Tekanan Sentimen Global pada Rupiah Masih Kuat
Mengutip data Bloomberg, rupiah terkoreksi 0,21% secara harian ke level Rp 18.060 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah pada Kamis (21/10) Menanti Arah The Fed
Rupiah kembali menembus 18.000 per dolar AS setelah sempat menguat sehari sebelumnya menguat ke 17.992 per dolar AS
Tekanan pada Rupiah Belum Reda, Simak Proyeksinya untuk Rabu 21 Oktober
Penguatan rupiah ditopang oleh penurunan imbal hasil US Treasury, pulihnya IHSG usai guncangan MSCI akhir pekan lalu
Jelang Pertemuan Fed, Dolar AS Melemah
Pelaku pasar juga tengah menantikan laporan indeks harga personal consumption expenditures (PCE) terbaru yang akan dirilis pekan depan.
Rupiah pada Selasa (20/10) Masih Akan Tertekan
Rupiah di pasar spot ditutup melemah -0,11% secara harian ke level Rp 18.046 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (19/10)
Rupiah Masih Akan Tertekan MSCI pada Senin (19/10)
Pada penutupan perdagangan Jumat (16/10), rupiah di pasar spot melemah 0,5% secara harian menjadi Rp 18.027 per dolar AS
Rupiah Berpotensi Terperosok ke Kisaran 18.500 per dolar AS
Rupiah kembali menembus 18.000 ke Rp 18.027 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,50% secara harian pada Jumat (16/10).
Pelemahan Rupiah Pekan Ini Terimbas Pengumuman MSCI
Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,50% secara harian menjadi Rp 18.027 per dolar AS pada Jumat (16/10)
Rupiah Terseret Risk Off di Pasar Saham
Melansir Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,19% secara harian di level Rp 17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10)
Penguatan Terbatas, Rupiah Konsolidasi
Pergerakan rupiah cenderung berkonsolidasi dan belum menunjukkan indikasi pembalikan tren yang agresif
Rupiah pada Rabu (14/10) Menanti Data Ekonomi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (13/10) bergerak bervariasi
Rupiah Masih Tertekan, Pasar Cermati MSCI an Data AS
Sentimen risk-off di pasar keuangan domestik dan regional membuat investor cenderung mengurangi aset berisiko
Efek Sentimen Eksternal Menghantui Rupiah di Senin (12/10)
Pasar akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, termasuk serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi.
Review Sepekan: Otot Rupiah Masih Rapuh
Sempat melemah ke Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat (AS) di awal pekan, rupiah menguat tipis di akhir perdagangan pekan ini.
Dominasi Tekanan Global Menekan Rupiah pada Jumat (9/10)
Kombinasi tekanan yield obligasi dan lonjakan harga komoditas global membayangi laju pergerakan nilai tukar rupiah
Tekanan pada Valas Asia Masih Belum Mereda
Tekanan terhadap valuta asing Asia diperkirakan berlanjut dalam jangka pendek, di tengah tingginya yield US Treasury dan penguatan dolar AS.
Rupiah pada Kamis (8/10) Mencermati Risalah FOMC
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tutup di Rp 17.887 per dolar AS, menguat tipis 0,07% secara harian.
Rupiah Masih Rawan Tersandung, Bisa Uji Rp 18.200 per dollar
Meski belakangan undur dari level pelemahan krusial Rp 18.000 per dollar, namun rupiah belum bisa lega. Simak apa saja tantangannya?
Rupiah yang Sudah Keok Semakin Terpojok
Dolar Amerika Serikat (AS) yang perkasa dan kenaikan yield global bisa menekan nilai tukar rupiah lebih dalam
Rupiah pada Rabu (7/10) Menanti Risalah The Fed
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ada di level Rp 17.899 per dolar AS, menguat 0,10% secara harian.
Pergerakan Rupiah di Selasa (6/10) Menanti Data Ekonomi
Mengutip Bloomberg pada Senin (5/10), rupiah ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat (AS).
Valas Safe Haven Tertekan Indeks Dolar AS
Di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY), prospek JPY dan CHF berada di bawah bayang-bayang dominasi dolar AS.
Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi
Perbaikan sejumlah indikator ekonomi domestik belum cukup kuat menahan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury.
Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini
Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed. Terutama setelah data inflasi AS menunjukkan perkembangan yang lebih rendah daripada perkiraan.
Dolar Australia dan Kripto Jadi Jawara Return di September
Emas menurun, dolar Australia dan kripto mampu mencatatkan penguatan di tengah gejolak pasar global.

