Au Ah Gelap

Jumat, 30 Januari 2026 | 06:10 WIB
Au Ah Gelap
[ILUSTRASI. TAJUK - Thomas Hadiwinata (KONTAN/Indra Surya)]
Thomas Hadiwinata | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidaktahuan merupakan pemicu utama kecemasan kita saat mendengar apa yang terjadi di Bursa Efek Indonesia selama dua hari kemarin. Mengapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), indikator utama bursa bisa amblas -7,35% pada Rabu dan -1,06% per Kamis? Padahal, indeks yang sama terus berlari sejak paruh kedua tahun lalu hingga menyentuh kisaran 9.000 pada pertengahan bulan ini. 

Kalau kita paham seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, tentu tidak perlu merasa cemas. Seperti dikutip kontan.co.id, Menteri Purbaya bilang penurunan indeks disebabkan tekanan sentimen belaka dan tidak ada hubungannya dengan fundamental ekonomi. 

Bapak Menteri yang gemar mengomentari banyak hal ini tidak keliru saat menyebut penurunan indeks tidak ada hubungannya dengan ekonomi. Itu sejalan dengan tema yang diusung Harian KONTAN saat membahas penguatan IHSG bulan-bulan terakhir: tidak ada hubungannya dengan situasi ekonomi kita. 

Sentimen yang dimaksud Menteri Purbaya sangat mungkin merujuk ke gerak harga banyak saham konglomerasi, yang pada Rabu kemarin mengalami batas penurunan terendah. Jangan lupa, saham-saham ini juga yang menjadi pendorong indeks hingga terbang tinggi di hari-hari kemarin.

Bagi investor perorangan, penurnan harga yang terjadi kemarin jelas mencemaskan. Mereka yang masih menahan floating loss cemas karena mereka tidak tahu sampai di titik mana harga saham yang mereka miliki akan jatuh.

Sedang mereka yang sudah menjual, entah dengan alasan cut loss ataupun karena take profit, cemas karena tidak tahu apakah hitung-hitungan risk-reward yang mereka pakai selama ini masih relevan.

Apalagi rekomendasi dari mereka yang menyandang gelar analis atau ekonom, kok ya masih meragukan. Misal, saran untuk beralih ke saham-saham emiten yang memiliki fundamental kokoh dan likuid. Rekomendasi ini terdengar meragukan karena data perdagangan di saat IHSG rontok dua hari kemarin justru memperlihatkan saham-saham jenis ini yang banyak dilepas asing.

Mengingat antrian jual yang panjang dan tak kunjung disentuh pada Rabu kemarin, saham konglomerasi jelas pilihan yang sama meragukannya. Apalagi, regulator keuangan yang super responsif terhadap masukan investor asing, berniat memperbesar free float. Apa aturan ini tidak akan menyulut goncangan baru di perdagangan efek, terutama saham konglomerasi?

Selanjutnya: IHSG Tertekan, Lebih Baik Masuk Perlahan Jika Ingin Aman

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

Pada periode 2-6 Februari 2026, IHSG tumbang 4,73% dan ditutup pada level 7.935,26. Pekan sebelumnya, IHSG telah turun 6,94%.

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen

WIKON diajukan PKPU oleh PT Pratama Widya Tbk (PTPW), sedangkan PTPP diajukan PKPU oleh PT Sinergi Karya Sejahtera.

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

INDEKS BERITA

Terpopuler