Bank Swasta Siap Tebar Dividen

Rabu, 15 April 2026 | 07:00 WIB
Bank Swasta Siap Tebar Dividen
[]
Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten bank swasta dari jajaran kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) III bersiap menebar dividen dari laba tahun 2025. Meski dividen kelompok ini tak setinggi bank besar, namun tetap menarik untuk dicermati.

Beberapa bank menunjukkan perbedaan dalam menetapkan rasio pembayaran dividen atawa dividend payout ratio (DPR). Bank Permata (BNLI) misalnya, menetapkan dividen Rp 1,3 triliun, setara 35% dari laba bersih 2025. Ini konsisten naik lima tahun terakhir dari 20% pada 2021.

Sementara, Bank Danamon (BDMN) konsisten menjaga DPR 35% lima tahun terakhir. Dengan konsistensi pertumbuhan laba dalam periode yang sama, nilai dividen yang diterima investor otomatis terus bertambah tiap tahunnya. Untuk tahun buku 2025, total dividen yang ditebar BDMN mencapai Rp 1,4 triliun.

Baca Juga: Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan

Komisaris Utama BDMN Yasushi Itagaki menyebut, pihaknya bakal melanjutkan strategi pertumbuhan guna menjaga kepercayaan nasabah dan memperkuat kontribusi terhadap industri. "Keputusan dividen mencerminkan penerapan tatakelola perusahaan yang baik," kata Itagaki, baru-baru ini.

Tampil berbeda, Bank OCBC NISP (NISP) akan membagi dividen 20% dari laba 2025 yang mencapai Rp 5,1 triliun. DPR turun setelah konsisten tumbuh empat tahun hingga mencapai 50% pada 2024. Padahal, laba tahun lalu masih tumbuh 4%.

Manajemen tak menjelaskan alasan penurunan tersebut. Tapi, Direktur Keuangan OCBC NISP Hartarti memastikan, pihaknya menjaga struktur modal yang solid untuk mendukung pertumbuhan ke depannya. "Itu tercermin pada CAR sebesar 24,5%," sebut Hartati.

Adapun Bank CIMB Niaga (BNGA) baru akan menggelar RUPS pada 17 April 2026. Namun, sebelumnya manajemen bank ini menargetkan DPR dari laba 2025 minimal 60%, stabil dari tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Antara Pembagian Dividen dan Kenaikan Harga Minyak, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai konsistensi bank swasta membagi dividen ditopang laba solid, kualitas aset terjaga, dan permodalan kuat. "Sementara pemangkasan DPR NISP adalah strategi konservatif di tengah ketidakpastian global," ujarnya, Selasa (14/4).

Menurut Hendra, bank dengan dividen tinggi tetap menarik sebagai saham defensif. Sedang dampak penurunan DPR hanya sementara dan akan dipandang pasar sebagai upaya bank menjaga likuiditas dan ekspansi.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Agenda Reformasi untuk Menjaga Rupiah
| Senin, 25 Mei 2026 | 07:05 WIB

Agenda Reformasi untuk Menjaga Rupiah

Bank Indonesia (BI) harusnya sudah tidak boleh dipaksa sebagai satu-satunya benteng pertahanan rupiah.​

Kredit Masih Lesu, NIM Bank Berpotensi Tertekan
| Senin, 25 Mei 2026 | 07:00 WIB

Kredit Masih Lesu, NIM Bank Berpotensi Tertekan

Kenaikan BI rate ke 5,25% berpotensi menekan NIM perbankan karena biaya dana naik lebih cepat daripada imbal hasil kredit

Mencemaskan Hasil
| Senin, 25 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mencemaskan Hasil

Pembentukan DSI sebagai eksportir tunggal untuk ketiga komoditas menunjukkan semakin dominannya peran pemerintah.

BCA dan BTN Janji Belum Akan Menaikkan Bunga Floating KPR
| Senin, 25 Mei 2026 | 06:35 WIB

BCA dan BTN Janji Belum Akan Menaikkan Bunga Floating KPR

Kenaikan BI rate ke 5,25% belum langsung diikuti kenaikan bunga KPR, karena sejumlah bank menahan penyesuaian bunga floating untuk sementara waktu

Kenaikan Harga Jual Jadi Andalan ACES Redam Tekanan Biaya, tapi Ada Risikonya
| Senin, 25 Mei 2026 | 06:34 WIB

Kenaikan Harga Jual Jadi Andalan ACES Redam Tekanan Biaya, tapi Ada Risikonya

Margin PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) belum tentu cepat pulih selama nilai tukar rupiah masih bergejolak.

Pertamina Patra dan Medco E&P Teken Jual-Beli Gas
| Senin, 25 Mei 2026 | 06:32 WIB

Pertamina Patra dan Medco E&P Teken Jual-Beli Gas

Pertamina Patra berkomitmen memperkuat perannya sebagai Subholding Downstream Pertamina dalam memastikan ketersediaan pasokan energi.

Bunga Kredit Akan Naik Bertahap Setelah Enam Bulan
| Senin, 25 Mei 2026 | 06:30 WIB

Bunga Kredit Akan Naik Bertahap Setelah Enam Bulan

BI menaikkan BI rate ke 5,25% untuk stabilisasi rupiah, namun langkah ini berpotensi menekan pertumbuhan kredit di tengah permintaan yang lemah

Harga Logam Industri Naik, Sektor EV dan China Jadi Kunci Utama?
| Senin, 25 Mei 2026 | 06:30 WIB

Harga Logam Industri Naik, Sektor EV dan China Jadi Kunci Utama?

Pasokan timah dan nikel terancam defisit global karena RKAB lambat. Ketahui dampaknya pada harga logam industri.

Transaksi BI-FAST Semakin Semarak
| Senin, 25 Mei 2026 | 06:30 WIB

Transaksi BI-FAST Semakin Semarak

Transaksi BI-FAST terus tumbuh pesat dan menjadi salah satu pendorong kenaikan fee income perbankan di tengah akselerasi layanan digital.

Saham Lapis Kedua tak Lagi Mempesona
| Senin, 25 Mei 2026 | 06:27 WIB

Saham Lapis Kedua tak Lagi Mempesona

Penurunan kinerja dua indeks kumpulan saham-saham lapis kedua ini sejalan laju IHSG yang anjlok -28,64% sejak awal tahun.

INDEKS BERITA

Terpopuler