Ada yang Menawar US$ 13,1 Juta Lebih untuk Makan Siang Bersama Warren Buffet

Sabtu, 18 Juni 2022 | 16:57 WIB
Ada yang Menawar US$ 13,1 Juta Lebih untuk Makan Siang Bersama Warren Buffet
[ILUSTRASI. Warren Buffett berpidato dalam rapat pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway Inc yang berlangsung secara virtual di masa pandemi Covid-19, di Omaha, Nebraska 2 Mei 2020.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Seorang peserta lelang online menawar lebih dari US$ 13,1 juta untuk memenangi sesi private lunch dengan pengusaha miliarder Warren Buffett. Penyelenggara menyebut hasil lelang akan disumbangkan untuk membantu orang miskin, tunawisma, sekaligus upaya memerangi penyalahgunaan zat adiktif di Amerika Serikat (AS).

Penawaran tertinggi senilai US$ 13.141.314 masuk pada Sabtu pukul 3 dinihari WIB. Nilai yang diajukan itu melampaui tawaran yang diterima acara serupa di tahun 2019, yaitu $4,57 juta. Tawaran tersebut diajukan pengusaha cryptocurrency Justin Sun. Penyelenggara menerima penawaran hingga Sabtu pukul 9.30 WIB. 

Keuntungan dari penyelenggaraan lelang akan diserahkan ke Glide, organisasi nirlaba di distrik Tenderloin San Francisco yang menawarkan makanan, tempat tinggal, tes HIV dan hepatitis C, pelatihan kerja dan program anak-anak.

Baca Juga: Untuk Stabilkan Harga di Negaranya, Fed Janji Akan Lakukan Apa Pun yang Dibutuhkan

Di tahun-tahun sebelumnya, Buffett telah membantu Glide mengumpulkan lebih dari $ 34,1 juta dengan melelang 20 sesi makan siang bersamanya. Dimulai sejak tahun 2000, lelang itu absen digelar pada 2020 dan 2021 akibat pandemi. 

Kepala eksekutif Berkshire Hathaway Inc yang berumur 91 tahun itu telah berjanji untuk mewariskan hampir semua kekayaannya saat ia meninggal. Dengan nilai kekayaan bersih US$ 93,4 miliar pada Jumat, Buffet menempati peringkat ketujuh dalam daftar orang terkaya di seluruh dunia, menurut majalah Forbes.

Pemenang lelang tahun ini dapat membawa hingga tujuh tamu untuk makan bersama Buffett di restoran steak Smith & Wollensky di Manhattan.

Buffett akan berbicara tentang hampir semua hal. Namun Buffet bisa menolak untuk membahas investasi yang akan ia lakukan di masa mendatang. 

Baca Juga: Beri Nada Positif, Powell Nilai Dollar AS Digital Akan Bisa Jaga Dominasi Globalnya

Adalah istri pertamanya, Susan, yang memperkenalkan Buffet dengan Glide. Di badan amal itu, Susan tercatat sebagai sukarelawan hingga ia meninggal pada tahun 2004.

Manajer hedge fund David Einhorn dan Ted Weschler termasuk di antara pemenang lelang sebelumnya.

Weschler menjadi manajer portofolio Berkshire setelah membayar total US$ 5,25 juta untuk memenangkan lelang 2010 dan 2011.

Berkshire memiliki lusinan perusahaan termasuk BNSF Railway; asuransi mobil Geico; energi, manufaktur dan bisnis ritel, dan saham seperti Apple Inc dan Bank of America Corp.

Buffett masih memiliki hampir 16% dari Omaha, konglomerat yang berbasis di Nebraska. Meskipun ia telah menyumbangkan lebih dari setengah sahamnya sejak 2006, termasuk $4 miliar minggu ini.

Bagikan

Berita Terbaru

MLPL Menguat Usai Trijaya Borong 9,90% Saham
| Kamis, 15 Januari 2026 | 14:32 WIB

MLPL Menguat Usai Trijaya Borong 9,90% Saham

Saham MLPL menguat didorong pembelian 1,55 miliar saham oleh PT Trijaya Anugerah Pratama (9,90%). BRI Danareksa memberi target harga Rp 172.

Dilema Kebijakan Nikel, Antara Ambisi Mengendalikan Harga dan Risiko Smelter Mangkrak
| Kamis, 15 Januari 2026 | 10:00 WIB

Dilema Kebijakan Nikel, Antara Ambisi Mengendalikan Harga dan Risiko Smelter Mangkrak

Demi bisa bertahan di tengah pemangkasan produksi bijih nikel, impor terutama dari Filipina bakal melonjak.

Saat Dolar Amerika Perkasa, Mata Uang Kawasan Asia Merana
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:13 WIB

Saat Dolar Amerika Perkasa, Mata Uang Kawasan Asia Merana

Pergerakan valas Asia 2026 sangat dipengaruhi prospek kebijakan suku bunga Fed, geopolitik, kebijakan tarif dan arah kebijakan luar negeri AS.

Lagi, Intervensi BI Selamatkan Rupiah dari Rp 17.000, Hari Ini Melemah Atau Menguat?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:02 WIB

Lagi, Intervensi BI Selamatkan Rupiah dari Rp 17.000, Hari Ini Melemah Atau Menguat?

Intervensi Bank Indonesia (BI) menahan pelemahan lanjutan rupiah. Aksi intervensi setelah pelemahan mendekati level psikologis Rp 17.000.

Harga Saham Emiten Kawasan Industri Kompak Menguat, Pilih KIJA, DMAS atau SSIA?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:00 WIB

Harga Saham Emiten Kawasan Industri Kompak Menguat, Pilih KIJA, DMAS atau SSIA?

Relokasi industri dari Asia Timur serta meningkatnya permintaan terhadap produk manufaktur bernilai tambah tinggi membuka peluang bagi Indonesia.

Masa Rawan Tiba, Long Weekend Setelah ATH Berpotensi Terjadi Profit Taking
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:52 WIB

Masa Rawan Tiba, Long Weekend Setelah ATH Berpotensi Terjadi Profit Taking

 Namun perlu diwaspadai terjadinya aksi profit taking pada perdagangan Kamis (15/1), menjelang long weekend.

Setelah Menyerap Hampir Rp 2 Triliun, ASII Stop Buyback, Apa Dampaknya ke Harga?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:37 WIB

Setelah Menyerap Hampir Rp 2 Triliun, ASII Stop Buyback, Apa Dampaknya ke Harga?

Jika mengacu  jadwal awal, periode pembelian kembali saham berakhir pada 30 Januari 2026. ASII melaksanakan buyback sejak 3 November 2025.  

Hore, Bank Mandiri Siap Bagi Dividen Interim, Jumlahnya Mendekati Rp 10 Triliun
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:14 WIB

Hore, Bank Mandiri Siap Bagi Dividen Interim, Jumlahnya Mendekati Rp 10 Triliun

Pembagian dividen interim ini konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham. 

Bayer Indonesia Investasi Fasilitas Produksi dan R&D
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:12 WIB

Bayer Indonesia Investasi Fasilitas Produksi dan R&D

Bayer meresmikan peningkatan fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) dan pengembangan fasilitas R&D dengan investasi € 5 juta.

Menimbang Risiko dan Peluang EXCL Mengarungi Tahun 2026 Pasca Merger
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:01 WIB

Menimbang Risiko dan Peluang EXCL Mengarungi Tahun 2026 Pasca Merger

Memasuki tahun 2026, ketika biaya integrasi mulai berkurang, kinerja EXCL diperkirakan akan kembali positif.

INDEKS BERITA