Alarm Omicron

Jumat, 04 Februari 2022 | 09:00 WIB
Alarm Omicron
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia memasuki gelombang ketiga Covid-19. Pemerintah memperkirakan, puncak kasus virus korona akan terjadi pada akhir Februari nanti. Pendorongnya, apalagi, kalau bukan varian Omicron yang sangat, sangat menular.

Meski pemerintah tak menyebut angka, mengacu ke negara lain, puncak kasus varian Omicron bisa dua hingga tiga kali lipat dari puncak kasus varian Delta. Di Indonesia, puncak kasus harian varian Delta ada di angka 56.757, yang tercipta pada 15 Juli tahun lalu. Itu berarti, puncak kasus harian varian Omicron bisa mencapai 150.000.

Pada Kamis (3/2), kasus harian Covid-19 di Indonesia sudah menyentuh angka 27.197. Sementara kasus aktif menembus angka 100.000, persisnya 115.275.  

Memang, dampak varian Omicron terhadap tingkat keparahan penyakit terbilang ringan. Meski begitu, siapapun tidak boleh menganggap remeh. Apalagi, sampai mengabaikan protokol kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berulang kali menegaskan, varian Omicron berbahaya dan terus berkembang di depan mata kita.

Lembaga di bawah naungan PBB tersebut saat ini melacak empat sub-garis keturunan dari varian Omicron: BA.1, BA.1.1, BA.2, dan BA.3. Sub-garis keturunan BA.2, yang mendapat julukan Omicron siluman, yang paling menular.

Gejala awal varian Omicron yang ringan perlu menjadi perhatian masyarakat. Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan, kebanyakan pasien varian Omicron yang dirawat di tempatnya bertugas di RS Persahabatan menunjukkan gejala batuk dan nyeri tenggorokan.

Jadi, tanpa perlu menunggu mengalami demam, masyarakat yang merasakan dua gejala itu segera melakukan tes Covid-19. Ini penting, sebab testing dan tracing menjadi salah satu jurus untuk menekan penyebaran virus korona.

Tentu, pemerintah harus memperbanyak tempat pengujian gratis, sehingga masyarakat secara sukarela mau melakukan tes Covid-19.

Sebab, meski efek ke penyakit ringan, ledakan kasus Omicron pada akhirnya akan membebani sistem kesehatan. Terlebih, WHO mulai melihat peningkatan angka kematian akibat Covid-19 yang sangat mengkhawatirkan di sebagian besar wilayah di dunia. Di Indonesia, per Kamis (3/2), angka kematian tercatat 38, bertambah dari hari-hari sebelumnya di bawah 30.

Pemerintah harus memperketat kembali mobilitas masyarakat.  

Bagikan

Berita Terbaru

Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih Sehat
| Selasa, 14 April 2026 | 08:29 WIB

Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih Sehat

Prospek PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) diproyeksi masih sehat, meski ada potensi kenaikan harga bahan baku akibat konflik di Timur Tengah.​

Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan
| Selasa, 14 April 2026 | 08:23 WIB

Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan

Sejumlah emiten akan melakukan pembayaran dividen pada April ini​. Bagi para pemburu dividen, masih ada kesempatan untuk meraup cuan dividen.

Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham Berdebar
| Selasa, 14 April 2026 | 08:15 WIB

Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham Berdebar

Kekhawatiran pasar berpotensi meningkat pasca gagalnya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.​

Menengok Transformasi Bisnis Petrosea dan Peluang Berlanjutnya Reli Saham PTRO
| Selasa, 14 April 2026 | 08:05 WIB

Menengok Transformasi Bisnis Petrosea dan Peluang Berlanjutnya Reli Saham PTRO

Prospek jangka menengah dan panjang PT Petrosea Tbk (PTRO) terjaga berkat deretan kontrak jangka panjang bernilai jumbo.

Penjualan Alat Berat dan Batubara UNTR Merosot di Dua Bulan Pertama 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB

Penjualan Alat Berat dan Batubara UNTR Merosot di Dua Bulan Pertama 2026

PT United Tractors Tbk (UNTR) menunjukkan tren pelemahan kinerja pada sejumlah lini usaha pada dua bulan pertama 2026. ​

Chandra Asri Pacific (TPIA) Bukukan Kinerja Ciamik di Kuartal Pertama 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 07:58 WIB

Chandra Asri Pacific (TPIA) Bukukan Kinerja Ciamik di Kuartal Pertama 2026

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat EBITDA kuartalan tertinggi sepanjang sejarah di kuartal I-2026, yakni sebesar US$ 421 juta 

Digempur Kendaraan Listrik Asal China, Pangsa Pasar ASII Merosot di Awal 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 07:51 WIB

Digempur Kendaraan Listrik Asal China, Pangsa Pasar ASII Merosot di Awal 2026

PT Astra International Tbk (ASII) mencatat penjualan 101.613 unit di tiga bulan pertama 2026, atau setara 49% dari total pasar otomotif domestik.

Cermati Prospek Saham BREN & BRPT Usai Diborong Investor Asing dan Rilis Kinerja 2025
| Selasa, 14 April 2026 | 07:27 WIB

Cermati Prospek Saham BREN & BRPT Usai Diborong Investor Asing dan Rilis Kinerja 2025

Blackrock paling banyak memborong saham BREN, sementara Manulife Financial Corp paling agresif membeli saham BRPT.

Godzilla El Nino Mengancam Lumbung Pangan
| Selasa, 14 April 2026 | 07:24 WIB

Godzilla El Nino Mengancam Lumbung Pangan

Tahun ini, kemarau lebih panjang dan kering lantaran ada Godzilla El Nino. Efekknya, kekeringan bisa mengancam lumbung pangan.

Penawaran SR024 Tutup Besok, Tenor Pendek Jadi Incaran Investor
| Selasa, 14 April 2026 | 07:00 WIB

Penawaran SR024 Tutup Besok, Tenor Pendek Jadi Incaran Investor

SR024 akan ditutup besok! Membeli sukuk ritel ini ternyata memberi keuntungan lebih dibanding seri sebelumnya. 

INDEKS BERITA

Terpopuler