Anak Usaha Kimia Farma Jadi Distributor, Phapros Raup Potensi Pendapatan Rp 1 Triliun

Selasa, 04 Juni 2019 | 07:27 WIB
Anak Usaha Kimia Farma Jadi Distributor, Phapros Raup Potensi Pendapatan Rp 1 Triliun
[]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan farmasi pelat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mulai menggelar sinergi pasca mengakuisisi PT Phapros Tbk (PEHA) dari PT Rajawali Nusantara pada akhir Maret lalu.

Pada 27 Mei lalu, Phapros meneken perjanjian kerja sama pendistribusian obat dan alat kesehatan dengan anak usaha Kimia Farma, PT Kimia Farma Trading & Distribution.

Dalam keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan, kerja sama tersebut berlaku efektif sejak 1 Juni 2019.

Melalui kerja sama ini, Kimia Farma Trading & Distribution akan menjadi distributor produk Phapros sejak 1 Juni 2019 Nah, sejak 1 Januari 2020 mendatang, Kimia Farma Trading & Distribution akan menjadi distributor tunggal produk Phapros.

Dengan adanya penunjukan tersebut, Phapros akan memiliki dua distributor pada semester II 2019 dan satu distributor sejak 1 Januari 2020.

Atas kontrak distribusi oleh Kimia Farma Trading & Distribution ini, Phapros akan memperoleh potensi pendapatan sebesar Rp 1 triliun setiap tahun.

Transaksi ini merupakan afiliasi karena kedua perusahaan dikendalikan oleh pihak yang sama. Kimia Farma Trading & Distribution merupakan anak usaha yang 99,99% sahamnya dikuasai oleh Kimia Farma. Di Phapros, Kimia Farma menguasai 56,77% kepemilikan saham.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Genjot Gerai Baru dan Layanan Digital Pada 2026
| Selasa, 13 Januari 2026 | 05:55 WIB

Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Genjot Gerai Baru dan Layanan Digital Pada 2026

Tahun ini, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menargetkan pembukaan 800 gerai baru Alfamart. Sekaligus memperkuat layanan omnichannel.

Sudah 55 Investor Swasta Berinvestasi di IKN
| Selasa, 13 Januari 2026 | 05:40 WIB

Sudah 55 Investor Swasta Berinvestasi di IKN

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kembali mengantongi komitmen dari lima investasi baru dari lima investor.

Emiten Petrokimia Terdampak Penurunan Harga Minyak
| Selasa, 13 Januari 2026 | 05:35 WIB

Emiten Petrokimia Terdampak Penurunan Harga Minyak

Harga minyak mentah dunia terperosok di bawah US$ 65 per barel. Penurunan harga minyak dunia jadi sentimen positif saham petrokimia.

ERAL Pacu Kinerja di Momen Ramadan
| Selasa, 13 Januari 2026 | 05:35 WIB

ERAL Pacu Kinerja di Momen Ramadan

ERAL berharap momentum Ramadan-Lebaran dapat menjadi pendorong utama penjualan perusahaan, khususnya di segmen fesyen.

Pemerintah akan Mendirikan 500 Sekolah Rakyat
| Selasa, 13 Januari 2026 | 05:25 WIB

Pemerintah akan Mendirikan 500 Sekolah Rakyat

Saat ini pemerintah sudah mendirikan sebanyak 166 sekolah rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kilau Cuan Bisnis Emas Hartadinata
| Selasa, 13 Januari 2026 | 05:20 WIB

Kilau Cuan Bisnis Emas Hartadinata

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membidik pendapatan tahun ini bisa bertumbuh hingga mencapai dobel digit.

Emiten Emas Mengalap Berkah dari Rekor Harga Emas
| Selasa, 13 Januari 2026 | 05:17 WIB

Emiten Emas Mengalap Berkah dari Rekor Harga Emas

Di tengah penguatan harga emas global, pergerakan harga saham emiten emas domestik pun kompak menghijau hingga akhir perdagangan kemarin.​

Kebutuhan Data Center Tinggi, Prospek DCI Indonesia (DCII) Masih Seksi
| Selasa, 13 Januari 2026 | 05:15 WIB

Kebutuhan Data Center Tinggi, Prospek DCI Indonesia (DCII) Masih Seksi

PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi satu-satunya emiten teknologi yang mampu mempertahankan posisi di jajaran 10 besar market cap terbesar di BEI.

IHSG Mudah Mendaki, Gampang Dihempas
| Selasa, 13 Januari 2026 | 05:14 WIB

IHSG Mudah Mendaki, Gampang Dihempas

Panic selling yang dipicu penjualan saham-saham emiten konglomerasi membuat IHSG mengalami flash crash

KPK Mulai Menyasar Biro Haji dan Umrah
| Selasa, 13 Januari 2026 | 05:10 WIB

KPK Mulai Menyasar Biro Haji dan Umrah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami keterlibatan PIHK dan biro travel di kuota tambahan haji. 

INDEKS BERITA