KONTAN.CO.ID - Beberapa bulan lalu, dalam grup Whatsapp, seorang pengusaha kerajinan menawarkan satu unit rumahnya yang asri. Bersama dengan tawaran itu, tercetus, "Terpaksa nih, untuk bayar karyawan." Hal seperti itu, belakangan banyak terjadi, setelah selama berbulan-bulan kita didera pandemi korona. Banyak pengusaha membutuhkan dana segar agar bisnisnya tetap berjalan dan pegawainya bisa makan dengan layak. Mereka pun rela mendiskon harga, dalam arti tidak menetapkan cuan yang tinggi, ketika menawarkan properti tersebut. Inilah yang disebut harga covid.
Hal seperti itu juga dilakukan para pemilik rumah toko (ruko). Bahkan ada pemilik ruko yang jual rugi, asal dapat dana segar, ujar Paulus, Agen Properti dari Era Fiesta Serpong.
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Business Insight
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan