Usai Michelin Akuisisi Multistrada (MASA), Persaingan Emiten Ban Bakal Sengit

Jumat, 08 Maret 2019 | 08:21 WIB
Usai Michelin Akuisisi Multistrada (MASA), Persaingan Emiten Ban Bakal Sengit
[]
Reporter: Agung Hidayat | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan pasar ban di dalam negeri terus menggelinding. Kompetisi merebut pasar lokal menjadi semakin ketat setelah produsen ban asal Prancis, Michelin, mengakuisisi pabrikan lokal PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA). Tahun ini, MASA memasang target penjualan ban meningkat, baik untuk roda dua maupun roda empat.

Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk Uthan Muhammad Arief Sadikin, mengatakan, MASA cukup optimistis menjalani bisnis dalam beberapa tahun ke depan. Semua segmen ban di Indonesia diyakini bisa bertumbuh. "Dengan selesainya jaringan infrastruktur yang baru akan meningkatkan kebutuhan ban secara bertahap untuk ban mobil, motor, truk dan bus," sebut dia kepada KONTAN, Rabu (6/3) lalu.

Dengan dorongan ekspansi tersebut, manajemen Multistrada Arah Sarana menargetkan penjualannya bisa terus menanjak. Perinciannya, untuk penjualan produk ban motor ditargetkan tumbuh hingga 20% dan untuk ban mobil sebesar 5%-10%.

Selain jaringan infrastruktur, MASA juga sudah menyiapkan langkah strategis untuk menggenjot pertumbuhan penjualan. Kelak, jaringan toko dan gerai akan bertambah. Uthan bilang, MASA menargetkan menambah 50 hingga 100 toko melalui branding toko-toko dan gerai unit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sudah ada.

Asal tahu saja, porsi penjualan ekspor MASA masih yang paling besar. Dari total penjualan ban mobil, sebesar 70% menyasar pasar ekspor, sisanya 30% dijual di dalam negeri. Sedangkan penjualan ban motor 100% masih untuk memenuhi pasar dalam negeri. "Ban sepeda motor masih ada ruang (pasar) yang besar saat ini," ungkap Uthan.

Sebagai gambaran, saat ini 80% saham MASA dikuasai oleh Michelin. Berdasarkan annual highlight perusahaan secara global di sepanjang tahun 2018 lalu, penjualan Michelin tumbuh 4,1% secara year on year (yoy), sedangkan secara volume penjualan naik hanya 0,9% (yoy).

Untuk permintaan ban truk di kawasan Asia, menurut laporan tersebut, tergolong menurun, apalagi pasar Michelin di Tiongkok menyusut hingga 18% pada semester kedua tahun lalu. Hal tersebut terpengaruh kondisi ekonomi yang sangat tidak menentu akibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Peluang baru

Namun, KONTAN belum berhasil menghubungi manajamen Michelin di Indonesia. Sehingga belum diketahui pencapaian penjualan ban Michelin di Indonesia.

Sementara Catharina Widjaja, Direktur PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menyebutkan bahwa Gajah Tunggal terus berusaha menembus segmen ban Original Equipment Manufacturer (OEM), dan meningkatkan penjualan ban truck and bus radial (TBR) yang mana merupakan segmen produk yang masih relatif baru, untuk mencuil peluang baru di luar negeri.

Manajemen Gajah Tunggal memproyeksikan pertumbuhan pendapatan kisaran 5% sampai 8% pada akhir tahun 2018, dengan komposisi dari penjualan domestik 60% dan ekspor 40%.

Dalam laporan keuangan kuartal ketiga tahun lalu, total penjualan Gajah Tunggal mencapai Rp 11,24 triliun atau meningkat 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,80 triliun.

Sebelumnya, pada akhir tahun lalu, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengklaim penjualan ban mereka meningkat lewat tiga merek produk ban roda dua yakni Aspira tyre, Aspira premio dan Pirelli.

Yusak Kristian, Direktur PT Astra Otoparts Tbk mengatakan penjualan divisi bannya tumbuh double digit meskipun permintaan di dalam negeri cenderung stabil. Namun merek Aspira mampu meraih kenaikan market share.

Hanya saja tak disebutkan secara rinci pangsa pasar ban Aspira maupun Pirelli. "Merek Aspira masuk dalam top brand. Sehingga brand awareness-nya terus meningkat," ungkap Yusak.

Bagikan

Berita Terbaru

Tekanan Jual Masih Kencang, IHSG Melemah 3,28% Dalam Sepekan
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Tekanan Jual Masih Kencang, IHSG Melemah 3,28% Dalam Sepekan

Dalam sepekan, IHSG masih terkoreksi sebesar -3,28%. Selama sepekan ini, koreksi IHSG didominasi oleh tekanan jual yang relatif meningkat.

Valas Safe Haven Tertekan Indeks Dolar AS
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Valas Safe Haven Tertekan Indeks Dolar AS

Di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY), prospek JPY dan CHF berada di bawah bayang-bayang dominasi dolar AS. ​

Guyur Anak Usaha Rp 6,45 Triliun, Prospek EMAS Semakin Bernas
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Guyur Anak Usaha Rp 6,45 Triliun, Prospek EMAS Semakin Bernas

Dana tersebut akan digunakan belanja modal (capex) dan belanja operasional (opex) PT Pani Industri Nusantara.

Strategi Bos Trisula Textile Industries (BELL):  Menakar Risiko Lewat Saham dan Emas
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Strategi Bos Trisula Textile Industries (BELL): Menakar Risiko Lewat Saham dan Emas

Potensi keuntungan tetap menjadi pertimbangan, tetapi tingkat risiko dari instrumen yang dipilih juga perlu diperhatikan.​

Strategi Sido Muncul (SIDO) Menyehatkan Kinerja
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:43 WIB

Strategi Sido Muncul (SIDO) Menyehatkan Kinerja

Penjualan SIDO pada semester I-2026 turun sekitar 20% secara tahunan. Penjualan herbal dan suplemen turun 41% menjadi sekitar Rp 639 miliar.​

Bisnis Mobil Bekas Auksi MPMX Melandai, Ini Penyebabnya
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Bisnis Mobil Bekas Auksi MPMX Melandai, Ini Penyebabnya

Kenaikan harga bahan bakar solar ternyata ikut memengaruhi minat konsumen terhadap mobil bekas bermesin diesel.

Reshuffle Lagi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Reshuffle Lagi

Kita berharap sistem demokrasi bisa kembali berjalan, kritik keras bukan dijawab dengan pemblokiran akun, tapi tanggapan yang lebih membangun.

Indikasi Fenomena Makan Tabungan Menguat Lagi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:45 WIB

Indikasi Fenomena Makan Tabungan Menguat Lagi

Pertumbuhan simpanan nasabah dengan nominal di bawah Rp 100 juta yang melambat menjadi 4,7% secara tahunan pada Juli 2026

Bank Kecil Menjaga Laju Bisnis Kredit
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Bank Kecil Menjaga Laju Bisnis Kredit

Bank kecil tetap ekspansif di tengah tekanan ekonomi.                                                    

Bensin Batubara dan Ujian Ekonomi Hilirisasi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:18 WIB

Bensin Batubara dan Ujian Ekonomi Hilirisasi

Pabrik coal-to-liquids (CTL) memerlukan modal besar yang baru kembali setelah bertahun-tahun beroperasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler