Asus Borong 10% Saham Emiten Perakit Ponsel Sat Nusapersada (PTSN)

Rabu, 08 April 2020 | 10:38 WIB
Asus Borong 10% Saham Emiten Perakit Ponsel Sat Nusapersada (PTSN)
[ILUSTRASI. Proses perakitan smartphone di PT Sat Nusa Persada Tbk (PTSN), Batam, Kepulauan Riau, Senin (25/4/2016). Asus Investment Co., Ltd membeli 10% saham treasury PTSN pada Jumat pekan lalu (3/4). ANTARA FOTO/M N Kanwa/aww/16.]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terungkap sudah identitas pembeli 531,43 juta lembar saham PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) pada Jumat pekan lalu (3/4).

Saham emiten perakitan gawai yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau, itu dibeli oleh Asus Investment Co., Ltd.

Asus Investment sendiri merupakan perusahaan yang berbasis di Taiwan.

Merujuk data kepemilikan efek yang dipublikasikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), saham sebanyak itu setara 10% saham PTSN.

Jumlah saham ini setara dengan saham treasury yang dimiliki PTSN.

Pada 13 Desember 2019 lalu manajemen Sat Nusapersada mengumumkan rencana penjualan seluruh saham treasury yang dimilikinya.

Abidin Fan, Presiden Direktur  PT Sat Nusapersada saat itu menyebut, pihaknya menunjuk Samuel Sekuritas sebagai perantara transaksi.

Baca Juga: Ada crossing saham, investor asing beli Rp 125,4 miliar saham Sat Nusapersada (PTSN)

Nah, pada transaksi crossing yang berlangsung Jumat pekan lalu, sekuritas yang menjadi perantara adalah Samuel Sekuritas.

Saham PTSN ditransaksikan pada harga Rp 236 per saham, sehingga total nilai transaksinya mencapai Rp 125,4 miliar.

Merujuk pemberitaan KONTAN sebelumnya, biaya perolehan 10% saham treasury PTSN hanya US$ 1,76 juta, setara Rp 28,94 miliar (kurs Rp 16.464 per USD).

Dengan demikian, dari transaksi penjualan saham treasury tersebut PTSN meraup keuntungan Rp 96,5 miliar.

Sementara itu, hubungan antara PTSN dan Asus sudah terjalin cukup lama.

PTSN selama ini sudah merakit sebagian produksi ponsel cerdas Asus di pabriknya yang berlokasi di Batam.

Baca Juga: Keluar dari indeks FTSE, saham KOTA dan PTSN layak dikoleksi

Merujuk laporan keuangan PTSN per 30 September 2019, emiten ini meraup pendapatan cukup besar dari Asus.

Khusus, untuk pendapatan jasa perakitan yang diperoleh dari PT Asus Technology Indonesia, nilai pendapatannya sekitar US$ 1,64 juta, atau sekitar 15% dari total pendapatan jasa perakitan PTSN.

Sementara dari Asus Global Pte Ltd, PTSN memperoleh pendapatan industri sekitar US$ 84,82 juta, setara 41,41% dari total pendapatan industri yang didapat PTSN.

Per 30 September 2019, total pendapatan PTSN mencapai sekitar US$ 271,05 juta.

Bagikan

Berita Terbaru

Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 Tahun
| Senin, 23 Maret 2026 | 17:27 WIB

Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 Tahun

Harga emas turun lebih dari 10% minggu lalu. Ini adalah penurunan mingguan tercuram sejak Februari 1983.

Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan Baku
| Senin, 23 Maret 2026 | 15:00 WIB

Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan Baku

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diproyeksikan masih akan melanjutkan tren kinerja keuangan yang solid di tahun ini.

Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPIN
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:50 WIB

Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPIN

Pemerintah berencana memperluas cakupan MBG hingga 83 juta penerima pada Mei 2026, naik signifikan dibandingkan 55 juta penerima di Januari 2026.

Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan Trump
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:27 WIB

Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan Trump

Goldman Sachs dan JP Morgan proyeksikan harga Brent bisa tembus US$100. Ketahui pemicu kenaikan dan dampaknya pada pasar energi global.

Ekspor RI Tahan Guncangan Timur Tengah, Tapi Terjepit dari Sisi Biaya
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:20 WIB

Ekspor RI Tahan Guncangan Timur Tengah, Tapi Terjepit dari Sisi Biaya

Jika konflik berkepanjangan, harga minyak global pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran US$ 85 – US$ 120 per barel.

Meramu Portofolio Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global Ala Bank DBS
| Senin, 23 Maret 2026 | 13:00 WIB

Meramu Portofolio Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global Ala Bank DBS

Bank DBS bahkan menaikkan proyeksi harga emas ke level US$ 6.250 per ons troi pada paruh kedua 2026.

Kinerja 2025 Belum Maksimal, Pemulihan APLN Diproyeksi Akan Lambat
| Senin, 23 Maret 2026 | 11:00 WIB

Kinerja 2025 Belum Maksimal, Pemulihan APLN Diproyeksi Akan Lambat

Sepanjang 2025, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 3,56 triliun, merosot 36,08% year on year (YoY).

MSCI Indonesia Index Minus di Awal 2026, Kalah dari Malaysia dan Thailand
| Senin, 23 Maret 2026 | 10:00 WIB

MSCI Indonesia Index Minus di Awal 2026, Kalah dari Malaysia dan Thailand

MSCI Indonesia Index berisi 18 saham dengan total market cap senilai US$ 111,98 miliar. Sepuluh saham terbesarnya merupakan saham-saham big caps.

Usai Kemeriahan Lebaran, MAPI Bakal Hadapi Tantangan Tekanan Daya Beli
| Senin, 23 Maret 2026 | 08:00 WIB

Usai Kemeriahan Lebaran, MAPI Bakal Hadapi Tantangan Tekanan Daya Beli

Kondisi harga minyak global yang relatif tinggi saat ini dan diperkirakan akan bertahan lama, diprediksi juga akan berpotensi menekan SSSG MAPI.

Daftar Sentimen Positif dan Negatif yang Mewarnai Kinerja PTPN IV PalmCo
| Senin, 23 Maret 2026 | 07:30 WIB

Daftar Sentimen Positif dan Negatif yang Mewarnai Kinerja PTPN IV PalmCo

PalmCo terus mengakselerasi transformasi bisnis melalui penguatan tata kelola, hingga peningkatan volume produk bersertifikasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler