Ada Peluang Kurs Rupiah Hari Ini (10/11) Menguat Kembali

Rabu, 10 November 2021 | 05:00 WIB
Ada Peluang Kurs Rupiah Hari Ini (10/11) Menguat Kembali
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah masih stabil pada Rabu (10/11). Kondisi domestik dan eksternal yang cukup kondusif membuka peluang rupiah menguat. 

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana mengatakan, indeks dollar AS dalam tekanan. Yield US Treasury mencatatkan pelemahan, sedang yield SBN acuan 10 tahun menguat. Ini membuat spread SBN dan US Treasury melebar.

Producer price index (PPI) AS, yang diumumkan kemarin malam, akan mempengaruhi arah rupiah hari ini. Jika data yang jadi salah satu indikator inflasi AS ini sesuai proyeksi, kurs rupiah masih aman. "Selama peningkatan tidak signifikan, rupiah masih bisa menguat,” kata Fikri, Selasa (9/11).

Baca Juga: Rupiah Jisdor lanjutkan penguatan ke Rp 14.233 per dolar AS pada Selasa (9/11)

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menambahkan, pernyataan Chairman The Fed Jerome Powell, terutama soal suku bunga, juga akan mempengaruhi rupiah. 

Proyeksi Sutopo, hari ini rupiah akan bergerak di Rp 14.250-Rp 14.330. Fikri memprediksi, rupiah menguat dan bergerak antara Rp 14.130-Rp 14.330 per dollar AS.

Kemarin, kurs spot rupiah naik tipis 0,07% ke Rp 14.250. Kurs JISDOR, rupiah menguat 0,23% ke Rp 14.233 per dollar AS.

Baca Juga: Rupiah spot ditutup menguat ke Rp 14.250 per dolar AS pada hari ini (9/11)

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Beras Tak Tergoyahkan Saat Stok Beras Melimpah
| Senin, 01 Desember 2025 | 05:00 WIB

Harga Beras Tak Tergoyahkan Saat Stok Beras Melimpah

Harga beras kembali menjadi sorotan. Hukum pasar tak berlaku. Saat produksi beras nasional surplus hampir 4 juta ton tahun.

Proyek Pani Belum Beroperasi, Kinerja Merdeka Gold Resources (EMAS) Masih Lemas
| Senin, 01 Desember 2025 | 04:45 WIB

Proyek Pani Belum Beroperasi, Kinerja Merdeka Gold Resources (EMAS) Masih Lemas

Hingga akhir kuartal III-2025, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengalami rugi bersih US$ 22,28 juta atau naik 158,77% secara tahunan.

Dana Kelolaan Reksadana Capai Rekor Tertinggi
| Senin, 01 Desember 2025 | 04:25 WIB

Dana Kelolaan Reksadana Capai Rekor Tertinggi

Tren imbal hasil obligasi topang kinerja manajer investasi karena dana kelolaan menjadi berkembang dan mencapai rekor baru

Emiten Merilis Obligasi untuk Modal dan Ekspansi
| Senin, 01 Desember 2025 | 04:15 WIB

Emiten Merilis Obligasi untuk Modal dan Ekspansi

Sejumlah emiten menerbitkan obligasi dan sukuk untuk modal kerja, bayar utang, dan ekspansi bisnis pada 2026.

Menanti Kehadiran Emiten Baru Jelang Pergantian Tahun
| Senin, 01 Desember 2025 | 04:01 WIB

Menanti Kehadiran Emiten Baru Jelang Pergantian Tahun

Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan, masih ada calon emiten baru yang bersiap menggelar IPO di pengujung tahun ini.​

Investor Asing Cabut, Bank Menambah Kepemilikan pada SRBI
| Minggu, 30 November 2025 | 16:45 WIB

Investor Asing Cabut, Bank Menambah Kepemilikan pada SRBI

Perbankan di Indonesia meningkatkan kepemilikan SRBI hingga Rp 601,9 T pada Okt 2025, akibat lesunya permintaan kredit korporasi. 

Harga Beras Tak Tergoyahkan Surplus Beras Nasional
| Minggu, 30 November 2025 | 06:35 WIB

Harga Beras Tak Tergoyahkan Surplus Beras Nasional

Harga beras kembali menjadi sorotan. Hukum pasar tak berlaku. Saat produksi beras nasional surplus hampir 4 juta ton tah

 
Makin Populer, Binatu Koin di Tengah Tren Hidup Praktis
| Minggu, 30 November 2025 | 06:31 WIB

Makin Populer, Binatu Koin di Tengah Tren Hidup Praktis

Gaya hidup praktis dan murah makin digemari masyarakat. Hal ini menjadi peluang bisnis bagi pengusaha binatu atau laundry koin.

 
Menangkap Bayu dan Surya demi Pusat Industri Hijau
| Minggu, 30 November 2025 | 06:30 WIB

Menangkap Bayu dan Surya demi Pusat Industri Hijau

IWIP ingin menjadikan Kawasan Industri Weda Bay sebagai pusat industri hijau terintegrasi. Simak strateginya.​

Efek Kemilau Emas
| Minggu, 30 November 2025 | 06:27 WIB

Efek Kemilau Emas

​Lonjakan harga emas yang terjadi belakangan membuat banyak orang harus bersaing mendapatkan emas batangan.

INDEKS BERITA