Berita

Turis China Berhemat, Pariwisata Sekarat

Sabtu, 07 September 2019 | 06:41 WIB

ILUSTRASI. Turis China mengurangi pelesir ke Bali

KONTAN.CO.ID - HANOI. Pelemahan ekonomi China yang dibarengi penurunan mata uang yuan berimbas pada bisnis pariwisata di kawasan Asia Tenggara.

Terang saja, turis China dalam beberapa tahun terakhir menyumbang cukup besar terhadap pemasukan sektor wisata di negara-negara Asia Tenggara.

Kini, wisatawan China tak lagi ramai memenuhi pantai-pantai di Bali atau memenuhi hotel-hotel di Hanoi, Vietnam.

Penurunan jumlah wisatawan Tiongkok yang plesiran ke luar negeri jadi pelajaran yang menyakitkan bagi negara-negara seperti Thailand dan Indonesia yang sangat bergantung pada turis China.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Juli 2019, turis China berada di posisi kedua terbesar yang menyambangi Indonesia dengan persentase 13,06%. Turis Tiongkok setelah Malaysia yang sebesar 16,19%.

Menurunnya kedatangan wisatawan China dirasakan di seluruh kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Saat lawatan ke Beijing, Merkel: Perang dagang AS-China memengaruhi seluruh dunia

"Selalu ada risiko yang terkonsentrasi ketika mengandalkan satu pasar, dan banyak negara kemungkinan tak dapat menemukan pengganti untuk pertumbuhan yang cukup cepat seperti itu," kata Kepala Riset Pasar Ekonomi dan Keuangan Siam Commercial Bank Pcl Kampo Adireksombat, dilansir dari Bloomberg, Jumat (6/9).

Merosotnya jumlah pelancong asal China diproyeksi berlanjut sampai tahun depan, jika perang dagang terus membebani ekonomi negara berpenduduk terbesar di dunia ini.

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: Ferrika Sari
Editor: Herry Prasetyo

IHSG
6.236,69
0.28%
17,26
LQ45
985,92
0.27%
2,68
USD/IDR
14.100
0,57
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga