Tren Harga Turun, Transaksi Aset Kripto Masih Tinggi

Kamis, 07 April 2022 | 03:40 WIB
Tren Harga Turun, Transaksi Aset Kripto Masih Tinggi
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan pasar aset kripto di kuartal I-2022 bergerak mendatar. Ekspektasi kenaikan suku bunga, inflasi, hingga konflik Rusia-Ukraina membatasi pergerakan harga berbagai aset kripto.

Di saat bersamaan, aset kripto minim sentimen positif yang bisa mengangkat harga aset kripto. Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar bergerak di US$ 34.000-US$ 45.000 per BTC.

Meski begitu, COO Tokocrypto Teguh K Harmanda mengklaim jika jumlah investor Tokocyrpto justru naik 26% menjadi 2,7 juta pengguna per akhir Maret 2022 dari akhir 2021 sebanyak 2 juta pengguna. "Sementara transaksi atau volume trading aset kripto sampai kuartal I-2022 mencapai US$ 300 juta-400 juta per minggu," ujar dia.

Baca Juga: Binance Pimpin Kontribusi Investor Dalam Bailout Pencurian Koin Digital US$ 615 Juta

Angka ini naik sekitar 60% dari pencapaian akhir Desember 2021 sebesar US$ 190 juta per minggu. Kenaikan tersebut tidak lepas dari sentimen positif dari pasar kripto lokal pada tahun ini. Mulai dari munculnya NFT Ghozali hingga proyek kripto lokal yang marak di awal tahun ini kembali mendongkrak pamor industri aset kripto. Alhasil banyak investor baru masuk.

Pria yang kerap dipanggil Manda ini mengatakan, imbas dari pasar kripto global yang stagnan seiring sentimen kenaikan suku bunga The Fed hingga ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina memang cukup menekan harga aset kripto.

CEO Triv Gabriel Rey tidak menampik, industri kripto memang cenderung kurang bergairah dari sisi harga aset kripto. Kendati begitu, ia mengaku, transaksi harian di Triv stabil, bahkan cenderung meningkat. "Di Triv sepanjang kuartal I-2022, setiap bulannya volume transaksi menembus Rp 1 triliun. Jauh lebih tinggi dari kuartal I-2021," terang dia.

Menurut Gabriel, saat ini para pelaku kripto sudah jauh lebih mature dibandingkan sebelumnya. Alhasil, saat pasar bearish dan dihantam berbagai sentimen negatif, tidak serta-merta membuat investor pergi.

Terlebih lagi, saat ini sudah terdapat banyak token yang memiliki fitur stacking sehingga investor tetap mendapatkan keuntungan. Gabriel mengaku perilaku stacking terlihat saat pada kuartal I-2022 di platform Triv.

Hal ini tercermin dari token Axie Infinity jadi token paling banyak ditransaksikan di Triv. "Stacking Axie ini bisa memberikan imbal hasil hingga 60% dalam setahun sehingga paling diminati para pengguna Triv," jelas dia. Koin Shiba Inu juga paling banyak ditransaksikan di Triv karena potensi keuntungan.

Baca Juga: Simak Lima Aset Kripto yang Berpotensi Memberikan Cuan pada Pekan Ini

Kalau di Tokocrypto,  Bitcoin (BTC) dan Binance Coin (BNB) menjadi aset kripto dengan volume tinggi. Menurut Manda, BTC kini menjadi aset lindung investasi. "Sementara BNB memiliki fundamental kuat dengan jaringannya banyak digunakan utilitas proyek kripto melalui Binance Smart Chain (BSC)," ujar dia.

Bagikan

Berita Terbaru

Melabuhkan Hati di Dunia Finansial
| Minggu, 06 September 2026 | 09:09 WIB

Melabuhkan Hati di Dunia Finansial

Malang melintang di dunia pasar modal dan investment banking, antarkan Nelwin Aldriansyah jadi Direktur Keuangan PT Elnusa Tbk

Melemah di Pekan Ex-Devidend, Saham CMRY Masih Menarik Dikoleksi
| Minggu, 06 September 2026 | 09:00 WIB

Melemah di Pekan Ex-Devidend, Saham CMRY Masih Menarik Dikoleksi

Pertumbuhan upah riil yang masih terbatas, pelemahan rupiah, serta kenaikan harga pangan berpotensi menekan daya beli.

BUMN Karya Terjepit Utang: PTPP Ditolak, WSKT Berhasil, ADHI Disuspensi
| Minggu, 06 September 2026 | 08:00 WIB

BUMN Karya Terjepit Utang: PTPP Ditolak, WSKT Berhasil, ADHI Disuspensi

Rudiyanto juga menyoroti akar masalah BUMN Karya ada pada tata kelola, bukan hanya sekadar posisi keuangan yang lemah.

Mengintip Kejelasan Terkait Satu Pintu Ekspor Komoditas
| Minggu, 06 September 2026 | 07:15 WIB

Mengintip Kejelasan Terkait Satu Pintu Ekspor Komoditas

Masa transisi ekspor satu pintu komoditas strategis tahap satu sudah kelar. Hasil pelaksanaan kebijakan ini?

Sinis Membawa Bencana
| Minggu, 06 September 2026 | 07:10 WIB

Sinis Membawa Bencana

​Kita menyaksikan ada beberapa tenaga kesehatan yang harus menelan pil pahit karena memberikan komentar di utas seorang pasien pengguna BPJS.

Suntikan Bahagia Murah Meriah saat Ekonomi Muram
| Minggu, 06 September 2026 | 07:10 WIB

Suntikan Bahagia Murah Meriah saat Ekonomi Muram

Memahami mekanisme fenomena lipstick effect dari kacamata perencanaan keuangan. Seperti apa perilaku ini?

 
Kemarau Menguji Ketahanan Kopi
| Minggu, 06 September 2026 | 06:50 WIB

Kemarau Menguji Ketahanan Kopi

Kemarau panjang tidak hanya meningkatkan biaya pemeliharaan tanaman, tetapi juga mulai membayangi produksi kopi.

Mereka yang Meraup Pulung dari Tren Industri Hijau
| Minggu, 06 September 2026 | 06:35 WIB

Mereka yang Meraup Pulung dari Tren Industri Hijau

MUTU International melihat peluang cuan dari meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap layanan keberlanjutan.

Pembiayaan Rumah Subsidi Mengalir Kian Deras
| Minggu, 06 September 2026 | 06:35 WIB

Pembiayaan Rumah Subsidi Mengalir Kian Deras

Kebutuhan hunian yang tinggi membuat pemerintah dan perbankan tidak hanya mengejar jumlah akad lewat skema FLPP. 

 
Kemiskinan dan UHNWI
| Minggu, 06 September 2026 | 06:10 WIB

Kemiskinan dan UHNWI

​Standar kemiskinan Indonesia berada jauh di bawah Vietnam dengan pendapatan VND 2,2 juta, setara Rp 1,49 juta.

INDEKS BERITA

Terpopuler