Bank BRI Mau Buyback Rp 3 Triliun, Valuasi Harga Saham BBRI Saat Ini Masih Wajar

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:17 WIB
Bank BRI Mau Buyback Rp 3 Triliun, Valuasi Harga Saham BBRI Saat Ini Masih Wajar
[ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi pada agen BRILink di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (9/12/2021). Manajemen Bank BRI berencana menggelar buyback saham BBRI dengan anggaran Rp 3 triliun. KONTAN/Carolus Agus Waluyo]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana yang tengah digadang manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kali ini menarik untuk disimak. Bank pelat merah itu bakal mengusulkan agenda buyback saham BBRI kepada para pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 1 Maret 2022.

Rencana buyback diusung meski sebetulnya harga saham BBRI masih baik-baik saja. Lumrahnya, buyback digelar pada saat harga saham sebuah emiten tengah tertekan dan sudah berada di bawah harga wajar menurut penilaian manajemen.

Nah, dalam agenda buyback kali ini, BBRI menganggarkan dana hingga Rp 3 triliun. Manajemen Bank BRI tidak menyampaikan berapa target maksimal jumlah saham BBRI yang akan dibeli kembali. 

Soal harga, "Buyback akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku," kata Sekretaris Perusahaan Bank BRI Aestika Oryza Gunarto dalam keterbukaan informasi.

Baca Juga: Sidomulyo Selaras Digugat PKPU Saat Harga Saham SDMU Tengah Menggeliat

Buyback rencananya akan digelar selama 18 bulan sejak diterimanya persetujuan pemegang saham, yakni dari 1 Maret 2022-31 Agustus 2023.

 

 

Manajemen Bank BRI tampaknya akan mengalihkan saham hasil buyback kepada karyawan dan manajemen bank tersebut.

Sebelumnya, saham treasury hasil buyback pada 2015 dan 2020, hampir seluruhnya telah dialihkan kepada melalui program kepemilikan saham pekerja.

Program tersebut diimplementasikan dalam bentuk insentif maupun reward sehingga pekerja terdorong berkontribusi lebih optimal terhadap pencapaian target Perseroan. 

"Oleh karenanya, perseroan bermaksud menyinambungkan aspirasi pekerja untuk meningkatkan kepemilikan saham BBRI. Selain pekerja, program kepemilikan saham dapat pula diperuntukan bagi direksi dan dewan komisaris," tulis manajemen Bank BRI.

Baca Juga: Perdamaian Disahkan, Sritex (SRIL) dan Anak Usahanya Lepas dari Ancaman Kebangkrutan

Nah, seperti yang sudah disinggung diawal, buyback saham BBRI digadang pada saat harga sahamnya, sebetulnya dalam keadaan baik-baik saja.

Secara valuasi harga saham BBRI saat ini masih dalam level wajar. Di harga penutupan hari ini (25/1) di Rp 4.070 per saham, price to book value (PBV) BBRI ada di level 2,18 kali. 

Valuasinya tidak jauh berbeda dari PBV rata-rata lima tahun (2016-2020) yang ada di sekitar 2,43 kali.

Sementara jika merujuk konsensus para analis yang dihimpun Bloomberg, upside potential-nya masih cukup besar.

Target harga rata-rata saham BBRI dalam 12 bulan ke depan berdasar konsensus analis adalah di sekitar Rp 4.880 per saham. Artinya, upside potential-nya masih 17,94 persen.

Dari 37 analis, sebanyak 32 analis diantaranya merekomendasikan beli saham BBRI. Sementara tiga analis memasang rekomendasi hold dan dua analis menyarankan sell saham BBRI.

Bagikan

Berita Terbaru

Kinerja Bank Digital Positif, Apakah Sahamnya Bakal Ikut Naik?
| Minggu, 15 Maret 2026 | 09:00 WIB

Kinerja Bank Digital Positif, Apakah Sahamnya Bakal Ikut Naik?

Perbaikan fundamental belum tercermin pada pergerakan saham emiten bank digital yang cenderung loyo.

Reli Semu Bitcoin: Sempat Melesat ke 73.510, Anjlok Lagi Dihantam Sentimen Perang
| Minggu, 15 Maret 2026 | 08:00 WIB

Reli Semu Bitcoin: Sempat Melesat ke 73.510, Anjlok Lagi Dihantam Sentimen Perang

Data inflasi AS bulan Februari sebesar 2,4% belum memotret dampak riil dari hantaman ekonomi akibat perang AS-Israel versus Iran. 

Jelang Dua Tahun Implementasi PPK dengan Skema FCA, Desakan Evaluasi Semakin Menguat
| Minggu, 15 Maret 2026 | 07:05 WIB

Jelang Dua Tahun Implementasi PPK dengan Skema FCA, Desakan Evaluasi Semakin Menguat

BEI saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap Papan Pemantauan Khusus (PPK), yang ditargetkan tuntas pada kuartal II-2026. 

Rupiah Melemah Pekan Ini, Waspada Dampak Geopolitik Global!
| Minggu, 15 Maret 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Melemah Pekan Ini, Waspada Dampak Geopolitik Global!

Nilai tukar rupiah tertekan 0,38% ke Rp16.958 di akhir pekan ini. Simak pemicu utama pelemahan dan risiko yang harus diwaspadai.

Ekspansi Ditopang Operasional Modern, Ini Cara BTN Ubah Wajah Layanan
| Minggu, 15 Maret 2026 | 05:19 WIB

Ekspansi Ditopang Operasional Modern, Ini Cara BTN Ubah Wajah Layanan

BTN bisa memberikan layanan full banking services, artinya ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya.

Nasib Valas Global: Geopolitik Panas, Dolar AS Makin Perkasa
| Minggu, 15 Maret 2026 | 05:00 WIB

Nasib Valas Global: Geopolitik Panas, Dolar AS Makin Perkasa

Indeks dolar AS menembus 100. Bagaimana peluang EUR, GBP, dan JPY? Pahami risiko dan cara lindungi aset Anda sekarang.

Tekanan Premi Asuransi Jiwa Belum Berhenti
| Minggu, 15 Maret 2026 | 03:20 WIB

Tekanan Premi Asuransi Jiwa Belum Berhenti

Perusahaan asuransi jiwa mengantongi premi sebesar Rp 17,97 triliun pada Januari 2026, alias tergerus 6,15% secara tahunan

Investasi dari Hobi,  Begini Cara Mengubah Koleksi Menjadi Mesin Uang
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:41 WIB

Investasi dari Hobi, Begini Cara Mengubah Koleksi Menjadi Mesin Uang

Seluruh komik yang tadinya dikoleksi Reza kini sudah dijual. Dari situ, justru komik fisik memiliki potensi besar untuk dijadikan aset investasi.

Direktur UUS Bank Pemata Rudy Basyir Ahmad, Penyintas Perang Kini Jadi Direktur
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:00 WIB

Direktur UUS Bank Pemata Rudy Basyir Ahmad, Penyintas Perang Kini Jadi Direktur

Mengikuti perjalanan hidup Rudy Basyir Ahmad hingga jadi Direktur Keuangan dan Direktur UUS Bank Permata​.

Buyback dan Rights Issue TOBA Dinilai Strategis, Sentimen Jangka Pendek Mixed
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:00 WIB

Buyback dan Rights Issue TOBA Dinilai Strategis, Sentimen Jangka Pendek Mixed

Analis menyebut langkah buyback dapat dibaca sebagai sinyal bahwa manajemen melihat valuasi saham TOBA saat ini berada di bawah nilai wajarnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler