BEI Memperbarui Daftar Saham Margin dan Short Sell, Begini Rekomendasi Analis

Jumat, 03 Januari 2020 | 06:46 WIB
BEI Memperbarui Daftar Saham Margin dan Short Sell, Begini Rekomendasi Analis
[ILUSTRASI. IHSG MENGUAT. Penengendara berada di depan layar pergerakan saham kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (13/12). Laju penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiga hari beruntun terhenti pada perdagangan,hari ini. Mengutip RTI, indeks naik 0,94% a]
Reporter: Kenia Intan | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui formasi saham margin. BEI juga memperbarui daftar saham yang bisa ditransaksikan tanpa harus memilikinya terlebih dahulu atawa short sell yang berlaku selama periode Januari 2020.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, saham yang masuk sebagai efek margin dan short sell bisa berdampak positif. "Saham-saham itu berpeluang jadi lebih likuid," ujar dia, Senin (2/1).

Baca Juga: Mengintip Peluang di Portofolio Saham Jiwasraya premium

Investor bisa memperoleh pinjaman broker untuk mentransaksikannya. Otomatis, frekuensi dan volume saham yang bersangkutan berpeluang meningkat.

Saham yang masuk daftar margin dan short sell minimal saham dengan likuiditas memadai. Di sisi lain, Hans tetap menyarankan untuk mencermati faktor lain. Yang paling utama, fundamental emitennya.

 

Saham baru yang masuk ke dalam Daftar Efek Margin
1. FUJI Fuji Finance Indonesia Tbk
2. GIAA Garuda Indonesia (Persero) Tbk
3. KEEN* Kencana Energi Lestari Tbk
4. PTSN Sat Nusapersada Tbk
Saham yang keluar dari Daftar Efek Margin
1. ADHI Adhi Karya (Persero) Tbk
2. BGTG Bank Ganesha Tbk
3. LUCK Sentral Mitra Informatika Tbk
4. MDIA Intermedia Capital Tbk
Saham baru yang masuk ke dalam Daftar Efek Shortsell
1. KEEN Kencana Energi Lestari Tbk
Saham yang keluar dari Daftar Efek Shortsell
1. ADHI Adhi Karya (Persero)Tbk
2. BGTG Bank Ganesha Tbk
3. LUCK Sentral Mitra Informatika Tbk

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji menilai, dari sejumlah saham anyar tersebut, hanya saham GIAA yang memiliki peluang paling besar untuk bergerak lebih atraktif.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Mahal Bikin Kinerja Garuda Indonesia (GIAA) Terpukul

Pasalnya, saham margin dan short sell cenderung menjadi pilihan utama trader. Sehingga, mereka baru akan eksekusi transaksinya setelah saham tersebut sudah mencapai support terendahnya. "Saham GIAA saat ini harganya masih stagnan, tapi dalam jangka panjang bisa menuju Rp 725," kata Nafan.

Adapun untuk FUJI dan KEEN, Nafan tidak menyarankan keduanya. Sebab, menurut Nafan, saham dua emiten tersebut memiliki likuiditas yang kurang menarik. 

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok, Prospek hingga Akhir 2026 Masih Diwarnai Tekanan
| Senin, 02 November 2026 | 08:19 WIB

Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok, Prospek hingga Akhir 2026 Masih Diwarnai Tekanan

Peluang penguatan harga perak tetap terbuka apabila kebijakan moneter AS menjadi lebih akomodatif dan permintaan industri kembali meningkat.

Kinerja Fundamental Ultrajaya Solid, Prospek Jangka Menengah ULTJ Kian Menarik
| Senin, 02 November 2026 | 07:51 WIB

Kinerja Fundamental Ultrajaya Solid, Prospek Jangka Menengah ULTJ Kian Menarik

Rencana akuisisi Frisian Flag Indonesia juga berpotensi memperkuat posisi bisnis PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

Antara Ancaman MSCI dan Koreksi di IHSG
| Senin, 02 November 2026 | 07:09 WIB

Antara Ancaman MSCI dan Koreksi di IHSG

Peristiwa ini membuktikan OJK independen dan menjatuhkan sanksi tanpa pandang bulu, sekalipun sekuritas tersebut dimiliki  tokoh penting,

Kendali Produksi Nikel dan Batubara Masih Ketat dalam RKAB 2027
| Senin, 02 November 2026 | 07:06 WIB

Kendali Produksi Nikel dan Batubara Masih Ketat dalam RKAB 2027

Pemerintah memberikan sinyal akan melanjutkan pengetatan kontrol kuota produksi di RKAB 2027, khususnya untuk komoditas bijih nikel dan batubara

Tak Sekedar Memantau Kendaraan
| Senin, 02 November 2026 | 07:06 WIB

Tak Sekedar Memantau Kendaraan

Fleet management system (FMS) membantu berbagai industri mendongkrak efisiensi, menekan biaya, meningkatkan keselamatan.

Pebisnis Rental Mobil Andalkan Momentum Akhir Tahun
| Senin, 02 November 2026 | 07:05 WIB

Pebisnis Rental Mobil Andalkan Momentum Akhir Tahun

Permintaan rental kendaraan secara umum masih cukup baik. Secara musiman, permintaan biasanya meningkat memasuki periode akhir tahun.

Dibayangi Data Domestik dan Implementasi HSC, IHSG Masih Berisiko Tertekan
| Senin, 02 November 2026 | 07:04 WIB

Dibayangi Data Domestik dan Implementasi HSC, IHSG Masih Berisiko Tertekan

Pergerakan IHSG akan dibayangi implementasi kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) perkembangan isu MSCI, dan sejumlah data ekonomi.

OJK Tidak Menutup Opsi Sanksi Pidana
| Senin, 02 November 2026 | 07:03 WIB

OJK Tidak Menutup Opsi Sanksi Pidana

Upaya penindakan atas kecurangan dalam penawaran saham perdana bakal terus berlanjut dalam waktu dekat

Emiten Mind Id Mengantongi Laba Tinggi
| Senin, 02 November 2026 | 07:00 WIB

Emiten Mind Id Mengantongi Laba Tinggi

Kinerja emiten Mind Id ditopang oleh kenaikan harga komoditas, peningkatan volume produksi dan penjualan, serta efisiensi operasional.

Awal Pekan, HSC Mulai Didepak dari Perhitungan IHSG, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 02 November 2026 | 06:44 WIB

Awal Pekan, HSC Mulai Didepak dari Perhitungan IHSG, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Kebijakan baru BEI mulai 2 November, saham-saham high shareholding concentration (HSC) dikecualikan dari perhitungan IHSG.

INDEKS BERITA

Terpopuler