Kredit Masih Lesu, NIM Bank Berpotensi Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan BI rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% pada Mei ibarat dua mata pisau bagi perbankan. Di satu sisi imbal hasil kredit berpotensi naik. Namun di sisi lain kenaikan biaya dana atau cost of fund (CoF) dapat menekan margin bunga bersih alias net interest margin (NIM).
Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, memperkirakan NIM bank akan mengalami tekanan ringan saat bunga masih tinggi. Kenaikan BI rate membuat bunga deposito naik lebih cepat daripada bunga kredit hingga biaya dana naik lebih dulu dan menekan margin bank. Kemungkinan koreksi NIM sekitar 10–30 bps dibanding tahun lalu,” ujarnya kepada KONTAN, Minggu (24/5).
