Awas Pengguna Pertamax Bergeser ke Pertalite
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Langkah Pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green dinilai berdampak positif terhadap kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kebijakan ini diyakini mampu memperkuat ketahanan fiskal nasional di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih berlanjut.
Pakar Energi Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti menilai kenaikan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter merupakan langkah yang tepat. Berdasarkan simulasi yang disusun menggunakan model permintaan 1,36 juta rumah tangga Indonesia dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019–2024, kebijakan tersebut terbukti mampu menghemat devisa negara.
Baca Juga: Kenaikan Pertamax Memicu Risiko Inflasi Berantai
