Ada Pabrik Baru, PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) Bidik Kenaikan Penjualan 100%

Kamis, 18 Maret 2021 | 07:28 WIB
Ada Pabrik Baru, PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) Bidik Kenaikan Penjualan 100%
[ILUSTRASI. PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) akan mengoperasikan pabrik baru di Kecamatan Cikupa, Tangerang, Banten mulai akhir Maret tahun ini.]
Reporter: Vina Elvira | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) menargetkan pertumbuhan penjualan 100% pada 2021. Pendorongnya adalah pabrik baru di Kecamatan Cikupa, Tangerang, Banten yang mereka rencanakan mulai beroperasi akhir Maret tahun ini.

ESIP sudah mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 21 miliar yang sebagian di antaranya untuk membiayai penyelesaian pembangunan pabrik baru. Sebagian lagi mereka manfaatkan untuk pengembangan dan inovasi produk berbahan baku plastik. Selama ini ESIP memproduksi berbagai barang jadi plastik seperti delivery bagcourier bagfood packaging, sarung tangan dan lainnya.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Hitung Ulang Kebutuhan Nikel untuk Smelter
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:02 WIB

Hitung Ulang Kebutuhan Nikel untuk Smelter

Impor bijih nikel Indonesia tahun ini diperkirakan 25 juta ton, mayoritas dari Filipina untuk memenuhi kebutuhan smelter

Kenaikan Produksi Menjadi Katalis Merdeka Copper Gold (MDKA)
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:00 WIB

Kenaikan Produksi Menjadi Katalis Merdeka Copper Gold (MDKA)

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terangkat proyek emas Pani dan harga jual rata-rata yang masih relatif tinggi

Kompak Proyeksi Ekonomi di Kisaran 5%
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:50 WIB

Kompak Proyeksi Ekonomi di Kisaran 5%

Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan rata-rata mencapai 4,9% per tahun selama periode 2027-2029        

Kredit Macet Multifinance Makin Gendut
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:35 WIB

Kredit Macet Multifinance Makin Gendut

NPF multifinance terparkir di angka 3,06% pada Mei 2026, alias menjadi yang tertinggi sejak Februari 2022.

Tax Buoyancy Cetak Rekor Tertinggi Dalam Sejarah
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:30 WIB

Tax Buoyancy Cetak Rekor Tertinggi Dalam Sejarah

Tax buoyancy melonjak, pengusaha ingatkan keseimbangan penerimaan dan investasi​.                      

Parlemen Memastikan RUU Perampasan Aset Dibahas
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:25 WIB

Parlemen Memastikan RUU Perampasan Aset Dibahas

Saat ini RUU Perampasan Aset masih berada pada tahap penyusunan di Komisi III DPR dan masih menerima masukan publik.

Obligasi Jatuh Tempo Membludak, Fiskal Masih Aman
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:15 WIB

Obligasi Jatuh Tempo Membludak, Fiskal Masih Aman

Jatuh tempo obligasi pemerintah mencapai puncak di Juli 2026, sebesar Rp 194,51 triliun, dilanjut pada September sebesar Rp 165,87 triliun

Tim Khusus Kejagung  Kawal Kasus Febrie
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:15 WIB

Tim Khusus Kejagung Kawal Kasus Febrie

Kejaksaan Agung menerima pelimpahan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Utak-atik Skema Biaya Haji 2027 Menuai Polemik
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:00 WIB

Utak-atik Skema Biaya Haji 2027 Menuai Polemik

Usulan subsidi biaya haji hingga mencapai 60% dari total biaya haji dinilai membebani keberlanjutan pengelolaan dana haji.

Skandal KUR Picu Evaluasi BNI
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:00 WIB

Skandal KUR Picu Evaluasi BNI

BNI menegaskan perkara yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan yang disampaikan sejak 2024.

INDEKS BERITA

Terpopuler