Akhirnya Dapat Dukungan Parlemen, Inggris Akan Pemilu Dini pada Desember

Rabu, 30 Oktober 2019 | 16:09 WIB
Akhirnya Dapat Dukungan Parlemen, Inggris Akan Pemilu Dini pada Desember
[ILUSTRASI. Boris Johnson. REUTERS/Toby Melville]
Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perdana Menteri Boris Johnson akhirnya mendapat persetujuan dari parlemen untuk mengadakan pemilihan umum (pemilu) lebih awal. Pemilu dini yang bakal diadakan pada 12 Desember itu diyakini bakal memecahkan kebuntuan Inggris untuk cerai dari Uni Eropa (Brexit).

Setelah Uni Eropa menyetujui penundaan Brexit untuk yang ketiga kalinya, parlemen Inggris memang masih terpecah soal keputusan Brexit. Seharusnya, Brexit sudah dilakukan pada 29 Maret lalu. Namun, pemerintah terus meminta penundaan lantaran tak kunjung mendapat restu parlemen. 

Baca Juga: Daya saing turun, perbankan di Inggris desak pemerintah untuk meringankan beban pajak 

Johnson pun berjanji bakal melaksanakan Brexit pada 31 Oktober esok. Namun, lagi-lagi, ia tak mendapat suara mayoritas dari parlemen. Akhirnya, Uni Eropa kembali memberi kesempatan bagi Inggris hingga 31 Januari tahun depan. 

Karena semakin buntu, Johnson pun menawarkan pemilu dini di 12 Desember. Setelah sebelumnya sempat ditolak, ia akhirnya mendapat persetujuan dari parlemen. 

"Sudah waktunya untuk menyatukan negara dan menyelesaikan Brexit," kata Johnson setelah bertemu dengan anggota parlemen Partai Konservatif yang mendukungnya.

Baca Juga: Brexit diundur, poundsterling masih bisa unggul 

Sebelum pemungutan suara, Johnson mengatakan, selama ini parlemen menghalangi Brexit, sehingga merusak ekonomi dan mencegah keputusan investasi. Bahkan berujung pada lunturnya kepercayaan pada demokrasi. 

Pemilihan menjelang Hari Raya Natal ini bakal menjadi yang pertama sejak tahun 1923 silam. Tapi, sulit memprediksi hasil pemilu nanti. Proses Brexit memang dinilai sudah terlalu panjang dan melelahkan, bahkan mengikis loyalitas tradisional dua partai besar, Partai Konservatif dan Partai Buruh. 

Baca Juga: CEO Blackrock melihat pasar ekuitas akan bergerak lebih tinggi pada tahun 2020 

Dalam pemilu ini, pemilih punya opsi antara Johnson yang berani mendorong perjanjian Brexit, atau pemerintah sosialis di bawah pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn. Ia bakal menegosiasikan kembali kesepakatan sebelum melakukan referendum lain. 

"Ini mungkin akan menjadi pemilihan paling tak terduga yang pernah saya kenal," kata Anand Menon, Director of The UK in a Changing Europe, kepada Reuters. 

Hasil pemilu bakal diumumkan pada Jumat 13 Desember 2019. Jika tidak ada pihak yang menang secara meyakinkan, kebuntuan Brexit akan berlanjut. 

Bagikan

Berita Terbaru

MSCI dan Perlunya Meninjau Ulang Resep Bursa Saham
| Senin, 19 Oktober 2026 | 10:30 WIB

MSCI dan Perlunya Meninjau Ulang Resep Bursa Saham

Reformasi berhasil bukan karena aturan semakin banyak, tetapi karena pasar Indonesia semakin transparan, likuid, adil, dan dipercaya.       

IHSG Anjlok 40,04% YtD, Terburuk di Dunia, Asing Net Sell Rp 88 Triliun
| Senin, 19 Oktober 2026 | 09:19 WIB

IHSG Anjlok 40,04% YtD, Terburuk di Dunia, Asing Net Sell Rp 88 Triliun

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terburuk di antara bursa saham global yang diperbandingkan BEI sepanjang 2026.

Tak Lagi Repot-Repot Urus Administrasi di Rumahsakit
| Senin, 19 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Tak Lagi Repot-Repot Urus Administrasi di Rumahsakit

Platform kesehatan kini tidak hanya menawarkan layanan janji temu dengan dokter, tapi juga mendampingi pasien di rumahsakit.

Kenaikan Suku Bunga Acuan Semakin Dekat
| Senin, 19 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Kenaikan Suku Bunga Acuan Semakin Dekat

Gejolak pasar keuangan meningkatkan risiko perubahan arah kebijakan suku bunga acuan                

Mengawali Pekan, MSCI Masih Menghantui Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 19 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Mengawali Pekan, MSCI Masih Menghantui Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada Senin (19/10), volatilitas IHSG diprediksi masih cukup tinggi, meskipun peluang technical rebound tetap terbuka.

CNGR Incar 80% Saham GNI, PACK Berpotensi Kecipratan Sentimen Positif
| Senin, 19 Oktober 2026 | 08:29 WIB

CNGR Incar 80% Saham GNI, PACK Berpotensi Kecipratan Sentimen Positif

CNGR Advanced Material adalah pemilik PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) via PT Eco Energi Perkasa.

Dua Tahun Prabowo: Janji Ekonomi Tak Mampu Selamatkan IHSG dari Krisis Kepercayaan
| Senin, 19 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dua Tahun Prabowo: Janji Ekonomi Tak Mampu Selamatkan IHSG dari Krisis Kepercayaan

Koreksi IHSG yang lebih dalam dibandingkan sejumlah pasar lain menunjukkan adanya persoalan domestik yang turut membebani pasar.

Kelangkaan BBM dan Pemadaman Listrik Jadi Alarm Bagi Tata Kelola Energi Nasional
| Senin, 19 Oktober 2026 | 07:44 WIB

Kelangkaan BBM dan Pemadaman Listrik Jadi Alarm Bagi Tata Kelola Energi Nasional

Sejumlah pihak mendesak Presiden untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh agar blackout listrik dan kelangkaan BBM tidak terus berulang​

Menagih Janji Penegakan Hukum Pasar Modal di Tengah Ancaman Turun Kelas MSCI
| Senin, 19 Oktober 2026 | 07:39 WIB

Menagih Janji Penegakan Hukum Pasar Modal di Tengah Ancaman Turun Kelas MSCI

Dukungan terhadap pasar modal tidak cukup melalui pernyataan, tetapi harus terlihat dalam pelaksanaan reformasi dan kepastian regulasi.

ITMG Bentuk Anak Usaha di Bisnis Mineral, Investor Perlu Cermati Realisasi Eksekusi
| Senin, 19 Oktober 2026 | 07:27 WIB

ITMG Bentuk Anak Usaha di Bisnis Mineral, Investor Perlu Cermati Realisasi Eksekusi

Proyek tambang atau pengolahan mineral umumnya butuh waktu bertahun-tahun (eksplorasi, perizinan, konstruksi) sebelum menghasilkan arus kas.

INDEKS BERITA

Terpopuler