Awal Februari, Bizhare Rilis Pendanaan Rp 7,76 Miliar

Jumat, 09 Februari 2024 | 04:45 WIB
Awal Februari, Bizhare Rilis Pendanaan Rp 7,76 Miliar
[ILUSTRASI. Heinrich Vincent, Chief Executive Officer Bizhare (kiri) dan Giovanni Umboh, CTO/COO Bizhare (kanan) pada pemaparan kinerja Bizshare tahun 2023 pada Rabu (13/12) di Jakarta. ]
Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Investasi Digital Nusantara atau Bizhare hingga Februari 2024 telah mencatatkan pendanaan sebesar Rp 7,76 miliar. Di sepanjang 2024, Bizhare berharap penyaluran pendanaan bisa tumbuh lebih tinggi dari 2023.

Founder dan CEO Bizhare Heinrich Vincent mengatakan, hingga November 2023, Bizhare mencatat jumlah pengguna terdaftar lebih dari 200.000 dengan nilai investasi lebih dari Rp 200 miliar. Total penerbit, yang terdiri dari UMKM dan franchise, mencapai lebih dari 130 penerbit yang menghasilkan omzet Rp 600 miliar. 

Baca Juga: Bizhare Optimistis Pendanaan Bakal Tumbuh di 2024

"Awal Februari 2024, Bizhare sedang menawarkan efek dengan total pendanaan Rp 7,76 miliar untuk dua penerbit. Salah satunya sektor pariwisata yang pertama kali ditawarkan melalui securities crowdfunding, yaitu Bobocabin Dieng, Jawa Tengah," ujar Heinrich. 

Satu penerbit lagi bergerak di industri film dengan dua proyek film Indonesia, garapan Production House (PH) Base Entertainment dan Wahana Creator.  
 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Turun 1,37% Pekan Ini, IHSG Punya Peluang Rebound Terbatas Esok (26/1)
| Minggu, 25 Januari 2026 | 19:12 WIB

Turun 1,37% Pekan Ini, IHSG Punya Peluang Rebound Terbatas Esok (26/1)

IHSG melemah 1,37% sepekan. Namun, sejumlah saham pilihan diprediksi berpotensi cuan di tengah tekanan. Cek rekomendasi terbaru!

Wangi Cuan dari Usaha Belah Durian
| Minggu, 25 Januari 2026 | 07:10 WIB

Wangi Cuan dari Usaha Belah Durian

Menikmati durian tak perlu menunggu musim durian. Kini ada banyak warung menanti pelanggan untuk membelah durian.

 
Bos Privy, Sukses Berkat Kejelian Membaca Pasar
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:38 WIB

Bos Privy, Sukses Berkat Kejelian Membaca Pasar

Pada 2014, belum ada perusahaan di Indonesia yang memiliki izin resmi sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik meski regulsinya tersedia.

Bank Permata Pangkas Pemakaian Air di Kantor
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:10 WIB

Bank Permata Pangkas Pemakaian Air di Kantor

Untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, Bank Permata mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dalam operasional

Ambisi Bangun Ekosistem Terintegrasi Logam Tanah Jarang
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:00 WIB

Ambisi Bangun Ekosistem Terintegrasi Logam Tanah Jarang

Pemerintahan Prabowo Subianto berambisi mempercepat hilirisasi logam tanah jarang. Tapi, masih banyak PR yang harus pemerintah selesaikan dulu.

SGRO Usai Akuisisi: Produksi CPO Naik dan Fokus Baru di Energi Hijau
| Minggu, 25 Januari 2026 | 06:00 WIB

SGRO Usai Akuisisi: Produksi CPO Naik dan Fokus Baru di Energi Hijau

Menelisik strategi dan target bisnis PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) pasca memiliki pengendali baru 

Transformasi SGRO, Akuisisi Posco Ubah Total Arah Bisnis Mantan Emiten Sampoerna Ini
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:56 WIB

Transformasi SGRO, Akuisisi Posco Ubah Total Arah Bisnis Mantan Emiten Sampoerna Ini

Prime Agri kini juga punya fokus bisnis baru di bawah kendali AGPA, yaitu produksi bisnis hulu untuk kebutuhan energi hijau.

Pembiayaan Tumbuh Tipis, Laba Multifinance Terkikis
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:55 WIB

Pembiayaan Tumbuh Tipis, Laba Multifinance Terkikis

Seretnya penyaluran pembiayaan turut menekan profitabilitas multifinance sebesar 1,09% secara tahunan menjadi Rp 506,82 triliun di November 2025

Menguji Sanksi
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:25 WIB

Menguji Sanksi

Sebanyak 28 perusahaan yang dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Ancaman PHK Massal Hantui Industri Daging Imbas Kuota Menciut
| Minggu, 25 Januari 2026 | 05:10 WIB

Ancaman PHK Massal Hantui Industri Daging Imbas Kuota Menciut

Pemerintah pangkas kuota impor daging. Yang ketar-ketir tak hanya importir, tapi juga pedagang, industri pengolahan, pekerja dan konsumen.

 
INDEKS BERITA

Terpopuler