Barclays Inggris Menyuntik Modal US$ 400 Juta Untuk Lengan Bisnis di India

Kamis, 26 Agustus 2021 | 17:05 WIB
Barclays Inggris Menyuntik Modal US$ 400 Juta Untuk Lengan Bisnis di India
[ILUSTRASI. Barclays ingin memanfaatkan peningkatan aktivitas perbankan korporasi dan investasi di India yang kini mulai pulih. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Perusahaan asal Inggris yakni Barclays, telah menggelontorkan lebih dari US$ 400 juta untuk lengan bisnisnya di India yaitu Barclays India. Barclays ingin memanfaatkan peningkatan aktivitas perbankan korporasi dan investasi di India yang sekarang pulih dari pandemi Covid-19.

Pada hari Kamis (26/8), Barclays mengatakan bahwa investasi tersebut akan membantu menumbuhkan investasi dan utang perbanakn pada segmen korporasi. Termasuk pula, memacu bisnis para klien swasta.  "Seiring kegiatan ekonomi mengumpulkan momentum, ada peningkatan permintaan modal dari klien," kata Jaideep Khanna, Country CEO Barclays untuk India.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Proyek Sampah Bergulir Awal Maret 2026
| Selasa, 20 Januari 2026 | 07:00 WIB

Proyek Sampah Bergulir Awal Maret 2026

Penggunaan insinerator atau proses pembakaran dalam proyek PLTSa justru akan menambah polusi baru yang merusak lingkungan

Investor Wajib Tahu, BEI Membocorkan Calon IPO Perusahaan Kakap
| Selasa, 20 Januari 2026 | 06:58 WIB

Investor Wajib Tahu, BEI Membocorkan Calon IPO Perusahaan Kakap

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, ada perusahaan konglomerasi yang siap melenggang ke pasar saham melalui initial public offering (IPO) 

Pungutan Ekspor Naik, Petani Sawit Kian Layu
| Selasa, 20 Januari 2026 | 06:55 WIB

Pungutan Ekspor Naik, Petani Sawit Kian Layu

Kenaikan pungutan ekspor sawit menekan harga sawit dan daya saing ekspor Indonesia, sehingga merugikan petani

Pelaku Industri Waswas Produksi Nikel Dipangkas
| Selasa, 20 Januari 2026 | 06:49 WIB

Pelaku Industri Waswas Produksi Nikel Dipangkas

Pemangkasan produksi bijih nikel bisa mengganggu suplai ke smelter dan agenda hilirisasi yang tengah dijalankan

Cek 12 Saham LQ45 yang Naik di Atas 10 Persen Sejak Awal Tahun
| Selasa, 20 Januari 2026 | 06:40 WIB

Cek 12 Saham LQ45 yang Naik di Atas 10 Persen Sejak Awal Tahun

Potensi kenaikan saham-saham mover LQ45 tergantung dari berita maupun sentimen yang akan disajikan kepada pelaku pasar.

Gesekan Bisnis Kartu Kredit Perbankan Masih Cukup Kencang
| Selasa, 20 Januari 2026 | 06:35 WIB

Gesekan Bisnis Kartu Kredit Perbankan Masih Cukup Kencang

​Volume transaksi kartu kredit tumbuh hingga 12%, tetapi rata-rata simpanan per rekening merosot, pertanda konsumsi belum sepenuhnya membaik

Pencalonan Deputi Gubernur BI Bikin Pasar Risau
| Selasa, 20 Januari 2026 | 06:31 WIB

Pencalonan Deputi Gubernur BI Bikin Pasar Risau

Kehadiran Thomas Djiwandono di bursa Deputi Gubernur BI mengejutkan banyak pihak. Pelaku pasar bereaksi negatif, rupiah melemah.

Rupiah Tertekan di Awal Pekan, Bagaimana Proyeksinya untuk Selasa (20/1)
| Selasa, 20 Januari 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Tertekan di Awal Pekan, Bagaimana Proyeksinya untuk Selasa (20/1)

Pada perdagangan Senin (19/1), rupiah di pasar spot tutup di level Rp 16.955 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,40% secara harian.

Kontribusi Digital Terhadap Pendapatan Bank Kian Besar
| Selasa, 20 Januari 2026 | 06:20 WIB

Kontribusi Digital Terhadap Pendapatan Bank Kian Besar

Transaksi digital perbankan melesat kencang dan kini menjadi mesin utama penghasil pendapatan nonbunga bank.​

Kondisi Ekonomi Global Jadi Penentu Industri Kripto
| Selasa, 20 Januari 2026 | 06:15 WIB

Kondisi Ekonomi Global Jadi Penentu Industri Kripto

Indonesia masuk 10 besar negara dengan tingkat adopsi kripto tertinggi di dunia. Ini mencerminkan kuatnya partisipasi pasar domestik.

INDEKS BERITA

Terpopuler