Wira Global Memasang Harga IPO di Batas Atas Rp 140

Selasa, 30 November 2021 | 04:35 WIB
Wira Global Memasang Harga IPO di Batas Atas Rp 140
[]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia tinggal selangkah lagi. Emiten venture builder asal Indonesia ini  memasang harga penawaran saham di Rp 140. Harga ini adalah batas atas dari rentang harga bookbuilding Rp 125 - Rp 140.

WGSH menawarkan saham 208,50 juta setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Calon emiten ini memasuki masa penawaran umum hingga 2 Desember dan rencana listing pada 6 Desember 2021. 

WGSH merupakan pabrik start up mulai dari hak atas kekayaan intelektual (HAKI) perangkat lunak, sumber daya manusia tenaga ahli teknologi, dan ekosistemnya menelurkan perusahaan rintisan bersama mitra strategis. 

Baca Juga: Mitra Angkasa Sejahtera (MAS) berencana gelar IPO, ini alasannya

Perusahaan yang berdiri tahun 2015 ini memiliki lebih dari 100 programmer. Edwin Pramana, Direktur Utama  WGSH mengatakan, saat ini revenue stream WGSH  mengandalkan jasa pemrograman dan jasa konsultasi IT. 

Ke depan WGSH akan mendapat tambahan captive revenue stream signifikan dari startup subsidiary milik sendiri. "Startup subsidiary membukukan pendapatan dividen," ujar dia.

Baca Juga: Ingin Jadi Produsen Emas Dominan di ASEAN, Begini Strategi Archi Indonesia (ARCI)

Bagikan

Berita Terbaru

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG
| Senin, 27 April 2026 | 08:00 WIB

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG

Implementasi program MBG masih menopang kinerja JPFA, program ini menambah konsumsi ayam nasional secara signifikan di 2026.

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May
| Senin, 27 April 2026 | 07:41 WIB

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May

Bursa saham Indonesia tertatih-tatih berjalan. Apakah fenomena Sell in May berpeluang memperparah IHSG?

Prospek  Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis
| Senin, 27 April 2026 | 07:22 WIB

Prospek Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencetak laba fantastis 2025. Prediksi pertumbuhan 2026 tidak lagi tiga digit, simak proyeksi terbarunya!

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 27 April 2026 | 06:57 WIB

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Badai menerjang IHSG, investor asing lepas saham besar-besaran. Jangan sampai salah langkah, pahami risikonya sebelum Anda bertindak.

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu
| Senin, 27 April 2026 | 06:55 WIB

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu

​Kredit konsumer perbankan melambat seiring daya beli masyarakat melemah, mendorong bank semakin ketat menyalurkan pembiayaan.

Dolar AS Melemah Tapi Bakal Bangkit: Kejutan di Tengah Ketegangan Global?
| Senin, 27 April 2026 | 06:45 WIB

Dolar AS Melemah Tapi Bakal Bangkit: Kejutan di Tengah Ketegangan Global?

Dolar AS sempat melemah di akhir pekan, namun kini berpotensi kembali menguat. Ketegangan geopolitik AS-Iran jadi pemicu. 

Hasil Stress Test, Perbankan Tanah Air Masih Kuat Hadapi Gejolak Ekonomi
| Senin, 27 April 2026 | 06:35 WIB

Hasil Stress Test, Perbankan Tanah Air Masih Kuat Hadapi Gejolak Ekonomi

​Stress test menunjukkan perbankan Indonesia tetap kuat menghadapi gejolak global, namun ekspansi kini dibuat lebih hati-hati 

Emiten Sawit: Siap Panen Cuan Berkat Mandatori B50
| Senin, 27 April 2026 | 06:30 WIB

Emiten Sawit: Siap Panen Cuan Berkat Mandatori B50

Mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 berpotensi dongkrak permintaan CPO domestik. Temukan emiten sawit yang paling diuntungkan.

 Strategi Mengerek Pangsa Pasar Perbankan Syariah
| Senin, 27 April 2026 | 06:30 WIB

Strategi Mengerek Pangsa Pasar Perbankan Syariah

Perbankan syariah tumbuh, tapi pangsa pasar masih di bawah 10%, dengan strategi antara konsolidasi atau ekspansi organik.

Melihat Efek Domino di Balik Pelemahan Rupiah dan Defisit APBN
| Senin, 27 April 2026 | 06:22 WIB

Melihat Efek Domino di Balik Pelemahan Rupiah dan Defisit APBN

Foreign outflow yang terkonsentrasi pada saham-saham big banks, menandai memburuknya sentimen investor asing dari pelemahan nilai tukar rupiah.

INDEKS BERITA

Terpopuler