Transaksi Melesat, Bursa Kripto Siap Meluncur di Akhir Tahun

Jumat, 18 Juni 2021 | 05:15 WIB
Transaksi Melesat, Bursa Kripto Siap Meluncur di Akhir Tahun
[]
Reporter: Achmad Jatnika, Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan investor maupun nilai transaksi aset kripto kian melesat. Meski hingga kini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) belum meluncurkan bursa khusus aset kripto di Indonesia, namun Bappebti menegaskan di akhir 2021 bursa aset kripto akan beroperasi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut transaksi uang kripto mencapai Rp 370 triliun per Mei 2021.

Transaksi tersebut naik lima kali lipat dibanding akhir 2020 sebesar Rp 65 triliun. Sementara investor aset kripto mencapai 6,5 juta orang, naik dari akhir 2020 sebanyak 4 juta orang.

Baca Juga: Bappebti menggodok rencana pemberlakuan pajak investasi aset kripto

Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan, pembentukan bursa ini sebagai usaha pemerintah mengembangkan ekosistem dan industri aset kripto di Indonesia. Ia membeberkan, ada dua pihak yang mengajukan diri menjadi bursa kripto. 

Saat ini, Bappebti tengah mengevaluasi dan memverifikasi persyaratan yang harus dipenuhi sebagai bursa. "Industri aset kripto ini berbasis digital dan IT, jadi standar kami tinggi. Bahkan, tidak mudah memenuhi persyaratan tersebut, tapi ini karena kami tidak mau asal dan berusaha menjamin keamanan investor," kata Wisnu. Pembentukan bursa kripto juga berjalan paralel dengan infrastruktur pendukung lainnya. 

Research & Development Manager ICDX Jericho Biere mengatakan ICDX telah mengajukan diri sebagai salah satu calon bursa cryptocurrency dan mengajak Indonesia Clearing House (ICH) sebagai lembaga kliring pasar fisik aset kripto. 

Wisnu memaparkan, Bappebti juga tengah mempertimbangkan kembali pendaftaran pedagang aset kripto. Sejauh ini, baru ada 13 pedagang aset kripto yang telah terdaftar di Bappebti. 

Baca Juga: Rencana Elon Musk hingga akumulasi Tudor bakal jadi pendongkrak harga Bitcoin

Bappebti masih menggodok perubahan peraturan terkait pedagang aset kripto. "Peraturan yang sebelumnya perlu dievaluasi kembali, misalnya persyaratan teknis hingga minimal nilai permodalan," terang Wisnu.

Wisnu juga menambahkan mengenai pajak aset kripto nantinya pajak yang akan dikenakan adalah PPh final. "Rencananya PPh final sama dengan yang berlaku pada bursa efek, besarannya juga masih dalam kajian," ujar Wisnu dalam webinar yang diadakan Kompas, Kamis (17/6).
 

Bagikan

Berita Terbaru

Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?

Dominasi bitcoin yang masih berada di kisaran 58%-60% membuat reli altcoin diperkirakan belum akan berlangsung merata.

Kinerja Emiten Susu Moncer, Pemangkasan MBG Bakal Jadi Ujian di Semester II
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Kinerja Emiten Susu Moncer, Pemangkasan MBG Bakal Jadi Ujian di Semester II

Persoalan serius datang dari wacana BGN yang mengusulkan agar susu bermerek tidak lagi menjadi pemasok dalam program MBG.

Infrastruktur Dongkrak Kredit Konstruksi
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:06 WIB

Infrastruktur Dongkrak Kredit Konstruksi

Belanja modal korporasi dan proyek pemerintah menopang lonjakan pembiayaan konstruksi.                  

Pemerintah Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Pemerintah Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%

Presiden Prabowo akan segera mengumumkan paket stimulus tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional

Pendapatan dan Laba HRUM Melejit Dua Digit
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Pendapatan dan Laba HRUM Melejit Dua Digit

Emiten pertambangan batubara ini meraih pertumbuhan positif dari sisi top line dan bottom line di semester I-2026.

Impor Perlebar Defisit Transaksi Berjalan
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Impor Perlebar Defisit Transaksi Berjalan

Defisit transaksi berjalan tahun ini diperkirakan bisamelebar hingga 2% dari produk domestik bruto (PDB)

Penjualan Segmen Herbal Turun, Laba Bersih SIDO Merosot 44%
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Penjualan Segmen Herbal Turun, Laba Bersih SIDO Merosot 44%

Emiten produsen jamu Tolak Angin ini meraup penjualan Rp 1,47 triliun per akhir Juni 2026, turun 21% secara tahunan.

Segmen Pakan Ternak Dorong Laba CPIN Tumbuh 95% Pada Semester I-2026
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:02 WIB

Segmen Pakan Ternak Dorong Laba CPIN Tumbuh 95% Pada Semester I-2026

Di semester I-2026, CPIN mencetak laba bersih Rp 3,7 triliun, melonjak hampir dua kali lipat atau sekitar 95,13% yoy. ​

Menyaring Tambahan Anggaran Jumbo K/L
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Menyaring Tambahan Anggaran Jumbo K/L

Kementerian Pertahanan, Pekerjaan Umum, dan Polri usulkan tambahan anggaran paling besar            

Emiten Grup Merdeka Bersiap Memanen Laba
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Emiten Grup Merdeka Bersiap Memanen Laba

Realisasi operasional menjadi sinyal positif kinerja keuangan emiten Grup Merdeka pada semester I-2026. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler