Windfall Tax dan Ketahanan Fiskal Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga minyak kembali menjadi ujian ketahanan fiskal Indonesia. Eskalasi konflik geopolitik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel berdampak pada terganggunya lalu lintas di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Ketegangan ini mendorong harga minyak mentah melonjak tajam. Sebelum konflik memanas, harga minyak sekitar US$ 70 per barel, kemudian sempat menyentuh puncak sekitar US$ 119 per barel.
Sebagai negara net importir energi yang selama ini memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM), Indonesia juga terkena dampaknya. Namun, pemerintah memilih untuk tetap menahan harga jual BBM bersubsidi. Pilihan kebijakan ini membawa konsekuensi, yakni anggaran subsidi energi membengkak dan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin kuat.
