United Tractors (UNTR) Menggali Laba di Bisnis Tambang Emas

Senin, 22 Juli 2019 | 05:30 WIB
United Tractors (UNTR) Menggali Laba di Bisnis Tambang Emas
[]
Reporter: Aloysius Brama | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) terus mengoptimalkan bisnis tambang emasnya. Produksi tambang yang didapat sejauh ini masih sejalan dengan target.

Sekretaris perusahaan UNTR Sara Loebis menyebut, hingga Mei lalu, total emas yang telah dikeduk perusahaan ini mencapai 155.000 ons troi. Angka ini setara 44,4% dari target tahun ini, yaitu 350.000 ons troi.

Realisasi itu tercapai karena produksi tambang emas UNTR kembali meningkat. "Sampai Mei, rata-rata pengedukan emas UNTR per bulan mencapai 31.000 ons troi, ujar Sara akhir pekan lalu (19/7).

Volume pengedukan tersebut naik 15% dibanding penambangan April yang hanya sebesar 27.000 ons troi. Jumlah ini menjadi yang terendah sepanjang tahun ini.

Namun, Sara belum bisa mengungkapkan berapa hasil tambang periode Juni lalu. Yang terang, bisnis yang tergolong baru bagi UNTR ini cukup menghasilkan.

Belum genap setahun, tambang emas Martabe mampu mendatangkan pundi-pundi keuangan Rp 1,9 triliun untuk UNTR. Pemasukan ini didapat setelah UNTR menjual 97.000 ons troi emas sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Lebih berkilau

Tambang emas merupakan salah satu bentuk diversifikasi yang dilakukan UNTR melalui anak usahanya, PT Agincourt Resources. Usaha tersebut mulai direalisasikan pada tahun lalu.

Ke depan, UNTR dipastikan akan melakukan eksplorasi tambang lanjutan di lokasi yang berbeda. Hal ini dilakukan agar kontribusi penambangan emas bisa bertambah signfikan. Saat ini, jumlah cadangan emas yang ada sebesar 4,5 juta ons troi.

Tak menutup kemungkinan, UNTR bakal melakukan ekspansi dengan kembali mengakuisisi tambang baru. Namun, hal ini belum akan terealisasi dalam waktu dekat. "Belum ada hasil matang dari penjajakan yang dilakukan," tandas Sara.

Dessy Lapagu, analis Samuel Sekuritas, menilai, performa tambang Martabe meningkat sejak diambil alih oleh UNTR. Produksi 155.000 ton-156.000 ons troi tersebut setara dengan realisasi sebesar 70% dari perkiraan produksi menurut Samuel Sekuritas, yakni 221.000 ons troi.

"Martabe yang baru berkontribusi pada Desember tahun lalu mampu membuktikan kinerja positifnya secara year to date, ditopang juga dengan penguatan harga emas sebesar 9,7% sejak awal tahun," tulis Dessy dalam risetnya per 16 Juli.

Dengan demikian, selain batubara, tambang emas bakal menjadi penopang kinerja keuangan UNTR. Ini menjadi alasan Dessy bullish dengan saham UNTR.

Adapun tipisnya kenaikan harga saham UNTR belakangan ini lebih karena sentimen industri batubara. "Maintain buy UNTR dengan target harga Rp 33.800," jelas Dessy. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham UNTR betah di level Rp 27.275 per saham.

Bagikan

Berita Terbaru

PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 2,76 Triliun Per Januari 2026
| Minggu, 01 Maret 2026 | 04:30 WIB

PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 2,76 Triliun Per Januari 2026

Pencapaian tersebut meningkat 120,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya alias year on year (yoy). ​

Harga Batubara Global Anjlok, Kinerja Indo Tambangraya (ITMG) Tahun 2025 Ikut Jeblok
| Minggu, 01 Maret 2026 | 04:24 WIB

Harga Batubara Global Anjlok, Kinerja Indo Tambangraya (ITMG) Tahun 2025 Ikut Jeblok

Laba bersih PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)  terkontraksi 48,96% yoy jadi US$ 190,94 juta pada 2025, dari US$ 374,12 juta pada tahun 2024.​

Segmen Bisnis Otomotif dan Batubara Tekan Kinerja Grup Astra
| Minggu, 01 Maret 2026 | 04:19 WIB

Segmen Bisnis Otomotif dan Batubara Tekan Kinerja Grup Astra

Laba PT Astra International Tbk (ASII) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami koreksi sepanjang tahun lalu.​

Siasat Mudik dengan Kuda Besi Bertenaga Listrik
| Minggu, 01 Maret 2026 | 03:05 WIB

Siasat Mudik dengan Kuda Besi Bertenaga Listrik

Penggunaan mobil listrik untuk mudik semakin populer. Agar mudiknya aman dan nyaman, berkendara dengan mobil listrik perlu siasat.

Cara WTON Memperkokoh Bisnis Beton Rendah Emisi
| Minggu, 01 Maret 2026 | 02:35 WIB

Cara WTON Memperkokoh Bisnis Beton Rendah Emisi

Kinerja ESG WIKA Beton mendapat apresiasi mentereng. S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) memberi skor 71 dari skala 100.

 
Menguji Keandalan Infrastruktur Mobil Listrik di Musim Mudik
| Minggu, 01 Maret 2026 | 02:20 WIB

Menguji Keandalan Infrastruktur Mobil Listrik di Musim Mudik

Jumlah pemudik yang menggunakan mobil listrik diproyeksikan tumbuh tahun ini. Apa saja layanan yang dipersiapkan operator SPKLU?

 
Kemelut Tarif Trump
| Minggu, 01 Maret 2026 | 02:15 WIB

Kemelut Tarif Trump

Harian New York Times edisi Senin, 23 Februari 2026, ikut memberitakan kesepakatan tarif AS dengan negara Asia, termasuk Indonesia. 

Banyak Transaksi Jumbo di Pasar Negosiasi, Apakah Bisa Jadi Sinyal Beli?
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:00 WIB

Banyak Transaksi Jumbo di Pasar Negosiasi, Apakah Bisa Jadi Sinyal Beli?

Jika crossing saham terjadi di harga premium maka investor di pasar reguler dapat merespon positif, harga sahamnya juga bisa mengalami apresiasi.

Tertekan Aksi Jual, IHSG Ambruk Dalam Sepekan
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:13 WIB

Tertekan Aksi Jual, IHSG Ambruk Dalam Sepekan

Di sepanjang pekan ini IHSG terkoreksi seiring masih besarnya tekanan jual dalam beberapa hari terakhir.

Penjualan Kuat, Laba Bersih Avia Avian (AVIA) Melesat Pada 2025
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:06 WIB

Penjualan Kuat, Laba Bersih Avia Avian (AVIA) Melesat Pada 2025

PT Avia Avian Tbk (AVIA) meraup laba bersih Rp 1,74 triliun pada 2025, meningkat 4,99% secara tahunan.​

INDEKS BERITA

Terpopuler