Informal
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:03 WIB

Pekerja Bergeser ke Sektor Informal

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka Indonesia turun menjadi 4,65% pada Mei 2026.

Prabowo Putuskan Pengganti Perry, Pekan Ini
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Prabowo Putuskan Pengganti Perry, Pekan Ini

Beredar nama-nama calon pengganti Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia, termasuk Destry Damayanti

INDEKS BERITA