WMUU Bidik Pertumbuhan 25% di 2022

Sabtu, 09 April 2022 | 04:30 WIB
WMUU Bidik Pertumbuhan 25% di 2022
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) membukukan kinerja memuaskan di tahun lalu. Emiten ini mengantongi kenaikan penjualan bersih dan laba bersih masing-masing 168,88% dan 186,78% secara tahunan.

Emiten yang berbisnis usaha peternakan ayam dan perdagangan pakan ternak ini mengantongi penjualan bersih Rp 3,09 triliun. Sementara laba bersih tahun 2021 mencapai Rp 209,26 miliar.

Chief Financial & HCD Officer WMUU Wahyu Andi Susilo menjelaskan, kinerja 2021 tumbuh signifikan berkat utilisasi penuh Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Giritontro, Wonogiri, Jawa Tengah. RPHU ini memiliki kapasitas produksi 12.000 ekor per jam. "Ini berdampak terhadap peningkatan penjualan kami pada tahun 2021," jelasnya, Jumat (8/4).

WMUU memperkirakan, pertumbuhan kinerja tahun ini tidak setinggi tahun lalu. Alasannya, rumah potong hewan kedua di Jawa Barat yang juga berkapasitas 12.000 ekor per jam baru beroperasi akhir tahun ini.

Tahun ini, WMUU menargetkan penjualan dan laba bersih tumbuh rata-rata 25%. Selain itu, WMUU menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp 1,2 triliun.

Wahyu bilang, dana tersebut akan digunakan untuk modal pengembangan beberapa fasilitas perusahaan. Di antaranya RPHU, broiler commercial farm, feedmil, breeding farm serta layer farm.

Layer farm saat ini sudah beroperasi dengan skala kecil dan dalam proses menuju kapasitas yang lebih besar. Breeeding farm ditargetkan mulai beroperasi kuartal dua ini. Broiler farm akan mulai beroperasi di kuartal III-2022. Feedmill akan mulai beroperasi di kuartal IV-2022.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Farras Farhan menanggapi, capaian penjualan dan laba bersih WMUU melebihi ekspektasi. Ini menandakan WMUU masih di jalur pertumbuhan, yang antara lain didorong segmen karkas.

WMUU merupakan satu-satunya emiten poultry yang tidak fokus pada segmen pakan atau feed, sehingga tidak tertekan kenaikan harga bahan baku pakan. WMUU mampu mencetak pertumbuhan penjualan karkas yang signifikan.

"Kami melihat WMUU dapat mencetak pendapatan Rp 3,7 triliun tahun ini dan laba bersih Rp 223 miliar," jelas Farras, Rabu (6/8). Dia merekomendasikan buy WMUU dengan target harga Rp 340 per saham. Kemarin, harga WMUU masih Rp 159 per saham.

 

Bagikan

Berita Terbaru

SRTG Jual Lagi Kepemilikan di NRCA, Harga Saham dalam Tren Melemah
| Kamis, 22 Januari 2026 | 12:00 WIB

SRTG Jual Lagi Kepemilikan di NRCA, Harga Saham dalam Tren Melemah

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) kembali mengurangi kepemilikannya di emiten konstruksi PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA).

Sebelum Kabar Pencabutan Izin Martabe, Asing Sedang Akumulasi UNTR
| Kamis, 22 Januari 2026 | 10:36 WIB

Sebelum Kabar Pencabutan Izin Martabe, Asing Sedang Akumulasi UNTR

Manajemen Agincourt menegaskan menghormati setiap keputusan pemerintah, dan tetap menjaga hak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

OJK: Sebanyak 72% Pedagang Aset Keuangan Digital Masih Rugi
| Kamis, 22 Januari 2026 | 10:30 WIB

OJK: Sebanyak 72% Pedagang Aset Keuangan Digital Masih Rugi

Mayoritas pedagang aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih menghadapi tekanan kinerja di sepanjang 2025. 

Terungkap, Alasan Indokripto (COIN) Belum Pakai Dana Hasil IPO Rp 220,58 miliar
| Kamis, 22 Januari 2026 | 10:24 WIB

Terungkap, Alasan Indokripto (COIN) Belum Pakai Dana Hasil IPO Rp 220,58 miliar

Manajemen PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) memberikan klarifikasi terkait belum digunakannya dana dana hasil IPO.

Saham COIN Rontok di Awal 2026, Fundamental dan Prospek Jangka Panjang Masih Menarik
| Kamis, 22 Januari 2026 | 08:35 WIB

Saham COIN Rontok di Awal 2026, Fundamental dan Prospek Jangka Panjang Masih Menarik

Selain bagian dari strategi sell on news oleh investor, koreksi harga COIN tak lepas dari lesunya pasar aset kripto global. 

Pesan Pasar Saat Rupiah Anjlok : Purbaya dan Pemerintah Harus Lebih Prudent
| Kamis, 22 Januari 2026 | 08:21 WIB

Pesan Pasar Saat Rupiah Anjlok : Purbaya dan Pemerintah Harus Lebih Prudent

Sejak adanya kebijakan tersebut, sumber treasury tadi menyebut, investor di Singapura menganggap Indonesia tidak prudent.

Valuasi Saham 4 Bank Besar Berpotensi Pulih pada 2026, Simak Faktor Pendorongnya
| Kamis, 22 Januari 2026 | 07:46 WIB

Valuasi Saham 4 Bank Besar Berpotensi Pulih pada 2026, Simak Faktor Pendorongnya

Pertumbuhan laba bersih perbankan akan didorong oleh perluasan volume pinjaman, optimalisasi bauran pendanaan, dan pertumbuhan fee income.

Divestasi Saham NRCA, Saratoga Investama (SRTG) Kocok Ulang Portofolio Investasi
| Kamis, 22 Januari 2026 | 07:36 WIB

Divestasi Saham NRCA, Saratoga Investama (SRTG) Kocok Ulang Portofolio Investasi

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melakukan kocok ulang portofolio investasinya di awal tahun 2026. 

Net Sell Sudah Tiga Hari Beruntun, IHSG Anjlok, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 22 Januari 2026 | 07:31 WIB

Net Sell Sudah Tiga Hari Beruntun, IHSG Anjlok, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Net sell sejak awal pekan ini, saat Prabowo mengajukan keponakannya, Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Laju Saham Properti Tertahan Suku Bunga BI
| Kamis, 22 Januari 2026 | 07:29 WIB

Laju Saham Properti Tertahan Suku Bunga BI

Usai Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan 4,75% dalam RDG Rabu (21/1), mayoritas saham emiten properti mengalami penurunan.

INDEKS BERITA

Terpopuler