Review Sepekan: Otot Rupiah Masih Rapuh
Sempat melemah ke Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat (AS) di awal pekan, rupiah menguat tipis di akhir perdagangan pekan ini.
Dominasi Tekanan Global Menekan Rupiah pada Jumat (9/10)
Kombinasi tekanan yield obligasi dan lonjakan harga komoditas global membayangi laju pergerakan nilai tukar rupiah
Tekanan pada Valas Asia Masih Belum Mereda
Tekanan terhadap valuta asing Asia diperkirakan berlanjut dalam jangka pendek, di tengah tingginya yield US Treasury dan penguatan dolar AS.
Rupiah pada Kamis (8/10) Mencermati Risalah FOMC
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tutup di Rp 17.887 per dolar AS, menguat tipis 0,07% secara harian.
Rupiah Masih Rawan Tersandung, Bisa Uji Rp 18.200 per dollar
Meski belakangan undur dari level pelemahan krusial Rp 18.000 per dollar, namun rupiah belum bisa lega. Simak apa saja tantangannya?
Rupiah yang Sudah Keok Semakin Terpojok
Dolar Amerika Serikat (AS) yang perkasa dan kenaikan yield global bisa menekan nilai tukar rupiah lebih dalam
Rupiah pada Rabu (7/10) Menanti Risalah The Fed
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ada di level Rp 17.899 per dolar AS, menguat 0,10% secara harian.
Pergerakan Rupiah di Selasa (6/10) Menanti Data Ekonomi
Mengutip Bloomberg pada Senin (5/10), rupiah ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat (AS).
Valas Safe Haven Tertekan Indeks Dolar AS
Di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY), prospek JPY dan CHF berada di bawah bayang-bayang dominasi dolar AS.
Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi
Perbaikan sejumlah indikator ekonomi domestik belum cukup kuat menahan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury.
Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini
Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed. Terutama setelah data inflasi AS menunjukkan perkembangan yang lebih rendah daripada perkiraan.
Dolar Australia dan Kripto Jadi Jawara Return di September
Emas menurun, dolar Australia dan kripto mampu mencatatkan penguatan di tengah gejolak pasar global.
Rupiah Menguat, Data AS Jadi Penentu Pergerakan Berikutnya
Pendorong rupiah adalah pelemahan indeks dolar AS dan meredanya kekhawatiran konflik di Timur Tengah, yang kemudian ikut menurunkan harga minyak
Rupiah pada Senin (28/9) Menanti Data Ekonomi AS
Arah dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu sentimen yang perlu dicermati pasar.
Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Domestik pada Pekan Ini
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada Jumat (25/9) ditutup turun 0,07% secara harian ke level Rp 17.903 per dolar AS
Rupiah Masih Mendapat Tekanan Besar dari Eksternal
Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,55% secara harian ke level Rp 17.916 per dolar AS pada Kamis (24/9)
Rupiah Masih Rawan Melemah
Nilai tukar rupiah menguat setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI rate di level 5,75%.
Rupiah Tertekan Lanskap Global dan Domestik
Pasar menanti kejelasan arah bauran kebijakan dan transparansi komunikasi otoritas moneter domestik.
Pergerakan Rupiah pada Rabu (23/9) Menanti Hasil Rapat BI
Di pasar spot, rupiah tutup di Rp 17.884 per dolar Amerika Serikat (AS), Selasa (22/9). Melemah 0,21% dari sehari sebelumnya di Rp 17.847.
Dolar AS Kian Perkasa dan Menekan Mata Uang Utama
Pergerakan valas utama saat ini sangat dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter, perkembangan geopolitik, dan dinamika sentimen risiko.
The Fed Naikkan Suku Bunga, Valas Safe Haven Menarik Dicermati
Setelah kenaikan suku bunga The Fed, prospek mata uang safe haven masih cukup positif, terutama dolar AS, karena yield AS tetap tinggi.
Pergerakan Rupiah Menanti Arah Kebijakan BI
Indeks dolar AS menguat di tengah pasar yang masih mencermati perkembangan konflik Iran dan AS, sehingga menekan rupiah.
Rupiah Terseret Sentimen Global pada Senin (21/9)
Pelaku pasar akan mencermati perkembangan geopolitik global, arah kebijakan The Fed, serta ekspektasi keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).
Bunga Fed Naik, Likuiditas Valas Asia Menyusut
Kenaikan bunga The Federal Reserve (The Fed) dapat memperlebar selisih imbal hasil aset berbasis dolar AS dan aset emerging market.
Pergerakan Rupiah Pada Jumat (18/9) Dipicu Sentimen Fed
Pelemahan rupiah dipicu oleh keputusan The Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,75%–4,00%.

