Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif
Berita Bisnis

Bank Diberi Opsi Konversi Utang Garuda Jadi Ekuitas

Kamis, 10 Juni 2021 | 06:20 WIB
Bank Diberi Opsi Konversi Utang Garuda Jadi Ekuitas

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tumpukan utang PT Garuda Indonesia yang mengkhawatirkan memaksa Kementerian BUMN untuk mendorong langkah restrukturisasi utang. Maskapai penerbangan pelat merah ini tercatat memiliki utang yang jatuh tempo per Mei 2021 sebesar Rp 70 triliun, atau US$ 4,9 miliar dari Rp 140 triliun total utangnya.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebut, restrukturisasi ini langkah yang krusial. Utang Garuda yang sebagian berasal dari kredit Bank BUMN dan swasta tidak mungkin dihapuskan pokok utangnya atau hair cut. Utang ini hanya mungkin dikonversi menjadi ekuitas. 
 
Utang ke lessor pesawat pun kemungkinan akan menggunakan skema debt to equity swap. Kondisi tersebut akan membuat kepemilikan saham eksisting mengalami dilusi. “Nanti tergantung siapa yang mempunyai utang terbesar, maka dia akan menjadi pemilik saham terbesar. Bila kesepakatannya seperti itu,” papar Tiko panggilan akrab Kartika dalam paparan virtual, Selasa malam (9/6). 
 
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat mengatakan, dalam rangka penyelamatan kredit, bank boleh melakukan penyertaan modal sementara. "Tapi dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian," ujar Teguh, kemarin (9/6). 
 
Dalam Peraturan OJK No.36/POJK03/2017 tentang Prinsip Kehati-hatian dalam Kegiatan Penyertaan Modal disebutkan, bank boleh melakukan penyertaan modal sementara pada perusahaan debitur akibat kegagalan kredit, paling lama lima tahun atau hingga perusahaan itu memperoleh laba. 
 
Setelah itu bank wajib melakukan divestasi penyertaan modal sementara. Jika dalam kurun waktu tersebut, perusahaan debitur masih mengalami rugi, bank harus melapor ke OJK terkait rencana divestasi. 
 
Dari laporan keuangan sejumlah bank yang menjadi kreditur Garuda, Bank BNI menyalurkan kredit ke Garuda Rp 2,82 triliun per kuartal I 2021. BRI memiliki kredit Rp 3,3 triliun ke maskapai ini per Maret 2021. Bank Panin saat ini memiliki saldo kredit ke Garuda Rp 1,7 triliun. 
 
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Ebi Junaidi berpendapat, dalam jangka pendek rencana konversi utang menjadi saham bagus bagi Garuda. Tapi dalam jangka panjang, tergantung kinerja Garuda. Sebab ini terkait investasi kreditur dalam penanaman modal sementara tersebut.    

Ini Artikel Spesial
Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.
Login
  • gopay
  • ovo
  • linkaja
  • dana
ATAU

Baca juga