Lu Jual, Gue Beli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di dunia keuangan modern, diksi seorang pejabat adalah instrumen kebijakan, sama riilnya dengan suku bunga atau cadangan devisa. Ini bukan kiasan.
Hedge fund dan bank investasi global mempekerjakan tim analis khusus untuk mengurai setiap kata dalam pidato pejabat bank sentral maupun menteri keuangan. Mereka memetakan sinyal tersembunyi: apakah pemerintah nyaman dengan level nilai tukar mata uang, ingin memperlemah demi daya saing ekspor, atau bersiap mempertahankan dari tekanan spekulan.
Praktik ini dikenal sebagai verbal intervention analysis, bagian dari tradisi central bank watching yang sudah puluhan tahun menjadi disiplin tersendiri di Wall Street dan pusat keuangan global.
Bank of Japan dan Kementerian Keuangan Jepang memahami ini dengan sangat baik. Mereka memiliki jenjang diksi yang sudah dikenal pasar: dari "kami memantau pergerakan nilai tukar" — meningkat ke "volatilitas yang berlebihan" — hingga "pergerakan yang searah dan spekulatif." Setiap tangga adalah sinyal terukur. Hasilnya, yen dikelola tidak hanya dengan cadangan devisa untuk intervensi market, tetapi juga dengan kecermatan bahasa.
Sebaliknya, Turki menanggung harga dari komunikasi yang ceroboh. Ketika pemimpinnya berulang kali mengirim sinyal seolah tak ada political will untuk menjaga stabilitas lira, antara lain dengan memecat tiga gubernur bank sentral dalam dua tahun, pasar merespons tanpa ampun. Lira anjlok terhadap dollar AS bertubi-tubi sepanjang kurun 2019 hingga akhir 2021.
Paling berbahaya dalam komunikasi moneter bukan sinyal ingin melemahkan atau menguatkan mata uang, melainkan sinyal indifference alias kesan bahwa pemerintah tidak merasa perlu untuk peduli ke mana nilai tukar bergerak. Sinyal semacam itu menghapus apa yang oleh pelaku pasar disebut government put.
Selama ini pelaku pasar valuta berasumsi bahwa ada semacam batas bawah nilai tukar sehingga pemerintah pasti akan bertindak jika batas bawah itu tersentuh. Namun. begitu asumsi itu lenyap, spekulan tidak lagi merasa perlu berhitung ulang sebelum mengambil posisi jual terhadap mata uang.
Siapapun pejabat yang berbicara tentang nilai tukar, di forum apapun, perlu menyadari satu hal: tak ada pernyataan yang bersifat lokal, walau hanya seloroh. Pasar global merekam setiap kata. Mereka tidak tertawa atau tepuk tangan demi mengamankan jabatan. Mereka hanya kenal: lu jual, gue beli.
