Bagian dari Fasilitas Kredit ke Srilangka, India Mulai Memasok Beras

Sabtu, 02 April 2022 | 16:26 WIB
Bagian dari Fasilitas Kredit ke Srilangka, India Mulai Memasok Beras
[ILUSTRASI. Lahan pertanian di India. Sumber Foto : pixabay.com]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - MUMBAI/KOLOMBO. India mulai menaikkan 40.000 ton beras ke kapal untuk segera dikirimkan ke Sri Lanka. Ini merupakan bantuan pangan besar pertama sejak Kolombo mendapatkan kredit dari New Delhi, demikian penuturan dua pejabat kepada Reuters, Sabtu.

Negara kepulauan di Samudra Hindia yang berpenduduk 22 juta orang itu tengah berjuang untuk membayar impor berbagai barang penting dengan mncari bantuan dari pemberi pinjaman global. Nilai tukar uang Srilangka mengalami devaluasi seiring dengan penurunan cadangan devisa negeri itu hingga 70% dalam dua tahun terakhir. 

Pengiriman bahan pokok itu terjadi sebelum festival utama di Sri Lanka.

Baca Juga: Peringatan China: Efek Sanksi atas Rusia Bisa Mengarah ke Perang Mata Uang dan Dagang

Stok bahan bakar yang terbatas, harga pangan yang meroket memicu aksi protes. Situasi semacam itu mengiringi upaya Pemerintah Sri Lanka untuk bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Dunia kini mencemaskan kemampuan negeri itu untuk melunasi utang luar negerinya. 

India, pengekspor beras terbesar di dunia, bulan lalu setuju untuk memberikan kredit hingga US$ 1 miliar ke Srilangka untuk membantu meringankan kekurangan barang-barang penting, seperti bahan bakar, makanan dan obat-obatan, yang melumpuhkan Srilangka. 

Pengiriman beras dapat membantu Kolombo menurunkan harga beras, yang meningkat dua kali lipat dalam setahun, menambah bahan bakar kerusuhan.

"Pemuatan beras telah dimulai di pelabuhan selatan," kata B.V. Krishna Rao, direktur pelaksana Pattabhi Agro Foods, yang memasok beras ke Sri Lanka State Trading (General) Corp di bawah Perjanjian Fasilitas Kredit India. "Kami pertama kali memuat kontainer untuk pengiriman cepat dan pemuatan kapal akan dimulai dalam beberapa hari."

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mengumumkan keadaan darurat publik nasional pada Jumat malam menyusul protes keras atas krisis ekonomi terburuk negara itu dalam beberapa dekade. 

Beras India akan tersedia sebelum permintaan melonjak untuk festival Tahun Baru pertengahan April di Sri Lanka, kata seorang dealer yang berbasis di Mumbai dengan sebuah perusahaan perdagangan global. "Saat ini, hanya India yang bisa mengirimkan beras dengan cepat. Negara lain perlu berminggu-minggu, India dapat mengirimkan dalam beberapa hari," kata dealer.

Baca Juga: Negara Eropa Isyaratkan Akan Kompak Menolak Tuntutan Membayar Gas dalam Rubel

Dukungan India datang setelah pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh keluarga Rajapaksa telah menarik Sri Lanka lebih dekat ke China selama dekade terakhir, yang menyebabkan kegelisahan di New Delhi.

Pengiriman 40.000 ton itu merupakan bagian dari 300.000 ton yang akan dipasok India ke Sri Lanka dalam beberapa bulan ke depan, kata Rao.

Sri Lanka telah menjadi pengimpor beras bersih karena produksinya turun setelah Kolombo melarang semua pupuk kimia pada tahun 2021, sebuah langkah yang kemudian dibalik.

Pedagang India kemungkinan akan mulai mengirimkan komoditas penting lainnya seperti gula dan gandum dalam beberapa minggu mendatang, kata dealer tersebut.

Bagikan

Berita Terbaru

Asuransi Masih Waspadai Dinamika Pasar Otomotif
| Senin, 16 Maret 2026 | 02:45 WIB

Asuransi Masih Waspadai Dinamika Pasar Otomotif

Pelaku bisnis asuransi kendaraan berharap kenaikan penjualan mobil di awal 2026 bisa terjaga secara konsisten agar bisa memulihkan kinerja.

Efek Konflik Iran terhadap Ekonomi Indonesia
| Senin, 16 Maret 2026 | 02:38 WIB

Efek Konflik Iran terhadap Ekonomi Indonesia

Membiarkan defisit melebar lebih dari 3%, dengan mengubah ambang batas defisit, akan menurunkan kepercayaan investor terhadap fiskal Indonesia.

Surya Semesta Internusa (SSIA) Genjot Pengembangan Subang Smartpolitan
| Senin, 16 Maret 2026 | 02:30 WIB

Surya Semesta Internusa (SSIA) Genjot Pengembangan Subang Smartpolitan

Kontribusi terbesar penjualan lahan industri pada tahun ini masih akan berasal dari pengembangan kawasan industri Subang Smartpolitan.

Kredit Ditarget Tinggi, Saat UMKM Masih Tercekik
| Senin, 16 Maret 2026 | 02:30 WIB

Kredit Ditarget Tinggi, Saat UMKM Masih Tercekik

Tekanan segmen UMKM masih berat hingga awal 2026 ini. Ini tercermin dari penurunan portofolio, disertai dengan kualitas aset yang memburuk. ​

Pebisnis CPO Pantau Revisi Aturan DHE
| Senin, 16 Maret 2026 | 02:15 WIB

Pebisnis CPO Pantau Revisi Aturan DHE

Gapki pada prinsipnya tidak mempermasalahkan revisi aturan DHE secara keseluruhan dan hanya ikeberatan soal besaran penahanan DHE.

Pasokan Bahan Baku Industri Mulai Tersendat
| Senin, 16 Maret 2026 | 02:00 WIB

Pasokan Bahan Baku Industri Mulai Tersendat

Eskalasi konflik di Timur Tengah menghambat rantai pasok dan logistik. Akibatnya, industri manufaktur mulai kesulitan memperoleh bahan baku

Menkeu Akui Kebijakan Bea Keluar Batubara Alot, Ini Komentar Pengusaha Batubara
| Senin, 16 Maret 2026 | 01:24 WIB

Menkeu Akui Kebijakan Bea Keluar Batubara Alot, Ini Komentar Pengusaha Batubara

Sebelum menerapkan bea keluar, pemerintah diminta perlu melihat sejumlah beban dan kondisi industri batubara.

Net Sell Rp 1,57 T Saat IHSG Tumbang 5,91% Sepekan, Ini Prediksi Jelang Libur Panjang
| Minggu, 15 Maret 2026 | 18:58 WIB

Net Sell Rp 1,57 T Saat IHSG Tumbang 5,91% Sepekan, Ini Prediksi Jelang Libur Panjang

IHSG anjlok 5,91% pekan lalu, terdalam di Asia Tenggara. Sentimen geopolitik dan libur panjang picu koreksi, waspadai level support 7.000.

Jelang Lebaran 2026, Tiga Operator Jalan Tol Proyeksi Lonjakan Arus Kendaraan
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:51 WIB

Jelang Lebaran 2026, Tiga Operator Jalan Tol Proyeksi Lonjakan Arus Kendaraan

Per Sabtu (14/3), Jasa Marga mencatat sekitar 285.000 unit kendaraan telah meninggalkan teritori Jakarta. 

Genjot Likuiditas Saham, Alamtri Resources (ADRO) Menggelar Buyback
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:33 WIB

Genjot Likuiditas Saham, Alamtri Resources (ADRO) Menggelar Buyback

Jumlah saham yang dibeli kembali  PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tak akan melebihi 10% dari jumlah modal ditempatkan dalam perusahaan.

INDEKS BERITA

Terpopuler