Uni Eropa Siapkan Rezim Pajak Terpadu yang Lebih Bersahabat dengan Bisnis

Selasa, 18 Mei 2021 | 21:56 WIB
Uni Eropa Siapkan Rezim Pajak Terpadu yang Lebih Bersahabat dengan Bisnis
[ILUSTRASI. Kantor pusat Komisi Eropa di Belgia sebelum masa pandemi, 28 Oktober 2019. REUTERS/Yves Herman TPX IMAGES OF THE DAY]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BRUSSEL. Eksekutif Uni Eropa, Selasa (18/5), menyiapkan rencana untuk memberlakukan rezim pajak yang terpadu bagi korporasi. Rezim semacam ini dinilai lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus membantu pertumbuhan ekonomi.

Wakil Presiden Komisi Eropa Valdis Dombrovskis mengatakan langkah tersebut akan menetapkan dasar bagi sistem pajak perusahaan di Eropa yang sesuai untuk abad ke-21.

"Perpajakan perlu mengikuti kecepatan dengan ekonomi dan prioritas kami yang berkembang. Aturan perpajakan kami harus mendukung pemulihan yang inklusif, transparan dan menutup pintu penghindaran pajak," demikian pernyataan tertulis Dombrovskis.

Baca Juga: Harga minyak melonjak 1% di tengah harapan pemulihan ekonomi AS dan Eropa

Komisi mengusulkan agar perusahaan besar tertentu yang beroperasi di Uni Eropa mempublikasikan tarif pajak efektif yang ditanggungnya untuk memastikan transparansi yang lebih besar. Komisi juga mengusulkan sejumlah aturan baru untuk mencegah penghindaran pajak, untuk mengatasi penyalahgunaan perusahaan cangkang.

Rencana pajak baru ini bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi Uni Eropa setelah pandemi, dengan mengatasi bias utang-ekuitas dalam perpajakan perusahaan. Rezim pajak yang berlaku sekarang dinilai lebih menguntungkan perusahaan yang memenuhi kebutuhan pendanaannya dengan utang daripada mereka yang memanfaatkan ekuitas.

Ini berarti, rancangan aturan pajak yang baru itu akan mendorong perusahaan untuk mengutamakan pendanaan dengan ekuitas dibandingkan dengan utang.

Komisi juga mengusulkan agar negara anggota mengizinkan perusahaan melakukan pengakuan kerugian, setidaknya hingga tahun fiskal sebelumnya.

Ini akan menguntungkan perusahaan yang membukukan keuntungan di tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19. Karena, aturan semacam ini akan memungkinkan mereka untuk mengompensasi kerugian selama 2020 dan 2021 dengan pajak yang dibayarkan sebelum tahun 2020.

Selanjutnya: Neraca dagang bulan April 2021 diprediksi masih surplus

 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA