Tren Suku Bunga Menukik, Reksadana Pasar Uang Tetap Menarik

Kamis, 25 Juli 2019 | 05:33 WIB
Tren Suku Bunga Menukik, Reksadana Pasar Uang Tetap Menarik
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Bank Indonesia (BI) pada bulan ini telah menurunkan suku bunga acuan 7-day reverse repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%.

Reksadana pasar uang yang menempatkan dana kelolaan di berbagai instrumen pasar uang, seperti deposito berjangka dan obligasi tenor pendek, akan terpengaruh penurunan suku bunga tersebut.

Meski begitu, analis menilai reksadana pasar uang tetap menarik sebagai instrumen investasi, terutama untuk pemula. Salah satu alasannya, return reksadana pasar uang diyakini tetap lebih tinggi ketimbang deposito.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, jika suku bunga BI stabil di level 5,75% hingga akhir tahun, return reksadana pasar uang diprediksi bakal berada di rentang 5%–5,25%. "Tetap saja imbal hasil reksadana pasar uang masih lebih tinggi dari imbal hasil deposito, yang juga ikut turun," kata Wawan, Senin (22/7).

Selain itu, reksadana pasar uang menawarkan potensi keuntungan yang lebih stabil. Sementara reksadana berbasis saham dan obligasi, meski potensi return lebih tinggi, kinerjanya fluktuatif karena terimbas sentimen perang dagang dan isu politik.

Kelebihan lainnya, reksadana pasar yang likuid seperti tabungan. Modal awal investasinya juga mini.

Keunggulan ini yang ditawarkan Narada Aset Manajemen ketika merilis reksadana pasar uang bertajuk Narada Milenesia Cash Fund, Senin (22/7). Membidik investor ritel tenor jangka pendek, Narada membuka peluang investor berinvestasi cukup dengan modal Rp 10.000 per unit.

Tujuan Narada adalah menjaring investor pemula. Chief Marketing Officer Narada Aset Manajemen Anie Puspitasari menargetkan, reksadana ini bisa memenuhi target 1.000 investor dalam satu bulan ke depan. Proyeksi Anie, imbal hasil reksadana pasar uang Narada ini mencapai 5%–7% dalam setahun.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Amonia serta Proyek SAF dan Blue Amonia Menyengat Saham ESSA
| Selasa, 14 April 2026 | 18:52 WIB

Harga Amonia serta Proyek SAF dan Blue Amonia Menyengat Saham ESSA

Proyeksi harga rata-rata amonia tahun ini pun diprediksi masih akan tinggi mengingat konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum usai.

SRBI Makin Menarik di 2026: Yield Naik, Asing Masuk Agresif
| Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB

SRBI Makin Menarik di 2026: Yield Naik, Asing Masuk Agresif

Imbal hasil SRBI melesat hingga 5,76%, tertinggi sejak Agustus 2025. Waspada dampak pada suku bunga bank dan harga obligasi.

Mekar Sejak Juli, Kini Dana Kelolaan Reksadana Layu pada Maret 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 12:00 WIB

Mekar Sejak Juli, Kini Dana Kelolaan Reksadana Layu pada Maret 2026

Penurunan tajam harga saham dan obligasi, menjegal tren pertumbuhan dana kelolaan industri. Masih bisa mekar di tengah dinamika pasar?

Jaga Pengeluaran biar WFH Tak Bikin Boncos
| Selasa, 14 April 2026 | 11:24 WIB

Jaga Pengeluaran biar WFH Tak Bikin Boncos

Kebijakan WFH bisa mengurangi berbagai pengeluaran. Bagaimana cara agar pengeluaran tak jebol saat WFH? 

Menelisik Dana Kelolaan Reksadana Kuartal Pertama Tahun 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 10:33 WIB

Menelisik Dana Kelolaan Reksadana Kuartal Pertama Tahun 2026

Penyebab utama koreksi tentu saja perang Iran yang memicu kenaikan harga energi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi 15% di  Maret 2026.

Daya Beli Tercekik, Emiten Consumer Staples Dihantui Ancaman Pertumbuhan Semu!
| Selasa, 14 April 2026 | 09:30 WIB

Daya Beli Tercekik, Emiten Consumer Staples Dihantui Ancaman Pertumbuhan Semu!

Fokus utama emiten saat ini bukan lagi memburu pertumbuhan yang meroket, melainkan mempertahankan pangsa pasar.

Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih Sehat
| Selasa, 14 April 2026 | 08:29 WIB

Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih Sehat

Prospek PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) diproyeksi masih sehat, meski ada potensi kenaikan harga bahan baku akibat konflik di Timur Tengah.​

Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan
| Selasa, 14 April 2026 | 08:23 WIB

Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan

Sejumlah emiten akan melakukan pembayaran dividen pada April ini​. Bagi para pemburu dividen, masih ada kesempatan untuk meraup cuan dividen.

Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham Berdebar
| Selasa, 14 April 2026 | 08:15 WIB

Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham Berdebar

Kekhawatiran pasar berpotensi meningkat pasca gagalnya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.​

Menengok Transformasi Bisnis Petrosea dan Peluang Berlanjutnya Reli Saham PTRO
| Selasa, 14 April 2026 | 08:05 WIB

Menengok Transformasi Bisnis Petrosea dan Peluang Berlanjutnya Reli Saham PTRO

Prospek jangka menengah dan panjang PT Petrosea Tbk (PTRO) terjaga berkat deretan kontrak jangka panjang bernilai jumbo.

INDEKS BERITA

Terpopuler