Dikejar Waktu, Pemerintah Inggris Sulit Temukan Solusi Brexit

Rabu, 16 Januari 2019 | 15:40 WIB
Dikejar Waktu, Pemerintah Inggris Sulit Temukan Solusi Brexit
[]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Dian Pertiwi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Inggris mengalami krisis politik pasca penolakan kesepakatan Brexit oleh anggota parlemen. Selasa (15/1) waktu London, sebanyak 432 anggota parlemen tak meloloskan kesepakatan antara perdana menteri Inggris, Theresa May dengan pemimpin Uni Eropa. Padahal, 10 minggu lagi Inggris telah dijadwalkan harus meninggalkan Eropa.

Hari ini (16/1), pemerintah Inggris akan menghadapi pemungutan suara atau mosi tidak percaya yang dipimpin oleh Jeremy Corbyn, pemimpin Partai Buruh.

May yang terpilih sebulan setelah referendum Brexit harus menelan pil pahit. Usahanya selama dua tahun untuk membuat perceraian yang bersahabat dengan Uni Eropa pun kandas.

Referendum Brexit digelar lantaran, negara kerajaan ini ingin keluar dari Uni Eropa bisa agar tak lagi mengikuti sistem dan kebijakan Uni Eropa yang dianggap tak menguntungkannya. Langkah ini dipercaya dapat mendatangkan kemakmuran bagi generasi mendatang.

Tapi, keputusan itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Rupanya, aturan backstop di Irlandia jadi sandungan yang membuat kesepakatan Brexit tak berjalan mulus di parlemen Inggris.

Menteri luar negeri Jerman, Heiko Maas mengatakan tak cukup waktu untuk memenukan solusi Brexit. Dia menyebut harus ada pembicaraan baru antara Inggris dan Uni Eropa untuk membahas solusi masalah backstop antara Irlandia Utara yang masih jadi bagian kerjaan Inggris dengan Republik Irlandia yang masuk dalam kawasan Uni Eropa.

Seperti dikutip Reuters, Rabu (16/1) pemimpin partai di Parlemen Eropa, Manfred Weber mengatakan tak ada kemungkinan untuk melakukan negosiasi ulang, setelah parlemen Inggris menolak kesepakatan tersebut secara tegas.

Sedangkan, negara anggota Uni Eropa lainnya menyerukan diskusi untuk melihat peluang mengubah kesepakatan yang telah dinegosiasikan May.

Apakah mungkin Inggris menarik kembali rencana Brexit?

Juru kampaye Brexit, Nigel Farage bilang Inggris mungkin akan menunda dan melakukan pemungutan suara ulang.

Jika parlemen memberikan suara bahwa mereka tidak percaya pada pemerintahan May, ada masa tenggang 14 hari untuk mempercayai pemerintahan yang baru. Namun, jika tetap tidak ada suara untuk mempercayai pemerintahan baru, maka pemilihan ulang harus kembali digelar dalam waktu 17 hari kerja.

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:24 WIB

Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai

 Pemerintah berencana menerapkan pungutan cukai untuk produk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di tahun ini.

Masih Disetir Faktor Global, IHSG Anjlok 4,73% Dalam Sepekan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:19 WIB

Masih Disetir Faktor Global, IHSG Anjlok 4,73% Dalam Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,08% ke 7.935,26 pada Jumat (6/2). Koreksi ini menambah pelemahan IHSG 4,73% dalam sepekan. ​

OJK Berharap Aliran Dana Mengucur Deras ke BEI
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:13 WIB

OJK Berharap Aliran Dana Mengucur Deras ke BEI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal di tahun 2026 bisa tembus Rp 250 triliun.

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol
| Minggu, 08 Februari 2026 | 10:00 WIB

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol

Meski kecil, biaya subscription rupanya bisa berdampak ke keuangan. Simak cara mengatasinya!        

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN
| Minggu, 08 Februari 2026 | 09:00 WIB

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN

Sikap Moody's Ratings mengubah prospek peringkat Pemerintah Indonesia, menambah sentimen negatif di pasar obligasi. Masih layak beli?

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 07:05 WIB

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan

Kebijakan Bali yang membatasi ukuran botol AMDK menjadi ujian bagi industri, dan mendorong CLEO membuktikan komitmennya.

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:15 WIB

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu

Kepastian absennya subsidi sepeda motor listrik membuat pasar bergerak tanpa insentif. Bagaimana strategi produsen?

 
Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:10 WIB

Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 16.876 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,53%. 

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00 WIB

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula

Perjalanan karier membawa Jordan Simanjuntak, Chief Marketing Officer Triv ini berinvestasi di aset kripto

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!
| Minggu, 08 Februari 2026 | 05:15 WIB

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!

Dengan harga terjangkau, cita rasa lokal, dan bisa dinikmati siapa saja, usaha jajanan pasar menawarkan peluang yang men

INDEKS BERITA