Ace Hardware Menambah Sulur Pemasaran

Kamis, 16 Mei 2019 | 10:37 WIB
Ace Hardware Menambah Sulur Pemasaran
[]
Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga 9 Mei 2019, PT Ace Hardware Indonesia Tbk telah membuka delapan gerai ACE Hardware anyar. Peritel tersebut kini mengoperasikan 184 gerai ACE Hardware yang tersebar di 44 kota di dalam negeri.

Ace Hardware tidak secara spesifik menyebutkan total anggaran yang dihabiskan untuk membuka sembilan gerai tadi. Hanya saja sebagai gambaran, pada kuartal I-2019 mereka mengeluarkan kocek Rp 30 miliar dan membuka tiga gerai baru. Adapun duit tersebut 12% dari dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) tahun ini yang mencapai Rp 250 miliar.

Yang pasti, penambahan gerai baru menjadi strategi Ace Hardware mengejar pertumbuhan penjualan sebesar 15% tahun ini. Dengan realisasi penjualan tahun lalu Rp 7,12 triliun, maka target pertumbuhan penjualan tahun ini mencapai Rp 8,19 triliun.

Ace Hardware berharap, gerai baru menyumbang pertumbuhan penjualan sebesar 8%–9%. Lalu penjualan gerai lama menyokong pertumbuhan 6%–7% sisanya. "Untuk bertumbuh program aktivitas marketing, program koordinasi yang sangat baik di tahun sebelumnya terus kami komunikasikan dan lanjutkan," ujar Prabowo Widya Krisnadi, Direktur Utama PT Ace Hardware Indonesia Tbk saat paparan publik, Rabu (15/3).

Sepanjang tahun ini, Ace Hardware menetapkan target penambahan 20-25 gerai baru ACE Hardware. Sementara target penambahan luas area gerai mencapai 30 meter persegi (m)-35.000 m. Jadi, perusahaan berkode saham ACES di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut masih menyisakan target 12–17 gerai baru ACE Hardware.

Selain gerai berukuran reguler, Ace Hardware berencana menghadirkan ACE Xpress yang berukuran lebih mini. Lantaran luasan terbatas, maka produk yang terpajang lebih sedikit.

Ace Hardware tak ragu membuka gerai di lokasi yang sudah mereka rambah. Sebut saja di Sidoarjo dan Malang, Jawa Timur, kini masing-masing ada dua gerai ACE Hardware beroperasi. "Kanibalisasi pada tingkat itu masih normal karena sekitar enam bulan bakal sudah ada penyesuaian dan masing-masing gerai punya pelanggannya sendiri," terang Prabowo.

Sementara mengenai harga jual, saban tahun Ace Hardware mengerek harga jual 1%–2%. Maklum saja, 80% produk mereka datangkan dari luar negeri. Alhasil harga jualnya rentan dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Perlu diketahui, target penambahan gerai tahun ini lebih sedikit ketimbang tahun lalu. Pada 2018, Ace Hardware membuka 33 gerai baru ACE Hardware dengan total luasan 62.000 m. Mereka juga menambah sembilan gerai Toys Kingdom dengan luas sekitar 3.300 m.

Separuh laba untuk dividen

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Ace Hardware Indonesia Tbk kemarin (15/4) menyetujui pembagian dividen dengan rasio pembayaran sebesar 50% dari laba bersih tahun 2018. Setiap unit saham berhak atas dividen sebesar Rp 28,25.

Tahun lalu, Ace Hardware mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 964,55 miliar. Jadi alokasi dividen sekitar Rp 482,28 miliar.

Ace Hardware mengaku puas dengan kinerja tahun lalu. Realisasi ekspansi 33 gerai baru ACE Hardware dan sembilan gerai Toys Kingdom tahun lalu melampaui target awal. "Pada awal 2018, kami hanya menargetkan penambahan 10-15 gerai," kata Helen R. Tanzil, Sekretaris Perusahaan PT Ace Hardware Indonesia Tbk, Rabu (15/5).

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek Menarik, Tapi Risiko Kurs Jadi Catatan untuk MBMA
| Senin, 06 April 2026 | 17:47 WIB

Prospek Menarik, Tapi Risiko Kurs Jadi Catatan untuk MBMA

Tekanan pada laba bersih MBMA di kuartal IV-2025 juga dipengaruhi oleh melemahnya kontribusi joint venture serta kenaikan biaya keuangan.

Agenda Reformasi Pasar Modal, Indonesia Berpotensi Naik Kelas
| Senin, 06 April 2026 | 07:23 WIB

Agenda Reformasi Pasar Modal, Indonesia Berpotensi Naik Kelas

Selesainya program peningkatan transparansi, integritas dan kredibilitas informasi kepemilikan saham dalam waktu cukup singkat hanya dua bulan. 

Prediksi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Melebar
| Senin, 06 April 2026 | 07:05 WIB

Prediksi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Melebar

Lonjakan harga minyak mentah dan pelemahan nilai tukar ru[iah diperkirakan akan mengerek biaya impo 

Asing Terus Net Sell, Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 06 April 2026 | 07:03 WIB

Asing Terus Net Sell, Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bersamaan minggatnya asing, kurs rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) mencapai Rp 17.015 per dolar AS. Paling buruk sepanjang sejarah. 

Bisnis Obat Resep Melesat, Laba Kalbe Farma Semakin Sehat
| Senin, 06 April 2026 | 06:43 WIB

Bisnis Obat Resep Melesat, Laba Kalbe Farma Semakin Sehat

Segmen bisnis obat resep berkontribusi ke pendapatan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada 2025. Segmen ini tumbuh 11,00% yoy jadi Rp 10,24 triliun. ​

Pemerintah Klaim Stok Pangan Berlimpah
| Senin, 06 April 2026 | 06:40 WIB

Pemerintah Klaim Stok Pangan Berlimpah

Risiko terbesarnya adalah gagal panen yang berujung pada kerugian petani akibat biaya produksi tidak kembali dan turunnya pendapatan

Ramai-Ramai Bangun Rusun Bersubsidi
| Senin, 06 April 2026 | 06:37 WIB

Ramai-Ramai Bangun Rusun Bersubsidi

Pemerintah akan menerbitkan aturan rusun bersubsidi sehingga bisa mempercepat pembangunan dan mengejar target 3 juta rumah

Laba Emiten Properti Terhantam Daya Beli
| Senin, 06 April 2026 | 06:36 WIB

Laba Emiten Properti Terhantam Daya Beli

Emiten properti masih menemukan tantangan di 2026 akibat kondisi geopolitik. Ini memicu ketidakpastian ekonomi, yang bisa menurunkan daya beli.​

Pertamina Gandeng US Grains Garap Bioetanol
| Senin, 06 April 2026 | 06:32 WIB

Pertamina Gandeng US Grains Garap Bioetanol

USGBC merupakan organisasi nirlaba internasional yang mewakili produsen dan pemangku kepentingan industri biji-bijian

Saham Emiten Rumahsakit Diprediksi Cuan di 2026, Ini Pendorong Utamanya
| Senin, 06 April 2026 | 06:30 WIB

Saham Emiten Rumahsakit Diprediksi Cuan di 2026, Ini Pendorong Utamanya

Beban depresiasi, rupiah lemah, dan tarif BPJS tipis bisa menekan profit. Pahami risiko sebelum berinvestasi di saham RS

INDEKS BERITA

Terpopuler