Untuk Beli Saham Big Hit, Investor Ritel Kumpulkan Dana hingga US$ 50 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2020 | 10:13 WIB
Untuk Beli Saham Big Hit, Investor Ritel Kumpulkan Dana hingga US$ 50 Miliar
[ILUSTRASI. BTS dari Big Hit Entertainment, grup K-Pop yang paling populer dibicarakan di Twitter. ]
Reporter: Nathasya Elvira | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SEOUL (Reuters). Investor ritel Korea Selatan mengumpulkan dana lebih dari US$ 50 miliar untuk mendapatkan saham Big Hit Entertainment. Saham pengelola label K-Pop, BTS itu, diperdagangkan di harga 600 kali dari nilai sahamnya.

Jumlah dana ritel yang digabungkan mencapai 58,4 triliun won, setara US$ 50,3 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan rekor pengumpulan sebelumnya, yaitu 58,55 triliun won. Itu adalah nilai pengumpulan investor ritel yang ikut serta dalam pencatatan saham Kakao Games, September lalu.

Sebagian besar tawaran untuk saham Big Hit dengan harga 135.000 per saham, datang terlambat pada hari kedua dari dua hari pesanan investor individu.

Baca Juga: Cara membeli saham perdana Big Hit Entertainment, agensi BTS

“Saya menunggu sampai jam 2 siang untuk berlangganan karena saya ingin memilih regulator dengan persaingan yang lebih sedikit untuk penawaran,” kata Oh Sang-min,seorang pekerja ritel berusia 32 tahun yang mengajukan penawaran senilai 100 juta won setelah mengambil pinjaman.

Dia diberitahu oleh manajer pengelolah uangnya bahwa dia hanya dapat mengambil dua saham.

Ada beberapa kekhawatiran bahwa dana yang masuk dari investor ritel dapat mempengaruhi pasar uang jangka pendek karena dana tersebut akan berada di pembuangan pedagang perantara selama tiga hari, sebelum investor yang tidak mendapatkan saham mendapatkan uang mereka kembali.

Tetapi jumlah total penawaran ritel tidak sesuai dengan perkiraan 100 triliun won, dan mereka sedang memantau situasi tetapi tidak terlalu khawatir tentang dampaknya, kata salah satu sumber pasar, Selasa (06/10).

Beberapa analis mengatakan, bahwa anggota band mungkin harus menyelesaikan dinas wajib militer agar dapat mencegah permintaan ritel mencapai ketinggian seperti itu. Berdasarkan undang-undang Korea Selatan, semua pria berbadan sehat yang berusia antara 18 dan 28 tahun harus wajib  militer selama kurang lebih dua tahun.

Tetapi ada juga seruan yang meningkat agar anggota BTS diberikan alternatif atau penundaan layanan dengan beberapa anggota parlemen, dan penggemar berdebat bahwa mereka melakukan banyak hal untuk negara mereka tanpa mengenakan seragam tentara.

Baca Juga: Indonesia Pasar Empuk Bagi Korsel, KPop Digilai, Sektor Keuangan Jadi Target Akuisisi

Band ini didukung oleh basis penggemar global yang besar. Beberapa waktu lalu baru saja menduduki posisi pertama di urutan lagu single Billboard Hot 100 AS oleh grup Korea Selatan dengan lagu "Dynamite".

Penawaran sekitar 20% dari perusahaan dalam IPO-nya, Big Hit Entertainment  yang dipimpin oleh CEO Bang Si-hyuk, telah mengumpulkan sekitar 962,6 miliar won atau $ 830 juta. Di bagian institusional dari penawaran tersebut, investor menyatakan minatnya lebih dari 1.000 kali lipat jumlah saham yang ditawarkan.

Saham label ini akan mulai diperdagangkan pada 15 Oktober.

Bagikan

Berita Terbaru

Saham Prajogo Pangestu Mayoritas Melempem di Awal 2026, Investor Lebih Selektif
| Jumat, 16 Januari 2026 | 11:00 WIB

Saham Prajogo Pangestu Mayoritas Melempem di Awal 2026, Investor Lebih Selektif

Saham afiliasi Prajogo Pangestu melemah di awal Januari 2026, Analisis menyebut kondisi ini dalam fase konsolidasi.

United Tractors (UNTR) Hentikan Periode Buyback Saham
| Jumat, 16 Januari 2026 | 09:13 WIB

United Tractors (UNTR) Hentikan Periode Buyback Saham

PT United Tractors Tbk (UNTR) menuntaskan pelaksanaan pembelian kembali saham alias buyback sejak 14 Januari 2026.

Bintang Cahaya Investment Resmi Jadi Pengendali Agro Yasa Lestari (AYLS)
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:56 WIB

Bintang Cahaya Investment Resmi Jadi Pengendali Agro Yasa Lestari (AYLS)

Setelah merampungkan proses akuisisi saham, PT Bintang Cahaya Investment resmi jadi pengendali baru PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS). 

Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Laju IHSG Ditopang Harga Komoditas
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:51 WIB

Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Laju IHSG Ditopang Harga Komoditas

Dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengakumulasi penguatan 1,55%.​ Faktor domestik dan global, jadi sentimen pendorong IHSG.

Rencana Pemangkasan Komisi Aplikasi Bisa Menekan Kinerja GOTO
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:43 WIB

Rencana Pemangkasan Komisi Aplikasi Bisa Menekan Kinerja GOTO

Wacana penurunan komisi tersebut berpotensi menekan kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Saham Emiten Rokok Bersiap Mengepul Lagi
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:35 WIB

Saham Emiten Rokok Bersiap Mengepul Lagi

Saham-saham emiten rokok diprediksi bangkit pada tahun ini. Kepastian margin usaha akibat kebijakan tarif cukai jadi katalis utama.

ARCI Gencar Eksplorasi di Tengah Penguatan Harga Emas
| Jumat, 16 Januari 2026 | 07:00 WIB

ARCI Gencar Eksplorasi di Tengah Penguatan Harga Emas

ARCI gelontorkan US$ 10 juta (Rp168,53 M) eksplorasi 397 titik di tahun 2025, Analis menyebut tren bullish dengan target harga Rp 1.950.

Saham Emiten-Emiten Terafiliasi Boy Thohir Menghijau di Awal Tahun 2026
| Jumat, 16 Januari 2026 | 06:08 WIB

Saham Emiten-Emiten Terafiliasi Boy Thohir Menghijau di Awal Tahun 2026

Emiten afiliasi Boy Thohir (ADRO, ADMR, MBMA, AADI) menguat didorong komoditas. Proyeksi laba MBMA 2025 US$ 28,7 juta, dan target harga Rp 850.

Miliaran Saham Dilepas Investor Institusi Asing di BBCA, Sementara BMRI Diakumulasi
| Jumat, 16 Januari 2026 | 04:30 WIB

Miliaran Saham Dilepas Investor Institusi Asing di BBCA, Sementara BMRI Diakumulasi

Pemborong terbesar saham BBCA adalah Blackrock Inc yang membeli 12,10 juta saham dan tertcatat pada 14 Januari 2026.

Peluang Rebound Terbuka, Saham BUKA Harus Bertahan di Level Segini
| Jumat, 16 Januari 2026 | 03:30 WIB

Peluang Rebound Terbuka, Saham BUKA Harus Bertahan di Level Segini

Ketahanan harga saham BUKA jangka pendek, jadi kunci utama untuk mengonfirmasi apakah penguatan ini bersifat sementara atau awal tren yang solid.

INDEKS BERITA

Terpopuler