Adu Balap 10 Jawara Market Cap: GOTO Terdepak, Bayan Resources (BYAN) Merangsek

Minggu, 11 Desember 2022 | 15:23 WIB
Adu Balap 10 Jawara Market Cap: GOTO Terdepak, Bayan Resources (BYAN) Merangsek
[ILUSTRASI. GOTO Terdepak, BYAN Merangsek, Begini ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya terdepak dari daftar 10 emiten dengan kapitalisasi pasar alias market capitalization (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seiring kejatuhan harga sahamnya belakangan ini, GOTO telah kehilangan market cap hingga hampir Rp 100 triliun hanya dalam tempo dua pekan.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA), sepanjang tahun ini tak bergeming dari posisinya di peringkat pertama top market cap, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) alias Bank BRI yang juga kokoh di peringkat kedua. Sementara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) belakangan merangsek hingga sempat berada di posisi ketiga, menyalip PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Disetujui RUPST, INCO Siap Sebar Dividen US$ 45,6 Juta
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:04 WIB

Disetujui RUPST, INCO Siap Sebar Dividen US$ 45,6 Juta

Jumlah dividen yang disebar PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mewakili rasio pembayaran sebesar 60% dari laba bersih tahun buku 2025. ​

Rupiah Keok Lagi, Investor Dihadapkan Risiko Tekanan Berkelanjutan?
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Keok Lagi, Investor Dihadapkan Risiko Tekanan Berkelanjutan?

Rupiah kembali melemah tajam terhadap dolar AS. Analis beberkan faktor pendorongnya, termasuk konflik global dan kebijakan AS. Ketahui proyeksinya

Bumi Resources (BUMI) Kucurkan Pinjaman Rp 1,51 Triliun ke Anak Usaha
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:58 WIB

Bumi Resources (BUMI) Kucurkan Pinjaman Rp 1,51 Triliun ke Anak Usaha

Pinjaman itu diberikan BUMI kepada Arutmin pada 26 Mei 2026. Arutmin akan menggunakan pinjaman itu untuk kebutuhan modal kerja.

Bidik Pertumbuhan Pendapatan, TMAS Ekspansi Armada dan Rute
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:51 WIB

Bidik Pertumbuhan Pendapatan, TMAS Ekspansi Armada dan Rute

PT Temas Tbk (TMAS) telah menyiapkan belanja modal alas capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,5 triliun pada tahun ini.

Rasio Pembagian Dividen Turun, Prospek Laba Kalbe Farma (KLBF) Tetap Sehat
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:46 WIB

Rasio Pembagian Dividen Turun, Prospek Laba Kalbe Farma (KLBF) Tetap Sehat

Besaran dividen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencerminkan rasio pembayaran atau payout ratio sekitar 26% dari laba bersih 2025.​

Kinerja Reksadana Anjlok Mei 2026: Ini Penyebab Saham & Obligasi Tertekan
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:45 WIB

Kinerja Reksadana Anjlok Mei 2026: Ini Penyebab Saham & Obligasi Tertekan

Reksadana pasar uang membukukan imbal hasil 0,27% mom Mei 2026. Kelas aset ini jadi penyelamat di tengah gejolak. Simak perbandingan kinerjanya!

Saham-Saham Eks MSCI Kompak Terbang Hingga ARA, Tren Baru atau Hanya Relief Rally?
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:38 WIB

Saham-Saham Eks MSCI Kompak Terbang Hingga ARA, Tren Baru atau Hanya Relief Rally?

Setidaknya akan ada dua kebijakan dari MSCI dan FTSE pada Juni 2026 yang mesti dicermati pelaku pasar.

Saham Energi Masih Sulit Unjuk Gigi
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:31 WIB

Saham Energi Masih Sulit Unjuk Gigi

Saham emiten batubara menjadi pemberat laju kinerja indeks energi sejak awal tahun 2026 atau year to date.

Lonjakan Impor Mengikis Surplus Neraca Dagang
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:29 WIB

Lonjakan Impor Mengikis Surplus Neraca Dagang

Surplus neraca perdagangan April 2026 US$ 89,1 juta, terendah sejak Mei 2020                        

Saham Konglomerat Mulai Bertaring
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:20 WIB

Saham Konglomerat Mulai Bertaring

Saham emiten konglomerasi berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia, mulai menopang laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

INDEKS BERITA

Terpopuler