Beragam Alasan yang Membuat Bisnis Sepeda Motor Listrik Tancap Gas

Minggu, 29 Januari 2023 | 08:45 WIB
Beragam Alasan yang Membuat Bisnis Sepeda Motor Listrik Tancap Gas
[]
Reporter: Fransiska Firlana | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID -  Tahun 2022 menjadi titik tolak bagi industri sepeda motor listrik di Tanah Air. Gaung penggunaan sepeda motor listrik  santer  di tahun macan air tersebut. Apalagi ada  beragam merek hadir meramaikan pasar.  Diler-diler sepeda motor listrikpun hadir bak jamur di musim penghujan.  Sepeda motor listrik semakin memikat saat tampilannya yang semakin stylish

Tangkas Motor Listrik  Depok Dua, di Depok Jawa Barat adalah salah satu diler sepeda motor listrik yang hadir di awal tahun 2022.  Meski baru berusia setahun, namun pembeli antusias datang belanja. "Cukup amazing juga dengan respon konsumen. Penjualan terbilang tinggi. Bahkan pernah merasakan penjualan 80 unit per bulan," kata Andi Nismardani, sebagai Brand Store Tangkas Motor Listrik Depok Dua. 

Sejak buka, rata-rata penjualan sepeda motor listrik di diler Tangkas Motor Listrik Depok Dua bisa mencapai  40 unit per bulan. Penjualan motor listrik yang menggembirakan   juga dialami  PT Sumber Tenaga Optima (STO), salah satu diler sepeda motor listrik di Pontianak, Kalimantan Barat. 

Nico Adidharma, Brand Manager PT Sumber Tenaga Optima  menceritakan, penjualan sepanjang tahun  2022  naik 300% jika dibandingkan penjualan tahun sebelumnya. Hasil kenaikan penjualan, manajemen STO inisiatif menambah  merek sepeda motor listrik di dilernya. 

Mula-mula, STO hanya memasarkan dua merek, yaitu  Gesits dan Uwinfly saja. Namun kemudian,  STO menambah pilihan dengan menjual sepeda motor listrik  Pacific, Goodrich, dan Jarvis. "Tahun lalu kami pegang lima merek. Dan tahun ini bakal nambah lagi yaitu  Rakata dan Davigo," ujar Nico. 

Yang pasti, kata  Nico, seluruh sepeda motor listrik yang mereka pasarkan sudah  memiliki  surat menyurat. Antusiasme masyarakat akan masa depan motor listrik juga ditunjukkan dari bertumbuhnya diler-diler sepeda motor listrik  ini. Sebelumnya, pemain sepeda motor listrik lebih banyak memasarkan produk di marketplace. 

Kehadiran diler-diler  tak lepas dari peran pemilik merek sepeda motor listriknya. Mereka juga agresif memasarkan produknya.  Seperti yang dilakukan Smoot Electrik, salah satu pemilik merek sepeda motor listrik yang mengaspal sejak  pertengahan tahun 2021. Smoot Electrik rajin membuka kerjasama  diler dengan menggandeng mitra. Dengan komitmen penjualan minimal 15 unit per bulan, mitra bisa menjalankan usahanya. 

"Kami beri limit requirement per bulan 15 unit karena jika tidak tercapai di angka itu diler tidak bisa cover cost," terang Rosyeni, Director of Sales and Partnership Smoot Electrik.
Tawaran kerjasama diler Smoot Electrik ini mendapat sambutan antusias dari investor yang ingin mendapatkan cuan dari sepeda  motor listrik.  Rosyeni bilang, dalam tempo tiga bulan saja sejak tawaran kerjasama diler dilakukan, pihaknya mendapat banyak pengajuan kerjasama. 

"Sepanjang tahun 2022 saja kami sudah memiliki 200 diler yang kebanyakan milik  mitra," terang Rosyeni. Selain di Jakarta, diler Smoot Electrik hadir di Depok, Tangerang, dan Bekasi. Diler Smoot juga bukadi Sumatera, Kalimantan, Bali, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Sulawesi. Tahun ini Smoot menargetkan bisa menambah 100 diler lagi. 

Untuk memonitor penjualan, Rosyeni bersama mitra diler sudah membuat proyeksi bisnis selama enam bulan ke depan.  Dengan adanya komitmen dari   diler tersebut,   Smoot Electrik memproyeksikan penjualan   2000 unit per bulan."Target tahun ini,  Smoot bisa terserap pasar 50.000 unit sampai 100.000 unit," harap Rosyeni. 

Pemain baru di bisnis sepeda motor listrik lainnya adalah Polytron. Perusahaan elektronik ini mulai memasarkan motor listrik  tahun 2021. Tekno Wibowo, Direktur Marketing Polytron  bilang, pihaknya mematok target penjualan tahun ini sebanyak 5000 unit. 

Tekno bilang,  sepeda motor listrik tipe Evo yang  diluncurkan  akhir 2021 lalu sudah terjual ratusan unit. "Kalau  tipe terbaru kami yang Fox-R daftar tunggunya  sudah ratusan unit," terang Tekno. 

Polytron hadir di bisnis sepeda motor listrik usai melihat potensi pasarnya yang besar. Apalagi tren masyarakat global yang kini mulai mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan beralih ke listrik.  

Sebelum masuk ke industri ini, Polytron juga telah melakukan riset pasar kurang lebih  setahun lamanya. Dengan membuat divisi khusus yang menangani sepeda motor listrik, Polytron menjadi perusahaan yang pertama merilis sepeda  motor listrik    di tahun 2021. "Mumpung pemain otomotif besar belum masuk ke industri ini," ujar Tekno seraya tertawa. 

Salah satu kelebihan dari sepeda motor listrik Polytron adalah, adanya layanan sewa baterai. "Kendala dalam industri ini kan ada  di baterai. Inilah yang bikin harga kendaraan listrik ini mahal. Nah kami coba berikan solusi sewa baterai ini, jadi secara unit harganya jauh lebih murah," terang Tekno. 

Jika satu unit sepeda motor listrik   dijual lengkap dengan baterainya, harganya bisa mencapai Rp 36 juta. Tapi jika dipangkas harga baterai, maka harga unit bisa separuhnya. Sebagai gambaran, tarif sewa baterai Polytron  di jaringan penyewaan miliknya adalah Rp 200.000 per bulan. Strategi ini dirasa bisa meringankan biaya pengguna sepeda motor listrik.

Sementara itu, Smoot punya kekuatan lain supaya sepeda motor listrik merek bisa diminati pasar.  Smoot sudah bekerjasama dengan Alfamart, Alfamidi, dan Lion Paxel untuk membuka SWAP Poin di mana pengguna motor listrik Smoot bisa melakukan penukaran baterai. Saat ini sudah ada 800 SWAP Poin. 

"Bisa dibilang untuk kawasan Jadetabek setiap 2 kilometer sudah ada SWAP Poin, pengguna bisa cek di aplikasi," klaim Rosyeni. 
Selain itu, Smoot Electrik juga membuka layanan  after sales pada setiap diler Smoot. Diler tersebut nantinya juga bisa menjadi tempat servis. Smoot juga sudah bermitra dengan beberapa bengkel tradisional yang konversi ke bengkel kendaraan listrik. "Kami juga bekerjasama dengan Planet Ban, jadi nantinya pengguna Smoot bisa servis di jaringan Planet Ban," tambah Rosyeni.

Menanti stimulus

Secara internal, para pelaku industri motor listrik di tahun 2022 merasakan ada kemajuan bisnis yang positif dalam realisasi penjualan  mereka. Namun dalam catatan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dari total 43 merek sepeda motor listrik yang ada di Indonesia, rata-rata baru terjual 1000 unit per bulan. 

Dalam sembilan bulan pertama tahun 2022 misalnya, secara industri, sepeda motor listrik baru terjual 28.000 unit
Sementara itu, Presiden Joko Widodo sudah memberikan target produksi sepeda motor listrik sebanyak 2 juta unit pada tahun 2025. Namun, Kementerian Perindustrian meyakini, target tersebut bisa dicapai tahun 2024. Mengingat sedikitnya ada 35 pabrikan yang siap memproduksi motor listrik dengan kapasitas 1 juta unit per tahun. 

Nah untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan mengaungkan akan memberikan insentif pembelian kendaraan bermotor. Dalam rencana, insentif  pembelian sepeda motor listrik adalah  Rp 8 juta per unit. Untuk sepeda motor listrik konversi direncanakan  insentif  Rp 5 juta.

"Tapi itu (insentif) belum ada kepastian. Saya lihat justru membuat pembeli malah menunda pembelian karena menunggu kebijakan tersebut. Kan konsumen mikirnya lumayan ada potongan Rp 8 juta," kata Tekno. 

Menurut Tekno, subsidi ini memang akan menarik bagi konsumen, sehingga membuat penyerapan motor listrik lebih cepat. Tapi kalau skemanya belum jelas tapi sudah buru-buru disampaikan ke publik, justru membuat pasar wait and see. 

Hal ini juga dikeluhkan Andi. Sebagai ujung tombak penjualan, sejak akhir tahun lalu pihaknya sering mendapatkan telepon dari konsumen mengenai insentif tersebut. "Akhirnya mereka menunggu kapan insentif turun, tidak jadi membeli," terang Andi. 

Andi merasakan, sejak akhir tahun 2022 hingga bulan Januari ini, penjualan di dilernya justru menurun. Jika sebelumnya bisa 30 unit hingga 40 unit per bulan. Dua bulan terakhir hanya laku 20 unit per bulan.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata menyarankan, rencana  insentif  subsidi alat transportasi listrik itu sebaiknya diberikan untuk  daerah yang kesulitan mendapatkan BBM ketimbang digunakan untuk subsidi semua kendaraan listrik.  "Sebaiknya tidak diberikan untuk konsumen kendaraan listrik di perkotaan, apalagi di Pulau Jawa," ujar Djoko. 

Djoko memberikan contoh,  pada tahun 2007 lalu warga di Kota Agats Kabupaten Asmat, Papua Selatan sudah menggunakan motor listrik untuk mobilitas. Hal tersebut dilakukan karena daerahnya kesulitan  mendapatkan pasokan BBM.                     p

Bagikan

Berita Terbaru

Pasar Keuangan Bergejolak, Aset Mana Yang Berikan Imbal Hasil Paling Menarik?
| Rabu, 04 November 2026 | 12:00 WIB

Pasar Keuangan Bergejolak, Aset Mana Yang Berikan Imbal Hasil Paling Menarik?

Menurutnya, menyimpan dana dalam bentuk kas dan deposito dapat menjadi pilihan ketika ketidakpastian pasar masih tinggi.

Penyelesaian Pending Klaim Perlu Perbaikan Bersama Antara RS dan BPJS Kesehatan
| Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Penyelesaian Pending Klaim Perlu Perbaikan Bersama Antara RS dan BPJS Kesehatan

Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia berharap pembayaran klaim dapat diselesaikan sesuai perjanjian kerja sama antara RS dan BPJS Kesehatan.

Awas Lonjakan Harga Barang! Puncak Transmisi Rupiah Lesu Diprediksi di Kuartal I-2027
| Rabu, 04 November 2026 | 10:00 WIB

Awas Lonjakan Harga Barang! Puncak Transmisi Rupiah Lesu Diprediksi di Kuartal I-2027

Proyeksi kenaikan harga barang akibat depresiasi rupiah diprediksi berlangsung tepat ketika Ramadan dan Idulfitri.

Prospek Kinerja & Saham ADMR Makin Menarik, Smelter Aluminium Dorong Pertumbuhan Laba
| Rabu, 04 November 2026 | 08:43 WIB

Prospek Kinerja & Saham ADMR Makin Menarik, Smelter Aluminium Dorong Pertumbuhan Laba

Pendapatan ADMR sepanjang 2026 diprediksi mencapai US$ 2,04 miliar dan laba bersih sebesar US$ 859 juta.

Setelah IHSG Terendah Dalam 6 Tahun & Isu Penyadapan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 04 November 2026 | 08:25 WIB

Setelah IHSG Terendah Dalam 6 Tahun & Isu Penyadapan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Sentimen dari penyedia indeks global MSCI yang akan melakukan peninjauan indeks menjadi salah satu sumber kekhawatiran.

Menakar Daya Tahan Emiten Consumer Staples di Tengah Badai Kenaikan Biaya Produksi
| Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Menakar Daya Tahan Emiten Consumer Staples di Tengah Badai Kenaikan Biaya Produksi

Kenaikan harga jual yang terlalu agresif berisiko menggerus daya beli konsumen dan mendorong peralihan ke produk substitusi.

CLEO Mengincar Pertumbuhan Dua Digit
| Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

CLEO Mengincar Pertumbuhan Dua Digit

Segmen botol merupakan penopang utama penjualan dengan kontribusi mencapai 56,9% dari total penjualan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO).

Data Center Mengisi Lahan Industri Jakarta
| Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Data Center Mengisi Lahan Industri Jakarta

Indonesia menjadi pilihan pengembangan data center lantaran Singapura terhalang pasokan lahan. Jakarta dan sekitarnya jadi pilihan.

Saham ASII Digandrungi Investor Asing Sejak Oktober 2026, Berlanjut di Awal November
| Rabu, 04 November 2026 | 07:38 WIB

Saham ASII Digandrungi Investor Asing Sejak Oktober 2026, Berlanjut di Awal November

Prospek ASII dinilai masih menarik karena memiliki diversifikasi bisnis yang luas, mulai dari otomotif, jasa keuangan, hingga pertambangan. 

Caroline.id Menopang Pendapatan ASLC
| Rabu, 04 November 2026 | 07:37 WIB

Caroline.id Menopang Pendapatan ASLC

Transaksi mobil bekas PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) terus menguat lewat platform jual beli mobil Caroline.id.

INDEKS BERITA

Terpopuler