Yuk Intip Perluasan Layanan Urun Dana, Kenali Pula Peluang dan Risikonya

Minggu, 24 Januari 2021 | 17:53 WIB
Yuk Intip Perluasan Layanan Urun Dana, Kenali Pula Peluang dan Risikonya
[ILUSTRASI. Selain tambahan obligasi dan sukuk, tahun ini sejumlah saham akan diperdagangan di pasar sekunder layanan urun dana. (KONTAN/Muradi)]
Reporter: Anastasia Lilin Y | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mulai tahun ini industri layanan urun dana atau crowd funding semakin meriah karena tak hanya menawarkan saham tapi juga surat utang dan sukuk. Perluasan layanan tersebut sejalan dengan perkembangan pasar. Kenali aturan mainnya kalau ingin memanfaatkan instrumen investasi dan pencarian modal tersebut.

Pada 10 Desember 2020 lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan aturan baru yakni POJK 57/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi. Aturan itu menggantikan POJK 37/2018 tentang Layanan Urun Dana melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi (Equity Crowdfunding) yang semula hanya mengatur layanan urun dana berbasis saham dan saham syariah. Istilah equity crowd funding kemudian berganti menjadi securities crowd funding atau SCF.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.

Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Bagikan

Berita Terbaru

Prospek Masih Menarik, Kredit Perbankan di Sektor ESG Terus Membaik
| Senin, 01 September 2025 | 04:55 WIB

Prospek Masih Menarik, Kredit Perbankan di Sektor ESG Terus Membaik

Beberapa bank mencatat porsi penyaluran kredit sektor ini berkontribusi seperempat dari target di sepanjang 2025.

Bisnis Sekuritas Semakin Berseri Berkat Saham Konglomerasi
| Senin, 01 September 2025 | 04:35 WIB

Bisnis Sekuritas Semakin Berseri Berkat Saham Konglomerasi

Perusahaan sekuritas ikut mendapat berkah kenaikan transaksi seiring menghijaunya indeks harga saham gabungan (IHSG).

Transaksi Cash Management Perbankan Meningkat
| Senin, 01 September 2025 | 04:35 WIB

Transaksi Cash Management Perbankan Meningkat

Transaksi cash management mendorong pendapatan berbasis komisi alias fee based income dan dana murah perbankan

Per Juli, Laba Bank Milik Danantara Masih Tertekan
| Senin, 01 September 2025 | 04:25 WIB

Per Juli, Laba Bank Milik Danantara Masih Tertekan

Menilik kinerja keuangan bank KBMI 4 sepanjang tujuh bulan pertama 2025 yang rata-rata masih membukukan penurunan laba. 

Kehadiran Iphone 17 Bisa Mendorong Penjualan Erajaya (ERAA)
| Senin, 01 September 2025 | 04:20 WIB

Kehadiran Iphone 17 Bisa Mendorong Penjualan Erajaya (ERAA)

Peluncuran iPhone 17 menjadi sentimen positif bagi distributor resmi seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Layar Bioskop Cinema XXI (CNMA) Terus Membentang
| Senin, 01 September 2025 | 04:20 WIB

Layar Bioskop Cinema XXI (CNMA) Terus Membentang

Hingga 31 Juli 2025 Cinema XXI telah menghadirkan 1.369 layar di 261 lokasi bioskop yang tersebar di 67 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Tekan Kredit Macet, Laba Eximbank Naik Dua Digit
| Senin, 01 September 2025 | 04:15 WIB

Tekan Kredit Macet, Laba Eximbank Naik Dua Digit

Indonesia Eximbank mencatatkan laba bersih Rp 101 miliar sepanjang semester I-2025, meningkat 13% dibanding periode yang sama di tahun lalu.

IHSG Rawan Tertekan, Sebaiknya Tunggu Situasi Lebih Kondusif
| Senin, 01 September 2025 | 04:05 WIB

IHSG Rawan Tertekan, Sebaiknya Tunggu Situasi Lebih Kondusif

Pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada nilai tukar rupiah dan stabilitas politik dalam negeri. 

Alfamart (AMRT) Akan Membuka 500 Gerai di Semester Kedua
| Senin, 01 September 2025 | 04:00 WIB

Alfamart (AMRT) Akan Membuka 500 Gerai di Semester Kedua

Pengelola jaringan ritel Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengejar target ekspansi gerai baru.

Penerbitan Obligasi Korporasi Ramai di Semester Kedua, Imbal Hasil Masih Menarik
| Senin, 01 September 2025 | 02:03 WIB

Penerbitan Obligasi Korporasi Ramai di Semester Kedua, Imbal Hasil Masih Menarik

Kebutuhan refinancing diperkirakan masih tinggi, dengan jatuh tempo surat utang korporasi tahun 2025 Rp 161,22 triliun. 

INDEKS BERITA

Terpopuler