Anak Usaha Pertamina Agresif Bangun Proyek Properti

Jumat, 19 Juli 2019 | 07:10 WIB
Anak Usaha Pertamina Agresif Bangun Proyek Properti
[]
Reporter: Amalia Fitri | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Patra Jasa mengalokasikan modal kerja sebesar Rp 10 triliun untuk pengembangan aneka proyek pada tahun ini. Sumber pendanaan berasal dari kas internal dan pinjaman.

Proyek garapan Patra Jasa tahun ini berada di Jakarta, Cirebon (Jawa Barat), Puncak (Bogor, Jawa Barat) Yogyakarta dan Dumai (Riau). "Proyek prioritas kami ada tujuh tahun ini," kata Hari T. Wibowo, Presiden Direktur PT Patra Jasa, Kamis (18/7).

Di Jakarta, Patra Jasa membangun kawasan berbasis energi dengan nama ePolis seluas 5,9 hektare (ha) di daerah Kuningan. Ada pula proyek apartemen kelas atas bertajuk Arkananta. Mereka juga berniat mengembangkan superblok di Simprug yang berisi hotel bintang 3 dan 4.

Kalau di Cirebon, Patra Jasa yang tak lain adalah anak usaha dari PT Pertamina (Persero), merencanakan pembangunan superblok seluas lahan 5,5 ha. Menurut rancang bangun, bakal ada hotel bintang 4 dan apartemen berisi 180 unit di dalam proyek itu.

Lalu di Kota Gudeg Yogyakarta, Patra Jasa akan membangun dua superblok Baciro seluas 6.500 meter persegi (m²) yang meliputi hotel bintang 4, gedung konvensi dan area pameran. Perusahan tersebut juga ingin merenovasi hotel bintang 3 berisi 100 unit kamar yakni Patra Comfort Sosrowijayan.

Proyek lain yakni Patra Comfort Dumai berisi 80 kamar dan Patra Comfort Puncak berisi 50 kamar. Termasuk pula, rencana pembangunan proyeksi residensial Urbano seluas 3 ha.

Tahun ini, Patra Jasa membidik pendapatan Rp 2,43 triliun dan laba bersih Rp 202 miliar. Realisasi pendapatan tahun lalu Rp 1,39 triliun. "Sampai semester I kami sudah mendapatkan pendapatan sekitar Rp 680 miliar," tutur Muhammad S. Fauzani, Finance and Human Capital Director PT Patra Jasa.

Bagikan

Berita Terbaru

Divestasi Tambang Kestrel, AADI Berpotensi Bagikan Dividen Spesial
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Divestasi Tambang Kestrel, AADI Berpotensi Bagikan Dividen Spesial

AADI masih menarik dicermati secara trading buy selama bisa bertahan di atas Rp 11.000–Rp 11.200. Penguatan akan lebih kuat jika tembus Rp 11.850.

MKNT Tuntaskan Private Placement 1,02 Triliun Saham, Suspensi Masih Berlaku
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:56 WIB

MKNT Tuntaskan Private Placement 1,02 Triliun Saham, Suspensi Masih Berlaku

Selain menghapus utang lewat konversi, MKNT juga mengantongi dana segar Rp 201,56 miliar dari setoran tunai.

Rupiah Volatil Bikin Rugi Kurs ICBP Bengkak, Bagaimana Prospek Indomie?
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Rupiah Volatil Bikin Rugi Kurs ICBP Bengkak, Bagaimana Prospek Indomie?

Pelemahan rupiah berpengaruh langsung terhadap bahan baku ICBP, karena hampir seluruh kebutuhan gandumnya berasal dari impor dengan dolar AS.

GOTO Rebound ke Rp 30 Setelah 4 Hari Terjun, Ke Mana Arah Selanjutnya?
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:32 WIB

GOTO Rebound ke Rp 30 Setelah 4 Hari Terjun, Ke Mana Arah Selanjutnya?

Pergerakan saham GOTO secara intraday cenderung menguat dan mulai muncul volume pembelian,  indikator MACD dan Stochastic pun berpeluang menguat.

Kiat Puradelta (DMAS) Menangkap Lonjakan Data Center
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:16 WIB

Kiat Puradelta (DMAS) Menangkap Lonjakan Data Center

Tren pembangunan data center membuka ceruk baru bagi PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) untuk menggenjot penjualan lahan industri. 

Selektif Meracik Portofolio Menjelang Akhir Tahun
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:09 WIB

Selektif Meracik Portofolio Menjelang Akhir Tahun

Di tengah pelemahan rupiah, instrumen pendapatan tetap dan pasar uang masih menjadi pilihan defensif untuk sisa tahun in

Harga Saham Masih Lemah, Prospek GOTO Tetap Cerah
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Harga Saham Masih Lemah, Prospek GOTO Tetap Cerah

Di tengah tren pelemahan harga sahamnya, kinerja keuangan GOTO terus menunjukkan pertumbuhan  positif pada 2026.

Melihat Peringkat BUMN Karya dan Ruang Pemulihannya
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:53 WIB

Melihat Peringkat BUMN Karya dan Ruang Pemulihannya

Bagi lembaga pemeringkat, kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utang menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas kredit.

Event Lari dan Pintu Masuk Menggaet Nasabah Serta Memperluas Transaksi
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Event Lari dan Pintu Masuk Menggaet Nasabah Serta Memperluas Transaksi

Event lari tak hanya menarik ribuan peserta dan menggerakkan ekonomi daerah. Bagi perbankan, ajang ini juga menjadi pintu menyambut nasabah. 

Prettt pada Waktunya
| Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Prettt pada Waktunya

​Ada pengamat yang dulu getol dan tajam mengkritik rezim penguasa lama, tiba-tiba menjadi jinak dan tumpul dalam menyikapi penguasa baru.

INDEKS BERITA

Terpopuler